Senin 13 Juli 2020, 06:24 WIB

Kasus Pernikahan Dini Naik Terus, Kaltim Gelar Geber

Rudi Agung | Humaniora
Kasus Pernikahan Dini Naik Terus, Kaltim Gelar Geber

MI/Rudi Agung
Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan PerlindunganAnak Kaltim, Halda Arsyad

 

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Timur menemukan kasus pernikahan dini yang masih tinggi di wilayah itu. Yaitu ada 953 kasus pernikahan dini atau 13.9 persen. Kepala Dinas Kependudukan,Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kaltim, Halda Arsyad mengatakan pihaknya akan terus berupaya mencegah terjadinya pernikahan dini melalui banyak upaya.

"Angka pernikahan usia dini di Kaltim sebesar 13,9 persen. Ini di atas rata-rata nasional yang tercatat 11,54 persen," ujar Halda, dalam keterangan resminya, Minggu (12/7).
 
Untuk itu guna menekan angka tersebut, Pemprov Kaltim melakukan kerja sama dengan berbagai pihak dengan melakukan pembinaan dari berbagai sisi. Di antaranya melakukan kampanye melalui Gerakan Bersama atau Geber. Nantinya gerakan ini akan memberi pemahaman pentingnya mencegah pernikahan dini. 

"Geber bertujuan melindungi anak dari pelanggaran hak asasi manusia serta mewujudkan program wajib belajar 12 tahun sesuai instruksi Gubernur Kaltim," jelasnya.

Ia menganalisis, ada beberapafaktor yang menjadi penyebab pernikahan dini. Di antaranya faktor budaya, dorongan orang tua dan faktor kemiskinan. Selain itu disebabkan pula faktor anak hamil sebelum menikah yang menjadikan orang tua merasa malu kemudian terpaksa dinikahkan.Faktor lainnya, ada orangtua yang juga merasa malu bila memiliki anak perempuan terlambat menikah dan diberi stigma tidak laku.

baca juga: Angka Pernikahan Dini Indonesia Tertinggi Kedua di Asia Tenggara

Pihaknya mengaku prihatin dengan tingginya pernikahan dini tersebut. Pemprov Kaltim, lanjut Halda, berkomitmen akan terus memberi perlindungan perempuan dan anak melalui program membangun sistem perlindungan anak yang komprehensif. Termasuk mencegah dan menanggulangi kekerasan terhadap anak dan mencegah pernikahan usia dini.

Kasus pernikahan dini di Kaltim terus meningkat dari tahun ke tahun. Rinciannya pada 2017 dari 444 anak menikah usia muda sebanyak 71 laki-laki dan 373 anak perempuan. ahun 2018 dari 472 kasus sebanyak 92 anak laki dan 373 anak perempuan. Kemudian pada tahun ini sudah mencapai 953 kasus.

Kasus pernikahan dini ini ditemukan di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur, kecuali di Kabupaten Mahakam Ulu. Kasus terbanyak di Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 225 kasus dan Kota Samarinda sebanyak 162 kasus. (OL-3)

Baca Juga

Ist

PTI Beri Pelatihan Wirausaha Kulirer kepada Sahabat Disabilitas

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 05:58 WIB
Berkolaborasi dengan  sekolah Highscope Bintaro, pelatihan ini diadakan antara lain untuk menjadi bagian dalam mengatasi kondisi...
Dok Kemendikbud

Bersama Hadapi Korona, Bersama Bangkitkan Bangsa

👤S2-25 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 05:21 WIB
Meski dalam kondisi situasi pandemi, visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan...
Instagram/NIKIZEFANYA

Niki Rekaman Single tanpa Metronom

👤MI 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 04:40 WIB
PENYANYI Niki 21, melakukan sekali rekaman untuk single Lose yang dirilis pada Kamis...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya