Minggu 12 Juli 2020, 10:38 WIB

Sisihkan Ribuan, Hairstylist Indonesia Jawarai Kompetisi Global

Sri Purwandhari | Weekend
Sisihkan Ribuan, Hairstylist Indonesia Jawarai Kompetisi Global

Instagram @budiputrahair
Salah satu hasil karya Budi Putra yang disertakan dalam kompetisi, Lily.

Indonesia memiliki banyak anak muda berbakat yang membanggakan. Budi Putra ialah satu di antaranya.

Pria berusia 28 tahun dari W2 Salon ini berhasil meraih Juara 1 dan meraih gelar The Best of The Best Master Hair Artist in the World 2020 dalam perlombaan hairstyling tingkat dunia yang diselenggarakan secara online oleh Georgiy Kot, the Master Hair Artist of the World.

Lomba tersebut diikuti oleh 8.000 peserta penata rambut dunia dari total 65 negara. Perlombaan berlangsung sejak April hingga Juli 2020 dan diselenggarakan secara online di grup tertutup. 

Ada 7 babak penyisihan yang diharus dilewati oleh peserta. Setiap babak berlangsung selama 5-6 hari. Pada setiap babak, para peserta harus mengerjakan 5-6 hairstyle.

“Jadi, setiap hari peserta harus mengerjakan satu hairstyle sesuai dengan referensi tema hairstyle yang ditetapkan penyelenggara,” kata Budi. 

“Referensi hairstyle ini biasanya baru diinformasikan kira-kira pukul 22.00 WIB karena perbedaan waktu antara Jakarta dan Rusia,” sambungnya. 

 Budi menyebut panitia selalu menentukan referensi atau model hairstyle yang harus dikerjakan oleh peserta. “Ada referensi hairstyle yang benar-benar wajib diikuti 100%, tapi ada pula yang hairstyle yang dibebaskan. Artinya peserta boleh melakukan pengembangan dari referensi yang ditetapkan,” jelas Budi.

Untuk hairstyle yang dikembangkan, imbuh Budi,  tentu saja tergantung dari kreativitas masing-masing peserta.

Dukungan tim

Budi beruntung memiliki orang-orang yang sangat mendukungnya, yaitu Willy Wahyudi sebagai Art Director dan mentor dari W2 Artist. Mereka semua berperan besar dalam mendukungnya meraih kemenangan. 

Terlebih lagi, kata Budi, karena perlombaan ini bersifat maraton dan ada perbedaan waktu, proses pengerjaan satu macam hairstyle harus dilakukan dengan cepat dan sempurna. “Agar tidak tertinggal, karena setiap harinya diumumkan hairstyle selanjutnya yang harus dikerjakan,” jelasnya.

Padahal, imbuh Budi, proses pengerjaan satu macam hairstyle saja bisa memakan waktu 3-4 jam. Oleh karena itu, dalam prosesnya memerlukan persiapan yang matang dan ketelitian yang tinggi. 

Budi mengaku mengerjakan sendiri hairstyle-nya. “Namun, teknik Rusia boleh dikatakan berbeda dengan berbagai teknik sanggul yang pernah ada di Indonesia atau sanggul pada umumnya. Tidak semua orang bisa,” papar Budi.

Maka Willy pun turun tangan. Dia membagi tugas ke setiap departemen yang ada di W2 Salon. Make-up dilakukan oleh @erikajennings, dan hair color oleh @reyhairstylist. 

“Saya sangat beruntung mempunyai Willy Wahyudi yang mengerti industri yang saya tekuni ini, sehingga  dalam perlombaan ini, perannya sebagai mentor saya sangatlah besar,” ungkap Budi.

Selain itu, Budi di-support oleh perancang busana Sebastian Gunawan dan perancang aksesoris Rinaldy A Yunardi. “Mereka berdua sangat membantu saya dalam mengombinasikan antara hairstyle dengan busana dan aksesoris rambut untuk mendapatkan overall look yang sempurna,” ujar Budi.

 

Prosesnya

“Ketika kita mendapatkan reference, waktu di Indonesia sudah pukul 10 malam. Lalu saya bersama mentor langsung diskusi. Itu yang terjadi setiap malam,” kata Budi.

Bahkan, lanjutnya, diskusi bisa terjadi sampai pagi hari. “Sampai kita fix mau buat seperti apa,” tambahnya. 

Budi mengakui dengan jujur bahwa dalam hal soal ide serta keterampilan, sang mentor, Willy, jauh lebih berpengalaman dibandingkan dirinya. “Sehingga saya bisa mengerjakan semua tantangan secara maraton dalam selama 7 babak dengan cepat dan tepat waktu,” tukasnya.

Selama pengerjaan hairstyle, kata Budi, ada yang divideo, tapi ada yang difoto. “Foto langsung diunggah ke Instagram post dan tag langsung ke @georgiykot (Master Hair Artist in the World),” ucapnya. 

Membanggakan

"Sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia yang kemudian berhasil memenangi perlombaan hairstyling tingkat dunia ini, tentu saya merasa sangat bangga, baik sebagai putra maupun juga sebagai bangsa Indonesia,” ucap penyandang predikat cumlaude untuk International Business itu. 

Perlombaan tersebut, imbuhnya, memberikan pengalaman hidup yang luar biasa. “Setiap hari saya mendapat tantangan untuk membuat kreasi yang baru. Sekali lagi saya bersyukur karena Willy Wahyudi mau membagikan keterampilan atau skil-nya sebab lomba ini menuntut keterampilan dan ketelitian yang tinggi,” ungkapnya.

Sebagai pemenang, Budi berhak menyandang gelar International Master of Hairdressing Art. Dia juga  mendapatkan beasiswa untuk mengemban ilmu di Georgiy Kot Academy di Russia, dan menjadi Member Utama dari International Team Georgiy Kot. 

Budi memulai karier secara otodidak dan lalu menekuni secara serius dan professional setelah bertemu dengan Willy Wahyudi, Art Director dari W2Salon, yang namanya sudah tidak asing lagi sebagai top master hair & make up artist di Indonesia. 

Di W2, Budi Putra ditempa untuk mengenal segala sesuatu dan bagaimana supaya bisa menjadi seorang professional hairstylist.

Dan ketika perlombaan dunia marathon ini diumumkan, Willy Wahyudi meminta Budi Putra untuk mengikuti perlombaan ini sebagai uji coba dan tolak ukur sejauh mana kemampuan yang telah dipelajari selama kurang lebih 2 tahun bersama W2. 

Willy menjelaskan, “Selain mencoba menembus dunia international, Budi Putra juga saya harapkan bisa membawa nama Indonesia dan mengharumkan nama Bangsa. Puji Tuhan, passion dan kesungguhannya memberikan hasil yang luar biasa, ia berhasil dan saya bangga akan pencapaiannya ini.” (RO/M-2) 

 

Baca Juga

Unsplash/ Abigail Keenan

Dua Gaya Selebrasi Bola Ini Bakal Dihapus

👤Galih Agus Saputra 🕔Senin 10 Agustus 2020, 18:45 WIB
Selebrasi yang bergaya menyuruh diam dan gaya jari "OK: bakal tidak ada lagi di gim Fifa...
AFP/Noel Celis

A Thousand Cuts, Potret Buram Kebebasan Pers di Filipina

👤Fathurrozak 🕔Senin 10 Agustus 2020, 17:05 WIB
Dokumenter ini menyoroti kehidupan jurnalis Maria Ressa yang acap mengkritisi kebijakan Presiden Rodrigo...
AFP/KENA BETANCUR

Mengapa Karaoke tak Dipatenkan Penciptanya?

👤Abdillah Marzuqi 🕔Senin 10 Agustus 2020, 15:26 WIB
Karena tak dipatenkan, sang penemu kehilangan potensi royalti kurang lebih US$100 juta hanya pada tahun...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya