Minggu 12 Juli 2020, 05:15 WIB

Ahmad Marzuki Nasi Kotak dari Seorang Office Boy

(Bus/M-4) | Weekend
Ahmad Marzuki Nasi Kotak dari Seorang Office Boy

MI/SUMARYANTO BRONTO

BERBUAT baik dapat dilakukan kapan saja, tak harus menunggu hingga siap secara financial. Demi kianlah prinsip hidup yang hingga hari ini tetap dipegang teguh Ahmad Marzuki, pemuda asal Lampung yang kini sedang mencari peruntungan di Jakarta sebagai seorang offi ce boy(OB).

Meski hanya profesi sebagai seorang offi ce boy, Ahmad memiliki kebiasaan rutin menyisihkan penghasilan bulanannya untuk sekadar membagikan nasi kotak kepada orang-orang membutuhkan yang ada di sekitarnya.

"Gaji saya itu standar UMR di Jakarta. Ya, cukuplah buat hidup karena saya merasa ada saja rezekinya, ada yang ngasih tip, ada karyawan yang tinggal di apartemen minta bantuan saya untuk beres-beres, dapat rezeki lagi. Bagi saya, rezeki itu enggak melulu materi. Kesehatan dan lingkungan yang baik juga rezeki bagi saya," ungkap Ahmad saat diwawancarai Andy Noya.

Selalu merasa bersyukur dengan rezeki yang diterima membuat Ahmad semakin mantap untuk rutin berbagi nasi kotak kepada mereka yang membutuhkan setiap minggunya.

Kegiatan ini bahkan telah ia lakukan jauh-jauh hari sebelum pandemi covid-19 muncul. Biasanya ia membagikan nasi tersebut kepada pemulung dan tunawisma yang ia temui di jalan.

"Biasanya saya kasih ke pemulung, tunawisma yang tidur di emper an toko. Kalau selama pandemi ini, ya kasih juga ke abangabang ojol (ojek online)," tutur Ahmad yang sehari-hari bekerja sebagai OB di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) itu.

Ahmad menuturkan kegiatan berbagi nasi kotak itu telah ia mulai sejak dua tahun lalu secara mandiri. Setiap minggu, ia berkeliling membagikan nasi kepada orang yang dia anggap membutuhkan. Ia mengaku memasak dan mengemas sendiri nasi kotak yang selama ini ia bagikan.

Menurutnya, dengan memasak sendiri, ia akan mendapatkan porsi yang lebih banyak daripada membelinya. "Alhamdulillah tiap minggu sudah bisa berbagi meski ini bukan makanan restoran. Ini hanya makanan yang layak dimakan karena saya masak sendiri semuanya," ungkapnya.

Awalnya Ahmad hanya mampu memasak 35 porsi saja setiap minggunya karena ia tidak memiliki dapur. Namun, setelah ada salah seorang teman yang ikut membantunya, kini Ahmad dapat memasak hingga 100 porsi nasi kotak setiap minggunya. Bahkan, rekan-rekan sejawatnya sesama offi ce boy banyak yang ikut menyisihkan gajinya untuk membantu gerak an kebaikan ini.

Pada masa pandemi covid-19, kegiatan berbagi yang rutin ia lakukan ini pun mendapat respons dari DPP PSI, kantor tempatnya bekerja. Bahkan, aksinya mendapatkan perhatian langsung dari Sekretaris Jenderal PSI yang akhirnya mengunggah aksi kebaikan Ahmad dalam media sosialnya.

"Niat saya enggak usah di-'publish', tapi karena saya kerja di sini, ya bagaimana lagi, mereka tanya 'kenapa kamu enggak bilang-bilang?, kok bisa cukup sih dengan gaji segitu'," pungkas Ahmad.

(Bus/M-4)

Baca Juga

Dok. Open Doors Locarno Film Festival.

Curhat Para Sineas Asia di Masa Pandemi

👤Fathurrozak 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 07:45 WIB
Sementara sineas Indonesia mulai berproduksi, sineas Filipina berkonsentrasi ke pengembangan naska dan...
Dok. Perang Kota

Film Perang Kota Diundang ke Sørfond Norwegia

👤Fathurrozak 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 06:15 WIB
Film karya Mouly Surya ini diundang untuk ikut berpartisipasi di Sørfond Norwegian South Film...
Facebook Indonesia

Keluarga si Nopal Ajak Warganet Bijak Bermedia Sosial

👤Fathurrozak 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 20:00 WIB
Facebook meluncurkan kampanye aman bersosial media lewat video animasi keluarga Si...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya