Minggu 12 Juli 2020, 05:20 WIB

8 Desa di Konawe Utara Terendam Banjir

Ferdian Ananda | Humaniora
8 Desa di Konawe Utara Terendam Banjir

ANTARA/Asrun
Sejumlah kendaraan terjebak banjir Jalan Trans sulawesi di Desa Sambandete, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Rabu (8/7).

 

Hujan dengan intensitas tinggi menjadi salah satu pemicu banjir yang merendam delapan desa di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Bahkan ketinggian muka air 70 hingga 80 centimeter.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusdalops BNPB per Sabtu (11/7), pukul 12.27 WITA, terdapat delapan desa di lima kecamatan terdampak banjir tersebut.

Baca juga: Menteri LHK dan FKPPI Salurkan Bantuan Sembako Presiden

Wilayah desa terdampak yaitu Desa Labungga dan Laronangga di Kecamatan Andowia, Desa Puwanggudu dan Alawanggudu di kecamatan Asera, Desa Polora Indah di Kecamatan Langgikima, Desa Tambakua di Kecamatan Landawe, serta Desa Pondoa dan Padalere Utama di Kecamatan Wiwirano. Selain merendam pemukiman di wilayah desa, banjir menyebabkan akses jalan antar desa putus.

"Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Konawe Utara telah tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi serta kaji cepat," sebut Raditya, Sabtu (11/7).

Di samping itu, mereka melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penanganan banjir. Dimana melihat analisis dari InaRISK, wilayah Kabupaten Konawe Utara memiliki potensi bahaya kategori sedang hingga tinggi untuk banjir.

"Luas bahaya akibat banjir mencakup lebih dari 19 ribu hektar di 10 kecamatan. Sedangkan dari sisi risiko, sekitar 12.829 jiwa terpapar potensi banjir di 10 kecamatan tersebut," lanjutnya.

Sementara itu, melihat prakiraan hujan dasarian II – II Juli hingga I Agustus 2020, wilayah Konawe Utara masih berpotensi hujan tinggi.

"Melihat prakiraan ini, masyarakat diimbau untuk terus waspada dan siap siaga dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor dan banjir bandang. Hujan dengan intesitas tinggi dan berdurasi lama bisa menjadi salah satu indikator dalam menyikapi kesiapsiagaan masyarakat," pungkasnya. (H-3)

Baca Juga

 MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Unair Klaim Obat Covid-19 Sembuhkan Pasien Hingga 90%

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 21:40 WIB
Hasil uji klinis temuan obat covid-19 mampu menyembuhkan pasien hingga 90...
MI/Andry Widyanto

Vaksin Covid-19 di Indonesia Terlambat 4 Bulan dari Tiongkok

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 20:50 WIB
Terkait vaksin merah putih, Prof Amin menekankan yang terpenting ialah kemampuan anak bangsa yang dalam membuat...
Ist

KKP Dukung Riset Ikan Gabus untuk Kesehatan dan Budidaya

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 20:30 WIB
Para pembudidaya Ikan Gabus (Channa Striata) yang bertujuan membantu pemerintah melalui KKP dalam pengembangan usaha budidaya ikan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya