Selasa 14 Juli 2020, 06:13 WIB

MPR Dorong Pemerintah Segera Cairkan Dana Pilkada

Cah/Pro/Ant/P-1 | Politik dan Hukum
MPR Dorong Pemerintah Segera Cairkan Dana Pilkada

MI/Susanto
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

 

KETUA MPR RI Bambang Soesatyo mendorong agar pemerintah segera merealisasikan anggaran pemilihan kepala daerah serentak 2020 secara optimal sebab hingga 10 Juli 2020, ada 100 pemda dengan realisasi anggaran pilkada masih di bawah 50% dari anggaran yang disepakati dalam naskah perjanjian hibah daerah (NPHD).

“Segera membelanjakan dana hibah daerah dalam rangka memenuhi kebutuhan pilkada dan juga meningkatkan perhatian kepada pemerintah daerah dalam pemenuhan anggaran Pilkada 2020 sesuai yang tercantum dalam NPHD,” kata dia.

Selain anggaran yang sudah tercantum di NPHD, anggaran tambahan pilkada sebesar Rp5,6 triliun untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) sebagai salah satu syarat untuk memenuhi protokol covid-19 didorong juga dapat segera dicairkan.

“Segera dicairkan dan disalurkan secara maksimal dan optimal di setiap daerah, guna memenuhi persiapan pilkada di tengah pandemi covid-19 dapat berjalan secara baik dan matang,” kata Bambang Soesatyo.

Bambang juga meminta pemerintah untuk memetakan daerah-daerah yang masih kesulitan dalam realisasi anggaran Pilkada 2020. Khususnya daerah yang kapasitas fiskalnya rendah, agar dapat menjamin kualitas proses tahapan pilkada berjalan sesuai dengan ketetapan yang sudah disepakati.

Jika pelaksanaan pilkada yang disepakati pada 9 Desember 2020 ini persiapannya masih kurang atau belum maksimal, ia mendorong pemerintah dapat mempertimbangkan kembali agar pelaksanaannya dimundurkan.

Di sisi lain, Mendagri Tito Karnavian mengatakan pilkada di tengah pandemi covid-19 merupakan momentum untuk memilih pemimpin yang baik dan kuat yang mampu meng- atasi krisis.

“Ini momentum bagi kita juga untuk memilih pemimpin yang baik. Pemimpin yang kuat itu adalah bukan pemimpin di masa aman, di masa damai, bukan, tapi pemimpin yang kuat adalah ketika terjadi badai, ketika terjadi krisis,” kata Tito.

Oleh karena itu, momentum langka pesta demokrasi di era pandemi ini merupakan ujian sekaligus tantangan bagi calon kepala daerah. Kondisi ini untuk menangkap peluang dalam melahirkan gagasan dan inovasi dalam menangani covid-19.

“Nah, ini adalah ujian bagi para calon ini, bagaimana mereka menangani krisis di daerah masing-masing se- hingga diharapkan akan muncul gagasan atau berbuat yang maksimal. Itulah pemimpin yang kuat, pemimpin terpilih di masa krisis, ujian yang sebenarnya,” ujarnya.

Dengan beradu gagasan dan inovasi tentang penanganan covid-19, diharapkan juga mampu menjadi percepatan penanganan covid-19, di

sam ping menekan isu-isu primordial yang kerap muncul dalam kontestasi pilkada. (Cah/Pro/Ant/P-1)

Baca Juga

DOK DPR RI

Anggota DPR Ajak Seluruh Elemen Perkuat Persatuan

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 09:51 WIB
Tujuannya, menuju Indonesia kedepannya yang  lebih adil dan makmur...
Dok.MI

Dua Jenderal Tersangka Suap

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 04:31 WIB
Selaku tersangka pemberi suap ialah Joko Tjandra dan seorang pengusaha, Tommy Sumardi, sedangkan tersangka penerima Irjen Napoleon...
Grafis Medcom.id

APBN 2021 untuk Percepat Pemulihan Ekonomi

👤Dhk/Cah/X-11 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 03:59 WIB
Ketidakpastian global maupun domestik masih akan terjadi. Program pemulihan ekonomi akan terus dilanjutkan bersamaan dengan reformasi di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya