Senin 13 Juli 2020, 01:50 WIB

Pemeriksaan Rapid Test untuk Syarat Aktivitas Rugikan Konsumen

Atalya Puspa | Humaniora
Pemeriksaan Rapid Test untuk Syarat Aktivitas Rugikan Konsumen

ANTARA
Pemeriksaan rapid test sebagai syarat melakukan aktivitas publik dinilai merupakan hal yang sia-sia.

 

YAYASAN Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai pemeriksaan rapid test sebagai syarat melakukan aktivitas publik merupakan hal yang sia-sia. Pasalnya, tingkat akurasi pemeriksaan rapid test yang rendah tidak dapat dijadikan patokan apakah seseorang terinfeksi covid-19 atau tidak.

"Itu akan menjadi sia-sia. Konsumen hanya mendapat beban biaya tambahan perjalanan saja," kata Rosita, Minggu (12/7).

Ditambah lagi, kata Rosita, kualitas dan standardisasi alat rapid test masih belum ada. Sehingga jaminan kualitas alat yang beredar kini juga masih dipertanyakan.

Rosita menilai, jika dilihat dari fungsinya, rapid test adalah untuk kepentingan penelitian epidemiologi yaitu screening kasus. "Untuk itu, pemeriksaan rapid test sebaiknya dikembalikan ke fungsi awal dan rapid test tidak dijadikan sebagai prasyarat aktivitas publik," katanya.

Sepertu diketahui, Kemenkes juga telah membuat patokan tarif rapid test yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/I/2875/2020. SE yang ditandatangani Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Bambang Wibowo.

Direktur PT Prodia Diagnostic Line yang juga tergabung dalam Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia, Cristina Sandjaja mengungkapkan terdapat sejumlah faktor yang menjadikan alat rapid test memiliki harga yang bervariasi.

"Faktor utama adalah material penyusun yang digunakan, jenis, konsentrasi material. Selain itu, biaya tetap industri dan jalur distribusi dan biaya logistik," kata Cristina.

Namun, Cristina menyebut pihaknya menyambut baik ditetapkannya batasan harga rapid test oleh Kemenkes. "Jelas disampaikan dalam Surat Edaran bahwa batasan itu dilakukan untuk memberikan jaminan bagi masyarakat agar lebih mudah mendapatkan layanan pemeriksasan," tandasnya. (R-1)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

Panglima Perintahkan Babinsa Disiplinkan Protokol Kesehatan

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 08:09 WIB
Para Komandan Satuan Kewilayahan diminta berkoordinasi dengan polisi mengiatkan patroli penerapan protokol kesehatan di ruang...
ANTARA/Bayu Pratama S

GP Ansor Luncurkan Program WiFi Gratis untuk Pelajar

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 07:13 WIB
Fasilitas internet gratis tersebut dipasang di rumah-rumah kader Ansor atau sekretariat GP Ansor yang...
Twitter.com/m_fikris/Medcom.id

Terseret Jarik, Gilang Dipenjara

👤HS/Ant/N-2 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 05:44 WIB
Fetish merupakan ketertarikan atau rangsangan secara seksual pada organ tubuh atau benda nonseksual. Contohnya ibu jari, rambut, atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya