Minggu 12 Juli 2020, 12:16 WIB

AS Keluar dari WHO, Taiwan Kian Sulit Bergabung

Faustinus Nua | Internasional
AS Keluar dari WHO, Taiwan Kian Sulit Bergabung

AFP/MANDEL NGAN
Presiden AS Donald Trump

 

KEPUTUSAN Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menarik diri dari badan kesehatan dunia WHO tidak hanya berdampak pada negaranya sendiri. Salah satu negara yang turut terdampak adalah Taiwan, lantaran pulau yang diklaim milik Tiongkok itu tengah berjuang untuk kembali bergambung bersama WHO.

Dikutip South China Morning Post, AS merupakan negara kuat yang selama ini mendukung Taiwan. Namun, dengan keputusan mundur dari WHO, akan semakin mempersulit langkah pemerintah Taipei ke depan.

Baca juga: Tuntut Presiden Mundur, Demontrasi di Mali Terus Berlanjut

Yen Chen-shen, seorang peneliti senior di Institut Hubungan Internasional Universitas Nasional Chengchi, mengatakan Taipei telah mengandalkan Washington terkait penawaran bergabung dalam Dewan Kesehatan Dunia (WHA/ World Health Assembly). Taiwan dinilai berhasil menangani penyebaran virus dari Tiongkok daratan.

"Ini sangat memalukan. Pemerintah Tsai telah menganggap AS sebagai mitra yang dapat diandalkan dan ramah sejak Donald Trump menjadi presiden pada 2017 dan memilih untuk bersekutu dengan Taiwan dalam menghadapi Beijing," kata Yen seperti dilansir SCMP.

Menurutnya, meski kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik resmi, Washington telah menunjukkan dukungan kuat untuk Taipei di panggung global. Salah satunya adalah menyerukan agar Taiwan diberi status pengamat di WHA menjelang pertemuan terakhir pada Mei.

Li Da-jung, seorang profesor studi strategis di Universitas Tamkang di Taipei, mengatakan keputusan Trump pada badan kesehatan global adalah ujian bagi pemerintah Tsai karena mempertimbangkan apakah akan melanjutkan kampanye WHA-nya. Dia meminta Taipei untuk berhati-hati menentukan langkah selanjutnya.

"Dalam penarikan, AS tidak menyebutkan Taiwan, juga tidak mengumumkan rencana untuk membentuk kelompok baru, pengganti WHO," ungkap Li.

Baca juga: Imam di Beijing Minta Muslim Tiongkok Dukung Kebijakan Soal Haji

"Jika Taiwan mengikuti langkah AS dan memutuskan untuk tidak melanjutkan kampanye. Pada dasarnya itu akan melepaskan tujuan jangka panjang ini dan tanpa kelompok alternatif untuk bergabung, ini akan berakhir, mengisolasi diri dari sistem kesehatan dunia," sambungnya.

Sebelumnya, Taipei merupakan bagian dari WHO. Namun, pada 1972, mereka keluar dari badan PBB itu, setahun setelah Beijing bergabung. Melalui kampanye yang panjang, Taiwan bergabung kembali sebagai pengamat WHA pada tahun 2009. Kini, mereka ingin kembali bergabung bersama WHO untuk bersama-sama menghadapi krisis kesehatan dunia. (SCMP/OL-6)

Baca Juga

AFP/Mauro PIMENTEL

Angka Kematian Akibat Covid-19 di Brasil Tembus Angka 100 Ribu

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 09:26 WIB
Kementerian Kesehatan Brasil melaporkan 905 kematian dalam tempo 24 jam, serta 49.970 kasus baru...
AFP/AHMAD GHARABLI

Ada Ancaman, Aksi Anti-Netanyahu Dikawal Polisi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 09:05 WIB
Ekstremis sayap kanan Yona Avrushmi dipenjara selama 27 tahun karena melemparkan granat yang menewaskan seorang demonstran yang memprotes...
AFP/Ahmad GHARABLI

Ribuan Orang Israel Bergabung dalam Protes Anti-Netanyahu

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 06:53 WIB
Para pengunjuk rasa marah terhadap penanganan pemerintah atas krisis covid-19 dan mengatakan Netanyahu tidak boleh tetap menjabat saat...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya