Minggu 12 Juli 2020, 15:38 WIB

Mengenang Genosida 8.000 Muslim Bosnia oleh Tentara Serbia

Deri Dahuri | Internasional
Mengenang Genosida 8.000 Muslim Bosnia oleh Tentara Serbia

getty Image/AFP
Lokasi pembantaian massal muslim Bosnia oleh tentara Serbia di wilayah Srebrenica, Bosnia.

 

KALANGAN muslim Bosnia mengenang peringatan 25 tahun aksi pembantaian massal di Srebrenica, Bosnia, pada Sabtu (11/7). Aksi kekejian terburuk dan sangat memilukan dalam sejarah Eropa sejak Perang Dunia II itu dikenang dalam peringatan sederhana yang diwarnai ancaman pandemi virus korona.  

Peringatan sebagai tindakan ethnic cleansing terorganisiri terhadap kaum muslim Bosnia oleh tentara Serbia juga dengan peletakan sisa sembilan korban pembantaian yang diketahui dalam setahun terakhir.
 
Aksi genosida warga muslim Bosnia terjadi 11 Juli 1995. Saat itu, setelah menguasai wilayah Srebrenica, Bosnia, pasukan militer Serbia menangkap dan membantai secara keji sekitar 8.000 pria dan anak-anak muslim selama beberapa hari. 

Sehad Hasanovic, 27, adalah salah satu dari sekitar 3.000 kerabat korban yang menghadiri peringatan aksi kekejian dalam sejarah Eropa pasca-Perang Dunia II. 
 
Saat berusia 2 tahun, Sehad harus kehilangan ayahnya yang dibantai tentara Serbia dengan alasan agama. "Betapa pilunya saat Anda melihat seseorang yang dipanggil ayah sudah tidak ada," kata Hasanovic sambil menangis mengenang saat itu.
 
Sehad ingat ayahnya yang bernama Semso yang dibawa tentara Serbia ke hutan dan tidak pernah kembali. "Di hutan itu telah ditemukan berserakan tulang-tulang manusia," ucapnya.

Saudara laki-lakinya, Sefik dan Sevko, seperti juga ayahnya, Semso, juga dibunuh secara sistematis oleh pasukan Serbia yang dipimpin Jenderal Ratko Mladic yang dijuluki ‘Butcher of  Bosnia’ bersama para pria dewasa dan remaja.  

"Para suami dari empat saudara perempuan saya terbunuh," kata Ifeta Hasanovic, 48, yang suaminya Hasib adalah salah satu dari sembilan korban yang jasadnya telah diidentifikasi sejak Juli 2019.
 
"Adikku terbunuh, begitu juga putranya. Ibu mertuaku kehilangan putra lain dan juga suaminya," ucap Ifeta.

Sementara itu, sejauh ini sebanyak 6.900 korban telah ditemukan dan tersebar di lebih dari 80 kuburan massal.

Di sisi lain, hingga kini, sang pembantai kaum muslim yang juga panglima militer Serbia, Ratko Mladic, masih dihormati sebagai pahlawan oleh sebagian orang Serbia.

Mladic telah  dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan PBB pada tahun 2017 atas kejahatan perang termasuk genosida di Srebrenica. Namun  kini Mladic sedang menunggu keputusan bandingnya.

Radovan Karadzic, seorang pemimpin politik perang Serbia Bosnia, yang bertanggung jawab atas aksi genosida terhadap ribuan muslim Bosnia  juga dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di Pengadilan Internasional, Den Haag, Belanda.

Presiden Prancis kecam genosida di Eropa

Di sisi lain, Bakir Izetbegovic, pemimpin partai politik utama Muslim Bosnia (SDA) dan putra Alija Izetbegovic, Presiden Bosnia pada saat konflik, menyerukan kepada dunia untuk mendorong kembali melawan para pembantai yang sampai sekarang menolak bertanggung jawab.

 "Komunitas internasional mengecam pembataian di Srebrenica 25 tahun yang lalu, tetapi masyarakat interenasional memiliki kesempatan untuk membela kebenaran dengan menolak pembelaan para pelaku," kata Bakir Izetbegovic.

Pada Sabtu (11/7),  Presiden Prancis Emmanuel Macron menggambarkan peristiwa 25 tahun lalu sebagai "simbol penderitaan dari kegagalan komunitas internasional untuk melindungi populasi sipil yang paling membutuhkan bantuannya".

 Saat menyerukan rekonsiliasi, Macron menegaskan, "Tidak ada tempat untuk membantah, merevisi sejarah atau dukungan untuk para penjahat perang.”  (AFP/OL-09)

Baca Juga

AFP

10 Pelaut Filipina Ditemukan Selamat dari Ledakan di Beirut

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 10:59 WIB
Menurut pernyataan dari pemerintah Filipina, para pelaut tersebut mengalami luka ringan dan kini sedang dirawat perusahaan perkapalan...
AFP/OLIVIER DOULIERY

Facebook dan Twitter Hapus Postingan Trump

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 10:54 WIB
Facebook pada Rabu (5/8) menghapus postingan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, lantaran dinilai telah melanggar aturan perusahaan...
Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi: Indonesia Stands with Lebanon

👤Henri Siagian 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 10:12 WIB
Presiden mendoakan bagi seluruh warga dan ledakan di...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya