Sabtu 11 Juli 2020, 17:48 WIB

Sejumlah Nama Masuk Bursa Calon Ketum Karang Taruna Nasional

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Sejumlah Nama Masuk Bursa Calon Ketum Karang Taruna Nasional

Ist/Kemensos
Mensos Juliari P Batubara menilai organisasi kepemudaan Karang Taruna Nasional membutuhkan sosok ketua umum yang pekerja keras.

 

PEMILIHAN pemilihan ketua umum Karang Taruna Nasional akan berlangsung dalam waktu dekat. Sejumlah nama pun sudah bermunculan sebagai calon nakhoda organisasi kepemudaan tersebut. 

Salah satu calon ketua umum Karang Taruna Nasional adalah Muhammad Rapsel Ali. Anggota DPR RI tersebut dianggap salah satu figur yang tepat memimpin organisasi kepemudaan itu.

Rapsel memang dikenal aktif di berbagai organisasi. Selain Karang Taruna, politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) tersebut akan mengemban tugas baru sebagai manajer tim Indonesia yang akan turun di ajang balap Moto-GP. 

Keputusan Rapsel untuk maju dalam bursa calon ketua umum Karang Taruna setelah berkoordinasi dengan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara.

Sebagai kementerian yang menaungi Karang Taruna, Juliari menilai organisasi kepemudaan tersebut butuh sosok pekerja keras yang bisa menjadi penghubung dengan berbagai sektor khususnya di pemerintahan. 

"´┐╝Rapsel sosok yang tepat. Kita akan mengawal pemilihan ketua secara fair dan terbuka,” sebut Mensos Juliari, pada Sabtu (11/7). 

Dukungan untuk Rapsel juga datang dari Ketua Karang Taruna Sulawesi Selatan (Sulsel), Farouk Mappaseling Betta.

Farouk memandang bahwa Karang Taruna sebagai wadah pengembangan generasi muda membutuhkan sosok seperti Rapsel. Menantu Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin itu, menurut Farouk, mempunyai banyak pengalaman dalam memimpin organisasi.

“Saya kenal beliau, dan saya tahu karakter pak Rapsel dalam memimpin organisasi, dan saya yakin Karang Taruna butuh figur seperti Rafsel,” kata pria kelahiran Makassar, 20 September 1970 tersebut.

Bicara organisasi dan kepemimpinan, Rapsel memang kenyang pengalaman. Politikus Partai NasDem itu merupakan mantan Ketua Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Provinsi Sulsel dan juga Ketua Asosiasi Perdagangan Barang, Distributor, Keagenan, dan Industri Indonesia (Ardin) Provinsi Sulsel, dan pendiri Asosiasi Pemerintah Daerah Pesisir dan Kepulauan (Aspeksindo).

Ia juga banyak terlibat dalam organisasi kemasyarakatan, termasuk bergabung dengan Perkumpulan Pemilik Senjata Beladiri Indonesia (Perlisindo) dan sejak 2019 hingga sekarang menjabat sebagai Ketua Umum.

Rapsel juga menjadi pembina Komunitas Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Wilayah Jakarta Barat dan menjabat Ketua Bidang Humas HDCI Pusat sejak 2009. 

Namun, Farouk menegaskan bahwa kapabilitas dan pengalaman memimpin organisasi bukan penentu utama keterpilihan seseorang.

Menurut mantan Ketua DPRD Makassar tersebut, ada pemilik suara yang harus diyakinkan. “Pada saatnya nanti, semua berpulang kepada floor,” jelas Farouk.

Nama Rapsel sebagai calon ketua umum muncul seiring kabar Karang Taruna akan menggelar Lokakarya dan Temu Kader Nasional pada 20 Juli 2020 mendatang. Informasi yang berkembang, kegiatan ini juga akan mengagendakan pemilihan Ketua Umum Karang Taruna Nasional.

Posisi Ketua Karang Taruna yang berdiri pada 26 September 1960 itu saat ini dijabat Didik Mukrianto. Politikus Partai Demokrat itu memimpin Karang Taruna untuk periode 2015-2020. Sama seperti Rapsel, Didik juga tercatat sebagai anggota DPR RI. (RO/OL-09)

Baca Juga

MI/M. Irfan

Aturan Izin Jaksa Agung Dinilai Bertentangan dengan Putusan MK

👤Putra ANanda 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 00:25 WIB
Muzakir menilai, berdasarkan putusan Mk, semua warga negara apapun jabatannya memiliki kedudukan yang sama di mata...
MI/ADAM DWI

Biduan Iyeth Bustami Resmi Diusung PDIP untuk Bengkalis

👤Antara 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 23:04 WIB
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan resmi mengumumkan  sejumlah calon kepala daerah yang bakal diusung...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Kantor Masih Langgar Protokol Covid-19, Disnaker Panggil Kadin

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 20:06 WIB
Perusahaan ada yang terpaksa mempekerjakan karyawan lebih dari 50% untuk mengejar target kinerja atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya