Minggu 12 Juli 2020, 04:32 WIB

Kekhawatiran yang Terbukti tentang Hagia Sophia

Usman Kansong/X-8 | Internasional
Kekhawatiran yang Terbukti tentang Hagia Sophia

AFP/OZAN KOS
Sejumlah turis mengunjungi bagian dalam Museum Hagia Sophia di Istanbul, Turki, Jumat (10/7).

 

SAYA mengunjungi Hagia Sophia di Istanbul, Turki, pada 2012. Hagia Sophia awalnya sebuah katedral yang dibangun kekaisaran Binzatium. Ketika Ottoman menaklukkan Konstantinopel pada 1453, kekhalifahan itu mengubahnya menjadi masjid. Lalu, Kemal Ataturk menjadikan Hagia Sophia sebagai museum pada 1934.

Persis ketika saya baru saja menginjakkan kaki di halamannya,serombongan orang berbaris membawa bendera memasuki area Hagia Sophia seraya meneriakkan yel-yel dalam bahasa Turki. Sejumlah di antaranya berorasi bergantian, juga dalam bahasa Turki.

Saya bertanya dalam bahasa Inggris kepada salah satu pedagang suvenir di sana. Saya menanyakan apa tuntutan mereka. Si penjual suvenir menjelaskan para pengunjuk rasa menuntut Hagia Sophia difungsikan kembali sebagai masjid. Saya juga bertanya siapa para pengunjuk rasa. Dia menjawab mereka ialah simpatisan AK Party, partai Islam. “I hate them“,” kata si pedagang menutup percakapan kami.

‘Perjuangan’ para demonstran kiranya membuahkan hasil delapan tahun kemudian. Pada Jumat (10/7), Pengadilan Administratif Turki memutuskan menyetujui tuntutan lembaga swadaya masyarakat untuk menjadikan Hagia Sophia kembali sebagai masjid. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendukungnya.

Ketika Erdogan berkuasa di Turki dan makin memperlihatkan wajah islamisnya, dunia mengkhawatirkan Hagia Shopia bakal dikembalikan menjadi masjid. Kekhawatiran itu terbukti. Erdogan dalam pidato yang disiarkan ke seluruh negeri mengatakan salat Jumat pertama dilaksanakan di Hagia Sophia pada 24 Juli mendatang.

“Sebetulnya untuk apa juga dijadikan masjid? Di sampingnya sudah ada Masjid Biru yang besar juga,” komentar seorang teman.

Ya, di dekat Hagia Sophia ada Blue Mosque dan Istana Topkapi. Tak jauh dari situ, berdiri Grand Bazaar. Hagia Sophia, Masjid Biru, Istana Topkapi, dan Grand Bazaar menjadi empat serangkai tujuan wisata di Istanbul. Sejumlah film, antara lainTaken 2 dan Inferno, menjadikannya sebagai lokasi pengambilan gambar.

Ketika memasuki bagian dalam Hagia Sophia, saya menyaksikan mosaik duaagama. Di sejumlah bagian gedung, terutama di atap atau kubah, terdapatmosaik lukisan Bunda Maria dan bayi Yesus. Terdapat pula ornamen islami berupa tulisan ‘Allah’, ‘Muhammad’, plus empat nama sahabat Nabi, ‘Abu Bakar’, ‘Umar’, ‘Ustman’, ‘Ali’, dalam huruf Arab. Tulisan-tulisan itu ada dalam lempengan lingkaran yang dipasang atau ditempelkan di dinding di sudut-sudut ruangan.

Kelihatan tulisan-tulisan itu ‘tidak asli’ dalam arti dipasang kemudian ketika Hagia Sophia diubah menjadi masjid. Berbeda dengan mosaik Bunda Maria dan bayi Yesus yang memang menyatu dengan dinding.

UNESCO, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB, meminta Turki memastikan tidak ada modifikasi yang memengaruhi nilai universal Hagia Sophia. Erdogan menjamin warga Turki maupun warga asing serta muslim maupun nonmuslim tetap bisa memasuki Haghia Sophia meski ia kini berfungsi sebagai masjid.

Peristiwa serupa Hagia Sophia dalam arah berkebalikan terjadi pada Masjid Cordoba atau Mezquita Cordoba. Situs Masjid Cordoba aslinya lokasi gereja Katolik yang dibangun bangsa Visigoth. Setelah Andalusia dikuasai muslim, lokasi tersebut dibagi menjadi dua bagian, satu untuk muslim, satu untuk Kristen. Pembagian ini bertahan hingga Khalifah Abdurrahman I dari Dinasti Umayyah membeli porsi Kristen, merobohkan seluruh bangunan, dan menggantinya dengan Masjid Cordoba di wilayah bekasnya pada 787.

Masjid Cordoba memiliki ruangan dalam untuk salat, berbentuk persegi panjang yang dikelilingi lapangan terbuka, serupa model masjid-masjid peninggalan Umayyah dan Abbasiyah di Suriah dan Irak.

Ketika kaum Kristen menaklukkan kembali Spanyol, Masjid Cordoba diubah fungsinya menjadi gereja dengan katedral gotik ditempatkan ke tengah gedung berarsitektur Moor itu. Kini seluruhnya dipakai sebagai gedung katedral diosese Cordoba di Spanyol. UNESCO menetapkan Cordoba sebagai peninggalan sangat bersejarah dan penting di dunia pada 15 Desember 1994. (Usman Kansong/X-8)

Baca Juga

AFP/Yuri Cortez

Menteri Perminyakan Venezuela El Aissami Sembuh dari Covid-19

👤Antara 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 08:15 WIB
Setelah dinyatakan positif covid-19, El Aissami mengaku sudah pulih dengan hasil tes...
ISAAC LAWRENCE / AFP

Perjanjian Ekstradisi Hong Kong dengan Prancis dan Jerman Ditunda

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 05:25 WIB
Kedua negara telah mempolitisasi kerja sama yuridis, sehingga merusak dasar kerja sama yuridis antara (Hong Kong) dengan Jerman dan...
AFP

Sikap Beijing Melunak di Laut China Selatan

👤(AFP/Van/X-11) 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 05:00 WIB
TIONGKOK telah memerintahkan personel militer mereka untuk tidak melakukan tembakan pertama bila terjadi insiden tak terkendali di Laut...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya