Minggu 12 Juli 2020, 13:15 WIB

Geliat Ekonomi Masyarakat di Hutan Boyolali

Atalya Puspa | Humaniora
Geliat Ekonomi Masyarakat di Hutan Boyolali

Dok Humas KLHK
Menteri LHK Siti Nurbaya dalam kunjungan ke Boyolali, Minggu (12/7)

 

Perhutanan sosial menjadi salah satu program pengungkit pulihnya kembali pertumbuhan ekonomi pada tingkat tapak. Melalui perhutanan sosial, pemerintah menyalurkan stimulan bantuan ekonomi produktif, peningkatan kapasitas produksi komoditas kelompok tani sekitar hutan, serta mendorong kemandirian sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar hutan.

Mendukung hal tersebut, Menteri LHK beserta jajaran melakukan supervisi untuk memastikan berbagai kerja lapangan dilakukan dengan baik. Pada rangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah, Menteri LHK Siti Nurbaya hadir untuk menyapa, menyemangati, dan memantau perkembangan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), pada Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) Wono Lestari I dan II, di Kemusu, Kabupaten Boyolali.

Baca juga: LHK dan PU-Pera Atasi Kebakaran Hutan
 

"Ini merupakan kali keempat saya kesini. Sebelumnya saat proses identifikasi, serta saat persiapan, dan kunjungan Bapak Presiden dalam rangka penyerahan SK Perhutanan Sosial Bulan November Tahun 2017," tutur Siti dalam keterangan resmi, Minggu (12/7).

Di hadapan anggota Kelompok Tani Hutan Wono Lestari, Siti kembali menegaskan komitmen Presiden Joko Widodo mengenai keberpihakan terhadap masyarakat.

"Bapak Presiden mempunyai gagasan mulia dengan memberikan akses legal kepada rakyat untuk memanfaatkan hutan selama 35 tahun yang bisa diperpanjang sampai 70 tahun," terangnya.

Siti mengungkapkan, Presiden mempunyai cita-cita, meski usahanya dijalankan oleh rakyat, tetapi manajemen bisnisnya kelas korporat.

"KUPS ini nantinya merupakan kelompok usaha dengan manajemen kelas bisnis, jadi dalam penerapannya harus tertanam jiwa pebisnis," katanya.

Selain manajemen yang baik, aspek lain yang perlu dikembangkan yaitu teknologi, melalui intervensi peralatan, dan pendampingan teknologi bibit unggul. Selanjutnya, KUPS ini perlu didampingi dalam pemasaran, dan permodalannya.

"Kita akan bina dan berikan pendampingan menurut spesifikasi usahanya," ucap Siti.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Bambang Supriyanto menyampaikan KTH Wono Lestari mengembangkan 5 KUPS sebagai komoditas utamanya, yaitu kayu putih, jagung, bambu, ternak, dan minyak kayu putih.

Manfaat ekonomi telah dirasakan oleh Kelompok Tani IPHPS Wono Lestari dengan menjalankan komoditas utamanya yaitu produksi minyak kayu putih. Kelompok ini telah memanen tanaman daun kayu putih seluas 60 ha dengan hasil 98 ton daun kayu putih. Dari hasil 98 ton daun kayu putih dapat diproduksi minyak kayu putih sebanyak 596 liter atau identik 554 kilogram. Hasil produksi tersebut mampu menghasilkan nilai ekonomi sebesar Rp157 juta per daur panen (7–9 bulan).

"Hal ini menunjukkan bahwa Program Perhutanan Sosial mampu menumbuhkan geliat ekonomi masyarakat khususnya para petani hutan serta menopang pertumbuhan ekonomi lokal," katanya.

Dukungan pengembangan Perhutanan Sosial pun diberikan Anggota Komisi IV DPR RI Luluk Nur Hamidah. Dia menyatakan dukungannya agar program seperti ini dapat diperbanyak.

"Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, tentu upaya seperti ini sangat kita dukung, di berbagai kesempatan kami raker di Komisi IV, kami mohon kepada Ibu Menteri LHK untuk diperbanyak program-program yang bisa memakmurkan, mensejahterakan, terutama masyarakat di sekitar hutan, termasuk seperti yang bapak ibu lakukan, jadi kita akan dukung sepenuhnya program KLHK untuk memperbanyak program seperti ini dan memperbesar anggarannya," tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, diserahkan bantuan alat ekonomi produktif kepada anggota KTH Wono Lestari. Bantuan tersebut terdiri dari peralatan produksi kerajinan bambu, bantuan modal usaha (Bang PeSoNa) berupa bibit tanaman kayu putih dan hewan ternak kambing, bantuan bibit tanaman kayu putih sebanyak 25.000 batang dari Perum Perhutani serta bantuan bibit pohon manga (MPTS) dari Balai Pengelolaan DAS Pemali Jeratun.

Ketua KTH Wonolestari II Suwarji yang mewakili anggotanya mengucapkan terima kasih kepada Menteri LHK dan para pihak yang telah memberikan bantuan alat ekonomi produktif bagi kelompoknya.

"Kami sangat berterima kasih karena dengan program Perhutanan Sosial, kami sudah menikmati hasilnya. Kita juga dibantu peralatan penyulingan, dan pelatihan-pelatihan. Meski begitu, kami masih banyak memerlukan bantuan dan bimbingan dari Kementerian dan Pemerintah Daerah," tuturnya. (H-3)

Baca Juga

Medcom.id

BPOM Cari Alternatif Vaksin Lain untuk Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 17:32 WIB
Indonesia memiliki berbagai peluang sumber vaksin untuk bisa diproduksi nantinya. Karena, seluruh dunia juga melakukan hal yang sama untuk...
DOK Media Academy

SKK Migas dan Media Academy Kerja Sama Pelatihan Penulisan Berita

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 17:12 WIB
Pelatihan secara online tersebut melibatkan narasumber dari Metro TV, Medcom.Id, Media Indonesia, Detikcom dan Majalah...
AFP/Thomas SAMSON

Satgas Covid-19 Minta 12 Provinsi Tekan Angka Kematian

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 17:12 WIB
Jika dilihat secara nasional, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia memang masih tinggi yakni 4,5% dari total keseluruhan kasus...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya