Sabtu 11 Juli 2020, 15:15 WIB

PAP Menangi Pemilu Singapura dan Kembali Berkuasa

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
PAP Menangi Pemilu Singapura dan Kembali Berkuasa

AFP
Perdana Menteri Lee Hsien Loong melambaikan tangannya usai mencoblos di Alexandra Primary School

 

Partai Aksi Rakyat (PAP) yang berkuasa di Singapura berhasil mempertahankan kekuasaan dalam pemilihan umum, Jumat (10/7). Tetapi hasil akhir menunjukkan partai Perdana Menteri Lee Hsien Loong ini mengalami penurunan jumlah suara dibandingkan pemilu sebelumnya.

PAP, yang berkuasa sejak 1965, memenangi 83 dari 93 kursi parlemen atau 61,2% suara. Turun dari hampir 70% yang diraih PAP dalam jajak pendapat 2015.

Sementara Partai Pekerja yang oposisi mendapatkan 10 kursi. Ini merupakan hasil terbaiknya.

Pemilihan umum kali ini dipandang sebagai referendum tentang penanganan pemerintah terhadap penyebaran virus covid-19.

Kemenangan PAP sekarang membawa Perdana Menteri Lee Hsien Loong untuk memperpanjang masa jabatannya.

Putra pendiri negara dan penguasa lama Lee Kuan Yew, Lee telah menjabat sejak 2004. Namun, dia telah mengindikasikan jabatan periode selanjutnya adalah yang terakhir.

Mayoritas dua pertiga dari PAP memberinya kebebasan secara virtual dalam meloloskan legislasi kunci, meskipun kepemimpinan partai diharapkan memulai pencarian jiwa dengan dukungan rakyat yang semakin berkurang.

Uniknya, para pendukung Partai Pekerja walau tak menang), tapi mereka melakukan perayaan di jalanan. Mereka membunyikan klakson dan mengibarkan bendera partai.

"Hasilnya telah melampaui harapan bahkan dari beberapa di oposisi," ujar Loke Hoe Yeong, penulis First Wave, sebuah buku tentang sejarah oposisi Singapura, seperti dikutip oleh kantor berita AFP.

Baca juga: Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid, AS Ungkap Kekecewaan

Kali ini, masalah utama dalam pemilihan adalah penanganan pemerintah terhadap pandemi virus covid-19 dan resesi ekonomi yang menjulang.

Dalam hal kasus per kapita, Singapura sekarang berada di peringkat di antara negara-negara yang terkena dampak terburuk di dunia meskipun tingkat kematiannya rendah. Perlu diketahui bahwa hampir semua kasus berasal dari dalam komunitas pekerja asing yang tinggal di asrama.

Untuk memastikan langkah-langkah keselamatan saat mencoblos, otoritas pemilu memerintahkan 2,65 juta pemilih untuk memakai masker dan membersihkan tangan mereka serta memakai sarung tangan sekali pakai sebelum menerima kertas suara dan mencoblos.

Singapura termasuk negara yang terdampak paling parah di kawasan Asia Pasifik. Ada lebih dari 45.000 kasus covid-19 di Singapura.

Singapura adalah satu dari sedikit negara yang mengadakan jajak pendapat selama pandemi covid-19.

Korea Selatan mengadakan pemilu pada April lalu, lalu warga Serbia mencoblos dalam pemungutan suara pada akhir Juni. Di kedua negara tersebut, para pemilih memberikan kepercayaan kembali ke pemerintahan yang berkuasa. (BBC/OL-14)

Baca Juga

AFP/Mauro PIMENTEL

Angka Kematian Akibat Covid-19 di Brasil Tembus Angka 100 Ribu

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 09:26 WIB
Kementerian Kesehatan Brasil melaporkan 905 kematian dalam tempo 24 jam, serta 49.970 kasus baru...
AFP/AHMAD GHARABLI

Ada Ancaman, Aksi Anti-Netanyahu Dikawal Polisi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 09:05 WIB
Ekstremis sayap kanan Yona Avrushmi dipenjara selama 27 tahun karena melemparkan granat yang menewaskan seorang demonstran yang memprotes...
AFP/Ahmad GHARABLI

Ribuan Orang Israel Bergabung dalam Protes Anti-Netanyahu

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 06:53 WIB
Para pengunjuk rasa marah terhadap penanganan pemerintah atas krisis covid-19 dan mengatakan Netanyahu tidak boleh tetap menjabat saat...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya