Selasa 14 Juli 2020, 01:10 WIB

Polisi Cokok Dua Pemuda Perakit Bondet

Mohammad Ghazi | Nusantara
Polisi Cokok Dua Pemuda Perakit Bondet

DOK MI
Ilustrasi

 

DUA pemuda di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, ditangkap Kepolisian Resor (Polres) setempat, Senin (13/7). Maliji, 24, dan Mohammad Habilullah, 21, warga Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Sumenep, dicokok polisi karena diduga menjadi peracik bom ikan atau bondet. Keduanya diancam dengan Undang-Undang Darurat dengan ancaman pidana selama 20 tahun.

Polisi menyatakan keduanya menjadi target operasi pembuatan bahan peledak berupa potas dan bom ikan tanpa izin yang beberapa waktu meledak dan kerap digunakan nelayan di wilayah itu. "Sudah lama kami melakukan penyelidikan hingga memastikan untuk menangkap keduanya," kata Kasubag Humas Polres Sumenep Ajun Komisaris Widiarti.

Polisi, kata Widiari, berhasil menyita barang bukti berupa serbuk putih yang dipastikan sebagai bahan utama pembuatan potas dan bondet. Dari hasil pemeriksaan sementara keduanya mengakui telah membuat bondet.

Pihaknya nasih menggali dari mana bahan pembuatan potas dan bondet itu diperoleh. "Kami juga sedang menggali jaringan peredaran hasil produksinya di kalangan nelayan maupun masyarakat umum," kata Widiarti. (R-1)

 

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

BNN Sumsel Musnahkan 7,5 Kilogram Sabu dan Ribuan Ekstasi

👤Dwi Apriani 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 17:55 WIB
BNN Provinsi Sumatra Selatan memusnahkan sabu seberat 7,5 kilogram dan 8.973 butir ekstasi, Selasa...
MI/Heri Sustyo

Forkopimka Serentak Blusukan Gelorakan Jatim Bermasker

👤Heri Susetyo 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 17:51 WIB
Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo serentak membagikan masker untuk mencegah penyebaran...
MI/Heri Susetyo

Forkopimka Serentak Blusukan Gelorakan Jatim Bermasker

👤Heri Susetyo 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 17:38 WIB
Gerakan Jatim Bermasker merupakan perlawanan memutus rantai penularan...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya