Selasa 14 Juli 2020, 04:40 WIB

Perbankan Optimistis Bangkit di Triwulan III

(Iam/E-1) | Ekonomi
Perbankan Optimistis Bangkit di Triwulan III

MI/Susanto
Kartiko Wirjoatmodjo (tengah) dan Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso meninjau meninjau UMKM binaan BRI

 

PERBANKAN meyakini triwulan ketiga tahun ini menjadi titik balik bagi mereka untuk bangkit setelah tertekan akibat pandemi covid-19. Ketua Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Kartiko Wirjoatmodjo mengatakan pascarestrukturisasi kredit, perbankan siap untuk menyalurkan kredit baru.

"Kami cukup optimistis bahwa triwulan III ini mulai ada kebangkitan untuk industri perbankan. Kita harapkan permintaan kredit dan juga pertumbuhan modal kerja baru kepada debitur bisa lebih positif," kata Kartiko saat konferensi pers setelah pertemuan dengan OJK, kemarin.

Optimisme itu juga didukung tersedianya penjaminan kredit bagi UMKM dengan nilai maksimal Rp10 miliar. Dirut Bank Rakyat Indonesia Sunarso memaparkan bahwa dari penempatan dana milik pemerintah di BRI, telah disalurkan kredit kepada 245 ribu nasabah.

"Kami laporkan juga bahwa dana Rp10 triliun yang kami terima pada 25 Juni lalu sudah kami salurkan menjadi kredit kepada 245 ribu nasabah UMKM dengan total nilai Rp11,2 triliun," ujar Sunarso.

BRI bersama tiga bank BUMN lainnya, yakni Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, dan Bank Tabungan Negara, mendapat penempatan dana milik pemerintah dengan total Rp30 triliun.

Dalam kesempatan terpisah, Dirut Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja menyatakan pihaknya masih mempelajari skema penempatan dana pemerintah yang bisa juga diberikan kepada bank swasta.

"Saat ini likuiditas kami masih mencukupi karena dana pihak ketiga masih tumbuh dan nasabah masih lancar membayar kewajibannya," katanya. Di sisi lain, pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menilai kondisi industri perbankan saat ini masih baik.

Masyarakat pun diminta tak perlu khawatir mengingat pemerintah dan otoritas juga terus mendukung terciptanya kestabilan sistem keuangan. Piter menyebutkan posisi permodalan atau CAR perbankan hingga saat ini masih di kisaran 20%. Posisi itu melampaui batas permodalan yang ditetapkan dalam Basel I hingga Basel III.

Demikian juga dengan liquidity coverage ratio yang masih terjaga. Memang ada masalah di individual bank, tetapi hal itu menurut Piter masih dalam kondisi yang relatif aman. "Karena kalau kita lihat satu-satu, bank yang dianggap bermasalah, permodalan dan likuiditasnya masih terjaga. Walaupun sudah ada tekanan, belum menunjukkan hal yang perlu dikhawatirkan," ujar Piter. (Iam/E-1)

Baca Juga

DOK BNI SYARIAH

Bhakti BNI Syariah Lindungi Pesantren dari Covid-19

👤Dro/S1-25 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 04:57 WIB
BNI Syariah berkomitmen untuk menjalankan hasanah way, yakni terus menerus berupaya untuk memberikan kebermanfaatan dan kebaikan (hasanah)...
Ist

Amar Bank Raih Best Places to Work 2020

👤Widhoroso 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 02:57 WIB
Penghargaan Best Places to Work 2020 menggunakan metodologi penilaian mulai dari survei terhadap seluruh karyawan, penilaian dari SDM...
DOK MI

Pelayaran Internasional Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Berjalan

👤Widhoroso 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 01:11 WIB
Pada semester I 2020, arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok pada periode Januari-Juni tercatat sebanyak 2,99 juta TEUs, atau turun 7,7...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya