Minggu 12 Juli 2020, 11:30 WIB

Kemenperin Dorong Daur Ulang Kertas Jadi Bahan Baku Industri

Hilda Julaika | Ekonomi
Kemenperin Dorong Daur Ulang Kertas Jadi Bahan Baku Industri

ANTARA
Pameran produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) NTB di Hotel Lombok Plaza di Mataram, NTB.

 

KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penerapan circular economy melalui pemanfaatan produk daur ulang sebagai bahan baku bagi sektor industri. Hal ini dilakukan untuk mengurangi impor sekaligus menjaga keberlangsungan sumber daya alam.

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi, hal ini sejalan dengan prinsip utamanya, yaitu mengelola sumber daya alam dan lingkungan secara rasional, efisien, bijaksana dan berkelanjutan. Salah satu program yang dijalankan adalah pemanfaatan daur ulang kertas.

Baca juga: Apindo Sebut RUU Cipta Kerja Bawa Angin Segar Pascapandemi

“Berdasarkan catatan kami, kebutuhan kertas daur ulang untuk industri kertas nasional mencapai 8,6 juta ton di tahun 2018,” kata Doddy melalui keterangan resminya, Minggu (12/7).

Doddy mengemukakan, laju kebutuhan kertas di pasar global semakin besar hingga 2% per tahun sehingga menjadikan sektor industri kertas cukup potensial untuk dikembangkan.

“Sampai saat ini, kertas masih dipercaya sebagai bahan yang paling efektif dan efisien untuk media pengemasan, khususnya kertas industri,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dengan keterbatasan pasokan kayu dan semakin tingginya kesadaran dunia terhadap masalah lingkungan, penggunaan kertas daur ulang berkembang pesat pada dekade terakhir ini. Adapun, jenis kertas tertentu yang dapat dijadikan bahan baku di sektor industri, antara lain kertas koran, sack kraft, dan paperboard.

“Pemakaian kertas daur ulang sebagai bahan baku industri kertas juga dipengaruhi oleh harganya yang relatif murah serta adanya dukungan teknologi yang dapat dipakai untuk membuat kertas dengan kualitas yang baik,” papar Doddy.

Lebih lanjut, sistem penggunaan kertas bekas dapat melibatkan semua sektor di bidang persampahan seperti pengumpul, pengepul, pemulung, pendaur ulang, fasilitas pembuangan hingga konsumen dan produsen.

Baca juga: Kemenkop dan UKM Pangkas Persyaratan Akses Dana Bergulir

“Penggunaan kertas bekas ini sesuai dengan pola ekonomi sirkular dengan mengubah kembali limbah kertas menjadi bahan baku industri kertas,” tuturnya.

Sebagai informasi, prinsip utama pada ekonomi sirkular ini menekankan pada konsep 5R, yakni reduce, reuse, recycle, recovery dan repair. Jadi implementasinya, dilakukan melalui pengurangan pemakaian material mentah dari alam (reduce), optimasi penggunaan material yang dapat digunakan kembali (reuse), penggunaan material hasil dari proses daur ulang (recycle) maupun dari proses perolehan kembali (recovery), atau dengan melakukan perbaikan (repair). (OL-6)

Baca Juga

Antara/Aditya Pradana Putra

Pendaftar Capai 414 Ribu, Sisa Kuota Prakerja Kurang dari 50%

👤M Ilham Ramadha 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 20:45 WIB
Saat ini verifikasi data peserta pelatihan tidak lagi menggunakan swafoto. Peserta hanya perlu memasukkan Kartu Keluarga (KK) dan Nomor...
Dok. Pribadi

Mentan: Sekolah Lapangan untuk Tingkatkan Kesejahteran Petani

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 19:41 WIB
Sekolah Lapang Integrated Participatory Development Management Irrigation Program (SL IPDMIP) digelar agar para petani mampu meningkatkan...
Antara/Aditya Pradana Putra

Hindari Krisis Berkelanjutan, Sektor Keuangan Wajib Dijaga

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 19:20 WIB
“Krisis pada tahun ini berbeda dengan 98 atau 2008 atau krisis kecil pada 2013. Karena 3 masa krisis itu datang dari sektor keuangan....

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya