Selasa 14 Juli 2020, 07:39 WIB

Kaltara Ditawari Hak 10 persen Kelola Blok Maratua II

Antara | Nusantara
Kaltara Ditawari Hak 10 persen Kelola Blok Maratua II

MI/PIUS ERLANGGA
Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie

 

PERSEROAN Terbatas Pertamina Hulu Energi Nunukan Company (PHENC) menawarkan hak participating interest (PI) 10 persen untuk mengelola Blok Maratua II kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Sebelumnya, ditawarkan untuk kelola Wilayah Kerja (WK) Blok Nunukan, Kabupaten Bulungan. Gubernur Kaltara Irianto Lambrie di Tanjung Selor, Senin (13/7), menyambut baik rencana pengembangan WK Maratua II yang ditawarkan oleh PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Hulu Energi bersama Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk menambah produksi minyak dan gas bumi (migas).
  
Ia menegaskan bahwa pada prinsipnya pihaknya setuju dengan rencana tersebut. Sesuai dengan informasi dari Ditjen Migas Kementerian ESDM , rencana pengembangan WK Maratua II mencakup tiga kabupaten, yakni Nunukan, Tana Tidung, dan Bulungan. Namun, untuk Bulungan, titik koordinatnya belum dapat dipastikan karena dapat masuk ke wilayah Nunukan atau Tana Tidung. Berdasarkan data Ditjen Migas, ada beberapa perizinan titik hamparan untuk pengembangan yang sudah pernah diberikan kepada kabupaten masing-masing.
  
"Kalau melihat itu, titik hamparan di Bulungan bisa masuk ke Nunukan atau Tana Tidung. Nanti, untuk lebih tepatnya, kami harus tahu reservoirnya dengan pihak Pertamina setelah ada pengeboran dan kegiatan lainnya," kata Irianto.

baca juga: Pemerintah Butuh Gagasan Ekonomi yang Lebih Kreatif

Untuk legitimasinya, persetujuan rencana pengembangan WK Maratua II akan dibuatkan dalam laporan berita acara, selanjutnya ditandatangani para pihak terkait. Jika blok ini telah berjalan, menurut Gubernur, tidak akan mengalami kendala atau hambatan. Irianto mengatakan bahwa pemerintah melalui Ditjen Migas Kementerian ESDM akan meminta kepada SKK Migas untuk menawarkan PI sebesar 10 persen kepada daerah.
  
"Penawaran PI ini berdasarkan Permen ESDM No. 37/2016 tentang Ketentuan Penawaran Participating Interest 10 persen pada Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi," lanjut Irianto. (OL-3)
 

Baca Juga

MI/Martinus Solo

Sosialisasi Protokol Kesehatan di SMA/SMK di Waisai

👤Martinus Solo 🕔Senin 10 Agustus 2020, 19:10 WIB
Guna mencegah timbulnya klaster baru covid-19, Sekda Kabupaten Raja Ampat Papua Barat, Yusuf Salim dan Satgas Covid-19 terjun ke SMA dan...
ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

Gunungkidul Rancang Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

👤Ardi Terisi Hardi 🕔Senin 10 Agustus 2020, 19:00 WIB
"Gugus tugas mempersilakan pembelajaran tatap muka skala terbatas di zona tertentu (yang tidak...
ANTARA FOTO/Adwit B Pramono

Sulsel Perpanjang Sekolah dari Rumah

👤Lina Herlina 🕔Senin 10 Agustus 2020, 18:52 WIB
Gubernur Sulsel memperpanjang proses belajar dari rumah mulai 10 hingga 22 Agustus...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya