Minggu 12 Juli 2020, 18:15 WIB

Tracing Masif Perlu Dilakukan untuk Tekan Klaster Baru Covid-19

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Tracing Masif Perlu Dilakukan untuk Tekan Klaster Baru Covid-19

Instagram @lestarimoerdijat
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

 

PARA pemangku kepentingan dalam penanggulangan Covid-19 di Tanah Air diminta meningkatkan kapasitas testing, tracing, dan kapasitas penanganan medis, menyusul munculnya klaster penyebaran baru di sejumlah daerah.

"Semakin besar kapasitas tes cepat di satu daerah harus diimbangi dengan kecepatan dan ketepatan dalam pelacakan (tracing) yang masif, sehingga menekan bermunculannya klaster-klaster baru penyebaran Covid-19," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/7).

Baca juga: 

Dalam beberapa pekan terakhir, menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, bermunculan klaster-klaster penyebaran baru virus korona di sejumlah daerah. Mulai dari klaster industri, pasar, desa, acara keagamaan, perusahaan hingga yang terbaru klaster asrama seperti di Secapa TNI AD di Bandung, Jawa Barat.

Legislator Partai NasDem itu berharap kedisiplinan dan kewaspadaan masyarakat terus ditingkatkan menghadapi potensi penyebaran virus korona yang semakin meluas di tengah aktivitas masyarakat.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia terus meningkat setiap harinya. Pada Jumat (10/7), tercatat penambahan 1.611 orang yang dinyatakan positif sehingga total keseluruhan penderita COVID-19 di Tanah Air 72.347 pasien.

Menurut Rerie, peningkatan jumlah kasus Covid-19 harian dan temuan sejumlah klaster sebaran baru menunjukkan laju infeksi virus korona di Tanah Air belum mampu dikendalikan, seiring dimulainya pelonggaran aktivitas menuju kenormalan baru.

"Pemerintah pusat dan daerah harus mengevaluasi sejumlah langkah untuk menemukan upaya yang tepat dalam pengendalian Covid-19 saat pelonggaran PSBB dilakukan," ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, tambah Rerie, pemerintah harus memperbesar kapasitas penanganan medis dan lebih penting lagi mendisiplinkan masyarakat untuk konsisten menerapkan jaga jarak dan jaga kebersihan diri serta lingkungan.

Lebih dari itu, tegas Rerie, kewaspadaan dan kedisiplinan masyatakat menjalankan protokol kesehatan wajib ditingkatkan. Apalagi, tambahnya, pada Senin (13/7), di wilayah yang masuk zona hijau, mulai melakukan kegiatan belajar dan mengajar di awal tahun ajaran baru.

"Jangan sampai di sekolah di zona hijau malah menjadi klaster penyebaran baru karena para pengelola sekolah, siswa dan orang tua murid mengabaikan protokol kesehatan," tegasnya. (RO/OL-6)

Baca Juga

MI/ROMMY PUJIANTO

Eks Kepala LP Sukamiskin akan Disidang di Bandung

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:15 WIB
Dalam perkara sebelumnya yang juga berkaitan dengan suap fasilitas di LP Sukamiskin, Wahid Husein divonis delapan tahun...
MI/INDRIYANI ASTUTI

KY : Calon Hakim Agung Harus Sertakan Pakta Integritas

👤Indriyani Astuti 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 15:50 WIB
Pakta integritas berupa komitmen berperilaku jujur untuk seleksi kualitas yang dilakukan secara...
Dok: Setwapres

Wapres Sebut Lebih dari 50 Persen Jabatan Birokrasi Terpangkas

👤Emir Chairullah 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 15:17 WIB
Penyederhanaan birokrasi harus dilakukan dengan tetap memperhatikan pelaksanaan tugas dan fungsi...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya