Selasa 14 Juli 2020, 05:47 WIB

Siswa Diminta Biasakan Diri Aktif Berorganisasi

Ins/Bay/YH/PO/JL/DW/Ant/X-7 | Humaniora
Siswa Diminta Biasakan Diri Aktif Berorganisasi

ANTARA
Ilustrasi -- Hari Pertama Anak Sekolah

 

SECARA umum hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2020/2021 dinilai berjalan lancar. Sebagian besar peserta didik masih mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) secara virtual.

Pada kegiatan MPLS di SMA Negeri 6 Jakarta, Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak siswa untuk membiasakan diri aktif berorganisasi.

“Manfaatkan waktu masa muda dengan kegiatan yang positif. Jangan memakai narkoba, miras, dan segala macam bentuk kegiatan negatif lainnya. Gelora semangat jiwa muda harus disalurkan ke hal-hal yang positif, misalnya aktif melalui OSIS maupun kegiatan ekstrakurikuler lain,” kata Bamsoet dalam rilis tertulisnya di Jakarta, kemarin.

Dalam kesempatan itu, ia mewakili para orangtua atau wali murid dalam MPLS melakukan serah terima siswa kepada pihak sekolah.

Secara terpisah, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat meminta orangtua murid dan pihak sekolah mengedepankan pertimbangan kesehatan dan aspek kejiwaan peserta didik dalam memutuskan mekanisme belajar. “Jadikan disiplin menjalankan protokol kesehatan sebuah kewajiban. Secara pribadi saya tidak setuju dengan mekanisme belajar bertatap muka di sekolah pada masa pandemi,” kata Lestari dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, Tim Advokasi Peduli Hukum Indonesia dan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mengaku banyak menerima keluhaan dari para orangtua. Mereka menilai pelaksanaan MPLS dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak fleksibel.

“Kami menerima aduan dari orangtua yang tinggal di Tasikmalaya, Tangerang, Bekasi, dan Jakarta. Mereka khawatir tidak bisa mendampingi anaknya ketika ada live materi pembelajaran dari guru di saat hari kerja,” ujar Juru Bicara Tim Advokasi Peduli Hukum Indonesia Indra Rusmi.

Keluhan yang sama juga diterima JPPI. Para orangtua mengeluh terkait dengan jadwal sekolah yang mereka dapat tidak ada bedanya dengan antara saat normal dan new normal.

Di sisi lain, laporan dari beberapa daerah menunjukkan kegiatan belajar tatap muka sudah dimulai. Di Sumatra Barat, misalnya, kepala dinas pendidikan setempat mengizinkan SMA dan SMK di empat daerah zona hijau melakukan belajar tatap muka, yaitu di Kota Sawahlunto dan Pariaman serta di Kabupaten Pesisir Selatan dan Pasaman Barat.

Adapun di Kabupaten Manggarai Barat dan Kupang, Nusa Tenggara Timur, aktivitas belajar dari SD hingga SMA/SMK dilakukan secara terbatas, baik dalam jumlah siswa di kelas mau pun waktu belajar. Jam belajar pun dikurangi, yak ni 30 menit per mata pelajaran.

Di Kabupaten Muba, Sumatra Selatan, siswa dan guru wajib mengenakan masker, diperiksa suhu badan, dan mencuci tangan saat masuk sekolah. (Ins/Bay/YH/PO/JL/DW/Ant/X-7)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Anggaran Bertambah, Mensos Minta Penyerapan Selesai November 2020

👤Ihfa Firdausya 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 08:45 WIB
Per tanggal 13 Agustus 2020, dengan anggaran Rp134,008 triliun realisasi anggaran Kemensos mencapai Rp75,583 triliun...
Ist

PTI Beri Pelatihan Wirausaha Kuliner kepada Sahabat Disabilitas

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 05:58 WIB
Berkolaborasi dengan  sekolah Highscope Bintaro, pelatihan ini diadakan antara lain untuk menjadi bagian dalam mengatasi kondisi...
Dok Kemendikbud

Bersama Hadapi Korona, Bersama Bangkitkan Bangsa

👤S2-25 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 05:21 WIB
Meski dalam kondisi situasi pandemi, visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya