Senin 13 Juli 2020, 13:38 WIB

BI: Kegiatan Usaha pada Triwulan II 2020 Terkontrasi -35,75%

Despian Nurhidayat | Ekonomi
BI: Kegiatan Usaha pada Triwulan II 2020 Terkontrasi -35,75%

MI/SUSANTO
BI menegaskan bahwa kegiatan usaha pada triwulan II 2020 mengalami penurunan yang cukup dalam berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha.

 

BANK Indonesia (BI) menegaskan bahwa kegiatan usaha pada triwulan II 2020 mengalami penurunan yang cukup dalam berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU).

Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar -35,75% pada triwulan II 2020, yang terkontraksi lebih dalam dibandingkan dengan -5,56% pada triwulan I-2020.

"Penurunan kegiatan dunia usaha terjadi pada seluruh sektor ekonomi dengan penurunan terdalam pada sektor Industri Pengolahan, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran, sektor Jasa-jasa. Hal tersebut terutama disebabkan oleh penurunan permintaan dan gangguan pasokan akibat pandemi covid-19," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko dilansir dari keterangan resmi, Senin (13/7).

Lebih lanjut, sejalan dengan penurunan kegiatan dunia usaha, kapasitas produksi terpakai dan penggunaan tenaga kerja pada triwulan II 2020 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Baca juga: Cegah Ekonomi Terpuruk, Wapres: Pemerintah Butuh Gagasan Ekonomi

Sementara itu, kondisi likuiditas dan rentabilitas dunia usaha juga menunjukkan penurunan pada triwulan II 2020, dengan akses terhadap kredit perbankan yang lebih sulit.

Meskipun demikian, pada triwulan III 2020, responden optimistis dan memprakirakan kegiatan usaha akan meningkat didukung oleh perbaikan seluruh sektor, dengan SBT sebesar 0,52%. Berdasarkan sektor ekonomi, peningkatan kegiatan dunia usaha diprakirakan terutama pada sektor Pertambangan dan Penggalian, serta sektor Jasa-jasa.

"Peningkatan pada sektor Pertambangan dan Penggalian seiring dengan cuaca yang mendukung dan permintaan yang diperkirakan mulai meningkat. Sementara itu, peningkatan pada sektor Jasa-jasa terutama pada sub sektor administrasi pemerintahan didorong oleh berbagai program pemerintah pusat dan daerah dalam rangka penanggulangan covid-19," pungkasnya. (A-2)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Pengusaha Kena Pajak Diimbau Gunakan E-Faktur 3.0

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 01:18 WIB
Mulai Oktober 2020 pelaporan SPT masa PPN dengan skema comma separated value (CSV) melalui DJP online tidak dapat dilakukan lagi oleh PKP...
Ilustrasi

OJK : Fintech Lending Bisa Dilibatkan Salurkan PEN

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 01:15 WIB
Meskipun sudah mendapatkan rekomendasi dari OJK, Tris menegaskan pihaknya juga selektif dalam pemilihan fintech...
MI/Aries Munandar

Dampak Covid-19 pada Bisnis Perkebunan Sawit

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 00:05 WIB
Food industri akan semakin kuat ke depannya karena work from home (WFH) semua orang mulai memasak di rumah, sehingga perlahan indutri...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya