Senin 13 Juli 2020, 00:35 WIB

Hagia Sophia, Keajaiban dari Semua Keajaiban Istanbul 

Hagia Sophia, Keajaiban dari Semua Keajaiban Istanbul 

AFP
Petugas keamanan sedang berjaga di luar Museum Hagia Sophia

 

SEBUAH permata arsitektural dan saksi tentang sejarah yang berubah, Hagia Sophia, katedral Bizantium abad ke-6 di persimpangan Eropa dan Asia sekali lagi menghadapi nasibnya. 

Pengadilan Turki menetapkan pada Jumat (10/7) berdasarkan keputusan presiden 1934 yang mengubah situs tersebut sebagai museum untuk dikembalikan menjadi masjid. Sebagai ikon arsitektur di persimpangan antara Asia dan Eropa, Hagia Sophia menjadi museum pada 1934 dan merupakan pusat keputusan yang sangat politis terkait dengan statusnya.

Langkah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk mengubah tengara Istanbul menjadi masjid telah memicu keprihatinan internasional. UNESCO mengingatkan perubahan status dapat memicu tinjauan warisan dan Moskow menegaskan kembali bahwa bangunan itu ialah karya besar dunia yang memiliki nilai suci untuk Rusia.

Ini adalah episode terbaru dalam sejarah yang kaya dari bangunan Bizantium abad ke-6 yang telah menjadi saksi amukan perang, penaklukan, dan upaya untuk mengambil kekuatan simbolisnya.

Pembangunan katedral ini dimulai pada 532. Kaisar Bizantium Justinianus memercayakan arsitek Isidore dari Miletus dan Anthemius of Tralles dengan misi membangun sebuah bangunan Kristen terbesar di dunia.


Kubah terbesar di dunia

“Justinianus memiliki basilika menakjubkan yang dibangun,” kata Frederic Hitzel, peneliti dan spesialis dalam sejarah Ottoman di CNRS (Pusat Nasional Prancis untuk Penelitian Ilmiah) yang berpusat di Paris.

“Pengunjung terkesan dengan dimensinya, khususnya kubah, yang merupakan yang terbesar di dunia pada saat itu (tinggi 55 meter dan diameter 30 meter) dan yang tetap demikian hingga pembangunan Santo Petrus di Roma seribu tahun kemudian,” sambungnya seperti dilansir France 24.

Setelah peresmiannya pada 537, gereja ini menjadi tempat kedudukan patriarkat ortodoks dan menjadi tuan rumah penobatan kaisar Bizantium. 


Jatuhnya Konstantinopel

Pada 1453, Konstantinopel jatuh ke tangan Ottoman. Sementara itu, sebagian besar situs Kristen di kota telah dijarah. Sultan Mehmed II memerintahkan agar Hagia Sophia dilestarikan dan kemudian diubah menjadi masjid. Ini menandai awal dari era baru basilika, yang
ditambahkan menara.

“Mehmed II memiliki istana kekaisaran Topkapi yang dibangun di dekatnya dan ia pergi berdoa setiap Jumat dalam prosesi,” kata Hitzel.

“Hagia Sophia kemudian menjadi model untuk pembangunan masjid lainnya, seperti Masjid Suleymaniye yang dibangun antara 1550 dan 1557 oleh arsitek terkenal Sinan dan Masjid Sultan Ahmed yang dikenal sebagai Masjid Biru, diresmikan pada 1616,” imbuhnya.

Selama berabad-abad, tiga menara ditambahkan lagi ke Hagia Sophia dan mosaikmosaik Kristen yang tidak disentuh Mehmed II, akhirnya ditutupi dengan plester dari 1750 dan seterusnya. (Van/France24/I-1)

Baca Juga

AFP

Warga Panik Saat Ledakan Guncang Libanon

👤MI 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 02:55 WIB
LEDAKAN di pelabuhan Beirut, Selasa (4/8), terasa di seluruh kota dan sekitarnya. Peristiwa itu menyebabkan kerusakan parah dan...
AFP

Simpati dan Dukungan Mengalir ke Libanon

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 02:35 WIB
LEDAKAN dahsyat di area Pelabuhan Beirut, Selasa (4/8), menimbulkan kerugian besar bagi Libanon yang baru saja pulih dari krisis...
AFP/Filippo MONTEFORTE

Paus Fransiskus Berdoa bagi Korban Ledakan Beirut

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 23:38 WIB
Libanon tengah berduka setelah ledakan dahsyat mengguncang ibukota Beirut dan daerah sekitarnya pada Selasa...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya