Senin 13 Juli 2020, 21:12 WIB

Rentan, 1.053 Pedagang Pasar Positif Covid-19 di 190 Pasar

Putri Anisa Yuliani | Humaniora
Rentan, 1.053 Pedagang Pasar Positif Covid-19 di 190 Pasar

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Pengelola Pasar Pramuka menutup sementara pasar tersebut menyusul satu orang pedagang terkonfirmasi positif COVID-19

 

DARI data Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) sejak 26 Juni hingga saat ini sebanyak 81 pedagang pasar tradisional di Jakarta terpapar covid-19. Sementara itu, saat ini total ada 1.053 positif tersebar di 190 pasar, di 80 Kab/kota dan 26 provinsi.

Ketua Bidang Infokom DPP Ikappi Reynaldi Sarijowan mengatakan ada yang unik pada data terbaru ini. Ia menemukan penambahan kasus yang cukup tinggi dalam seminggu terakhir.

"Kami lihat penambahan itu di wilayah-wilayah yang pemerintah daerahnya masif dalam melakukan rapid test dan swab yang di di pasar tradisional. Ada beberapa provinsi baru yang masuknya jumlah kasus cukup tinggi yaitu Papua," kata Reynaldi dalam keterangan resminya, Senin (13/7).

Di sisi lain, DKI Jakarta masih menjadi provinsi tertinggi kasus covid-19 disusul Jawa Timur. Dari data tersebut Ikappi meminta kepada semua pihak khususnya pemda dan pengelola untuk lebih aktif melakukan edukasi tentang bahaya covid-19 dan melakukan penguatan koordinasi dalam rangka menjalankan protokol kesehatan di pasar tradisional.

"Pada kurun waktu bulan juni 2020 kami lihat bahwa ritme peningkatan teridentifikasi lebih tinggi dibanding bulan bulan sebelumnya. Padahal protokol kesehatan terus di galakkan di pasar pasar. Maka kami minta agar ada penguatan edukasi dan bahaya covid 19 dan memperkuat keterlibatan serta peran pedagang dalam proses protokol kesehatan," tegasnya.

Informasi yang terus Ikappi terima yakni bahwa ketidakpercayaan publik terhadap bahaya covid-19 menjadi faktor utama peningkatan covid 19 di pasar. Disinformasi yang berkembang di bawah khususnya pedagang pasar dan pengunjung.

"Ikappi mendorong agar penguatan terhadap protokol kesehatan di pasar dan edukasi yang harus kita lakukan secara bersama-sama kepada pedagang menjadi hal utama untuk dilakukan. Hal kedua ialah mendorong keterlibatan pedagang dalam proses kebijakan yang diambil atau protokol kesehatan yang di lakukan di pasar," tegasnya.

Catatan lainnya ialah Ikappi mendorong seluruh pasar tradisional di Indonesia , menggunakan sekat plastik untuk menghindari komunikasi langsung antar pedagang dan pembeli. Ini yang paling efektif dibanding kebijakan ganjil genap atau kebijakan pembatasan jam operasional. Karena justru pembatasan jam operasional dapat meningkatkan penyebaran karena akan ada penumpukan di jam-jam tersebut.

Ikappi berupaya dan terus mendorong agar penyebaran covid di pasar segera berhenti, melalui kerjasama dengan semua pihak pemda dan pemprov termasuk juga membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dalam rangka menerapkan kebijakan nasional yang sesuai dengan pedagang.

"Kami juga mendorong sosialisasi kepada anggota kami, jika pasar tradisional sehat ekonomi juga akan tumbuh dan pulih kembali," tukasnya.(OL-4)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Kampanye Lingkungan melalui Fesyen

👤Bagus Pradana 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 01:45 WIB
SELALU ada hikmah di balik musibah. Begitu kata orang, apa lagi bagi mereka yang selalu berpandangan...
Antara/Ampelsa

Pasien Covid-19 Meninggal Dunia, Ini Potensi Penyebabnya

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 23:59 WIB
Diantaranya penanganan yang terlambat, penderita penyakit tidak menular hingga kesediaan fasilitas...
Dok. Yayasan Del

Lawan Covid-19, Yayasan Del Donasikan Ventilator di Sumut dan DKI

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 23:55 WIB
Yayasan Del yang berpusat di Jakarta dan memiliki unit afiliasi di Laguboti, Toba, Sumatera Utara, mendonasikan 5 unit ventilator bagi...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya