Minggu 12 Juli 2020, 11:00 WIB

Terkait E-KTP Joko Tjandra, Lurah Grogol Selatan Dinonaktifkan

Putri Anisa Yuliani | Politik dan Hukum
Terkait E-KTP Joko Tjandra, Lurah Grogol Selatan Dinonaktifkan

MI/RAMDANI
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan buka suara atas penerbitan e-KTP buronan kasus hak tagih Bank Bali Joko Tjandra. Anies menegaskan sudah menonaktifkan Lurah Grogol Selatan Asep Subahan akibat penyalahgunaan kewenangan dalam pemberian pelayanan penerbitan e-KTP atas nama Joko Sugiarto Tjandra.

“Laporan investigasi Inspektorat sudah selesai dan jelas terlihat bahwa yang bersangkutan telah melanggar prosedur penerbitan e-KTP tersebut. Ini fatal, tidak seharusnya terjadi. Yang bersangkutan telah dinonaktifkan dan akan dilakukan penyelidikan lebih jauh," ujar Anies dalam keterangan resminya, Minggu (12/7).

Baca juga: Editor Metro TV Dianiaya sebelum Dibunuh

Seperti diungkapkan dalam laporan kepada Gubenur Provinsi DKI Jakarta Kepala Inspektorat Provinsi DKI Jakarta Michael Rolandi, pada Sabtu (11/7), menyebut bahwa Lurah Grogol Selatan telah berperan aktif yang melampaui tugas dan fungsinya dalam penerbitan e-KTP tersebut.

Untuk diketahui, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta dapat memberikan pelayanan penerbitan e-KTP bagi warga DKI Jakarta secara lebih cepat karena ketersediaan blanko e-KTP yang dilengkapi dengan sistem yang baik dan jaringan yang kuat.

Namun, perlu diketahui pula, sistem Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi di Indonesia, termasuk di Provinsi DKI Jakarta tidak tersambung atau terintegrasi dengan Kementerian Hukum dan HAM, dalam hal ini Direktorat Administrasi Hukum Umum dan Imigrasi.

Sesuai kewenangan integrasi sistem instansi vertikal, berada di Kementerian Hukum dan HAM dengan Kemendagri. Sehingga, pemerintah daerah belum mampu melaksanakan pengawasan terhadap mobilitas penduduk antarnegara dan tidak mendapatkan pemberitahuan terkait status kenegaraan seseorang, dalam hal ini adalah status kenegaraan atas nama Joko Sugiarto Tjandra.

"Pelajaran bagi semua, agar semua aman, maka selalu taati prosedur. Itu perlindungan terbaik. Berikan pelayanan terbaik, tercepat, tapi jangan lakukan pelanggaran prosedur dan jangan mengurangi persyaratan, apalagi dalam urusan administrasi kependudukan," tegas Anies.

Sementara itu dari hasil investigasi Inspektorat DKI, pembuatan e-KTP dilakukan dengan kronologi sebagai berikut:

1. Lurah melakukan pertemuan dengan Pengacara Anita Kolopaking pada bulan Mei 2020 di Rumah Dinas Lurah untuk melakukan permintaan pengecekan status kependudukan Joko Sugiarto Tjandra;

2. Lalu, Lurah meminta salah seorang operator Satpel Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kelurahan Grogol Selatan untuk melakukan pengecekan data kependudukan Joko Sugiarto Tjandra, setelah pertemuan dengan Pengacara Anita Kolopaking;

3. Pada tanggal 8 Juni 2020, Lurah menerima dan mengantarkan sendiri rombongan pemohon ke tempat perekaman biometric (menemui petugas operator Satpel Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kelurahan Grogol Selatan);

4. Kemudian, Lurah meminta operator Satpel Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kelurahan Grogol Selatan memberikan pelayanan penerbitan e-KTP atas nama Joko Sugiarto Tjandra dengan hanya menunjukkan KTP dan Kartu Keluarga milik Joko Sugiarto Tjandra yang tersimpan dalam handphone milik Lurah;

5. Lurah turut mendampingi / menunggui duduk di samping operator selama proses pelayanan penerbitan e-KTP Joko Sugiarto Tjandra;

6. Lurah sebagai pihak pertama yang menerima e-KTP yang sudah dicetak oleh operator serta sebagai pihak yang menyerahkan langsung e-KTP tersebut kepada Joko Sugiarto Tjandra;

7. Perbuatan Lurah tersebut mengakibatkan operator Satpel Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kelurahan Grogol Selatan dalam menjalankan pelayanan penerbitan e-KTP atas nama Joko Sugiarto Tjandra tidak melaksanakan sesuai/mengabaikan SOP yang berlaku, karena merasa sungkan kepada Lurah.  (OL-6)

Baca Juga

MI/Moh Irfan

MAKI Ungkap Sosok 4 Saksi Kasus Surat Jalan Palsu Joko Tjandra

👤Yakub Pryatama 🕔Senin 10 Agustus 2020, 15:41 WIB
Keempat saksi tersebut Tommy Sumardi yang diduga meminta bantuan Prasetijo untuk dikenalkan ke pejabat Divhubinter, lalu Vlady, Rahmat dan...
Antara

Pembentukan Lembaga Pengawas Independen Masti Masuk RUU PDP

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Senin 10 Agustus 2020, 15:13 WIB
Lembaga atau otoritas pengawas independen dalam RUU Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) dinilai sebagai hal yang tidak bisa...
DOK DPR RI

RUU Ciptaker Dapat Melemahkan Peran KPI

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 10 Agustus 2020, 15:00 WIB
RUU Ciptaker yang memasukkan kandungan revisi UU Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran berpotensi melemahkan peran Komisi...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya