Minggu 12 Juli 2020, 05:10 WIB

Kemenkop dan UKM Pangkas Persyaratan Akses Dana Bergulir

Iam/E-1 | Ekonomi
Kemenkop dan UKM Pangkas Persyaratan Akses Dana Bergulir

ANTARA/Maulana Surya/Medcom.id
Ilustrasi

 

KEMENTERIAN Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) memangkas proses pengajuan peminjaman atau pembiayaan dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) dari 16 persyaratan menjadi tiga persyaratan saja.

Hal itu tercantum dalam Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penyaluran Pinjaman atau Pembiayaan Dana Bergulir oleh LPDB-KUMKM.

Sekretaris Kemenkop dan UKM Rully Indrawan menyebutkan proses pengajuan pembiayaan kepada LPDB-KUKM mengalami perubahan drastis.

“Dari 16 proses atau syarat yang rigid menjadi hanya tiga proses saja, yaitu penilaian legalitas, repayment capacity, dan pengikatan jaminan,” kata Rully melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

Rully mengatakan permenkop tersebut juga merupakan transformasi Badan Layanan Umum (BLU) pertama yang langsung merespons situasi pandemi covid-19 dalam upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Melalui permenkop yang baru, LPDB yang semula dibolehkan untuk menyalurkan pembiayaan melalui perbankan, berubah menjadi menjadi 100% kepada koperasi dan UKM dengan komoditas prioritas antara lain pangan dan orientasi ekspor.

“Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 4 Tahun 2020 ini merupakan legacy Menkop dan UKM yang pada awal jabatannya segera mengubah visi-misi LPDB untuk BLU yang 100% pembiayaannya diarahkan kepada koperasi dan UKM komoditas yang melakukan usaha di sektor ekonomi prioritas,” ujar Rully.

Perubahan mendasar lain dalam permenkop ini bahwa penyaluran pinjaman atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah yang semula proses penilaian pembiayaannya seperti pola pembiayaan perbankan, antara lain dengan menetapkan persyaratan neraca surplus dua tahun berturut-turut. Sekarang berubah drastis dengan mengedepankan risiko (risk based).

“Dengan demikian, secara karakter LPDB berubah total operasionalnya dari model banking approach menjadi venture capital approach yang bisa memberi pembiayaan tanpa harus menunggu calon mitranya BEP dan surplus dua kali, tapi lebih mendasarkan kepada cashflow dan repayment capacity,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa permenkop yang baru ini juga bertujuan memastikan bahwa dana LPDB bisa digulirkan kepada koperasi lain.

Oleh karena itu, di dalam permenkop ini juga diatur mengenai kewajiban LPDB untuk merencanakan dan melaksanakan proses pendampingan terhadap mitra dan inkubator bisnis. Proses inkubasi bisnis dilakukan kepada KUKM potensial, tetapi belum dapat memenuhi persyaratan LPDB. (Iam/E-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Reno Esnir

Pasar Apresiasi Upaya Pemulihan Ekonomi, IHSG dibuka Menguat 0,42

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 09:35 WIB
Para pengamat menilai akan terjadi penguatan lanjutan hari ini lantaran pasar menunjukkan apreasiasi atas komitmen pemerintah melakukan...
Ist

Perlu Kolaborasi Multisektor untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 08:41 WIB
Menurut Stafsus Wapres yang membidangi sektor ekonomi dan keuangan ini, ada empat pilar ketahanan pangan yang harus menjadi konsens semua...
MI/Susanto

Erick Tohir Tunjuk Wakapolri Jadi Wakil Ketua II PCPEN

👤Kautsar Bobi 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 08:35 WIB
Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono menyatakan siap bekerja sama dengan TNI dalam memulihkan sektor kesehatan sehingga perekonomian...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya