Minggu 12 Juli 2020, 03:55 WIB

Editor Metro TV Dianiaya sebelum Dibunuh

Tri Subarkah | Megapolitan
Editor Metro TV Dianiaya sebelum Dibunuh

Medcom.id/Jufriansyah
Petugas memeriksa tempat kejadi perkara kasus dugaan pembunuhan Yodi Prabowo, 25, editor Metro TV.

 

HASIL autopsi Rumah Sakit Polri Kramat Jati menyebutkan news video editor Metro TV, Yodi Prabowo, 25, dianiaya terlebih dahulu sebelum meninggal dunia. Selain itu, ditemukan juga luka tusuk di dada kiri dan leher korban.

“Menurut hasil autopsi, kami menilai bahwa diduga ada penganiayaan sebelumnya. Kami melihat di tengkuk kiri ada lebam akibat benda tumpul,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKB Irwan Susanto di Jakarta, kemarin.

Polisi, lanjut Irwan, masih mencari benda tumpul itu di lokasi kejadian, pinggir Tol JORR Pesanggrahan, Jalan Ulujami Raya, Jakarta Selatan.

Meskipun demikian, lanjut Irwan, kematian Yodi disebabkan luka tusuk di jantungnya. Kemarin, polisi juga melakukan penyelidikan dengan menurunkan anjing pelacak.

Anjing pelacak itu mengendus dua barang bukti, yaitu pisau yang diduga digunakan terkait dengan kematian Yodi serta baju milik korban. Hasilnya, anjing itu menuju ke sebuah warung setelah mengendus dua barang bukti itu.

Polisi pun telah memeriksa 16 saksi dalam kasus ini. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan para saksi yang diperiksa merupakan anggota keluarga serta orang-orang terdekat yang mengenal korban.

Yusri mengatakan Polda Metro Jaya telah membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus itu. Tim tersebut dibentuk berdasarkan perintah langsung Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana.

“Kapolda Metro sudah memerintahkan untuk membentuk tim khusus yang dikendalikan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Selatan, Polsek Pesanggrahan,” kata Yusri.

Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana meminta kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus pembunuhan Yodi Prabowo. Eva mengatakan, apa pun motif dan alasan di balik kasus pembunuhan yang terjadi, tindakan main hakim sendiri yang berujung hilangnya nyawa tidak bisa ditoleransi.

“Kekerasan seperti ini bukanlah budaya kita bangsa Indonesia. Bila tidak disikapi secara serius, budaya kita yang mengedepankan komunikasi, sopan santun, dan tepa salira makin lama bisa jadi makin ditinggalkan generasi bangsa,” ungkap Eva. (Tri/Pro/J-1)

Baca Juga

Antara/Aprillio Akbar

Mau Gunakan Angkutan Massal, Kemenhub Ingatkan Protokol 3 M

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:52 WIB
Pemerintah pun akan terus mendorong masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan dalam menggunakan kereta...
MI/PIUS ERLANGGA

Kesbangpol Imbau Warga Ramaikan HUT RI dengan Umbul-umbul

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:40 WIB
Peringatan Hari Kemerdekaan RI tahun ini akan terasa sangat berbeda karena Indonesia sedang dilanda pandemi covid-19 yang mewajibkan setiap...
MI/Tri Subarkah

Penyidik Gali Motif Anji Unggah Video dengan Hadi Pranoto

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:00 WIB
Tim penyidik Polda Metro Jaya (PMJ) terus menggali motif atau maksud tujuan musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji yang mengunggah video...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya