Sabtu 11 Juli 2020, 10:49 WIB

Pemprov Sumsel Kembali Gandeng Mahasiswa Tangani Karhutla

Dwi Apriani | Nusantara
Pemprov Sumsel Kembali Gandeng Mahasiswa Tangani Karhutla

MI/Dwi Apriani
Gubernur Sumsel Herman Deru berdikusi dengan perwakilan mahasiswa di Sumsel dalam upaya mencegah dan menangani karhutla.

 

UPAYA mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan di Sumatra Selatan bukan hanya tugas pemerintah namun semua elemen masyarakat sangat berperan. Bahkan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan menggandeng mahasiswa untuk membantu pencegahan dan penanganan karhutla.

Hal itu sudah dilakukan Pemprov Sumsel sejak tahun lalu, saat ada ratusan mahasiswa yang turun ke lapangan untuk bantu memberikan sosialisasi kepada masyarakat di Sumsel serta membantu dalam memadamkan karhutla di wilayah Sumsel.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Sumsel merupakan tanggung jawab semua pihak, dengan aksi kolaborasi semua unsur diperlukan agar potensi kembali terjadinya karhutla dapat diminimalisasi.

Baca juga: Kampung Tangkal Covid-19 di Musi Banyuasin Diperbanyak

"Pencegahan karhutla ini memang butuh kolaboratif semua pihak. Saat ini kita sudah melakukan kolaborasi itu. Namun, kita juga menginginkan adanya peran dari mahasiswa. Sebagai kaum intelektual muda, ide baru untuk pencegahan karhutla ini kita butuhkan," kata Herman Deru, Sabtu (11/7).

Menurutnya, saat ini, Pemprov Sumsel terus melakukan upaya pencegahan terhadap potensi terjadinya karhutla tersebut. Termasuk juga memonitor potensi timbulnya api yang menyebabkan karhutla.

"Karhutla ini masalah serius, sebab itu kita butuh peran semua pihak. Termasuk masyarakat," terangnya.

Diketahui, Pemprov Sumsel sendiri telah membentuk tim satgas pencegahan karhutla. Bahkan, bantuan pendanaan juga diberikan Pemprov Sumsel untuk 10 kabupaten terdampak seperti Kabuaten OKU, OKU Timur, Muara Enim, OKI, Musi Rawas, Muratara, Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin dan PALI. Bantuan senilai Rp 45 miliar untuk 10 kabupaten tersebut akan dibagi secara proporsional.

"Pencegahan ini dilakukan secara kombinasi. Tim restorasi gambut juga terus melakukan pemetaan untuk mencari daerah yang memang rawan sehingga jika terjadi potensi karhutla penanganannya bisa lebih cepat dilakukan," paparnya.

Terlebih, saat ini, beberapa kabupaten telah diberikan layar informasi Indek Standar Pencemaran Udara (ISPU) untuk memonitor kondisi udara.

"Pencemaran udara dapat dimonitor melalui layar ISPU. Jadi masyarakat atau kepala daerah bisa mengetahui langsung kondisi udara. Layar ISPU itu sudah kita berikan ke empat kabupaten seperti OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, dan OKU Timur," tuturnya.

Sementara itu, Presiden BEM Universitas Sriwijaya, Muadz, memastikan pihaknya akan membantu Pemprov Sumsel dalam upaya pencegahan karhutla.
Terlebih, Sumsel sendiri saat ini masih zero karhutla.

"Tentu kami sebagai mahasiswa akan membantu baik pemikiran maupun tenaga. Mudah-mudahan Sumsel tetap zero karhutla," tandasnya. (OL-1)

Baca Juga

Ist/Pemprov.Babel

Bendungan Metukul Jadi Lokasi Kunjungan Kerja Presiden di Babel

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 03 Agustus 2020, 18:21 WIB
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Erzaldi ingin melihat secara langsung kondisi bendungan yang akan menjadi tujuan kunjungan kerja...
MI/Adi Kristiadi

Paus Tutul Terdampar di Pantai Cipatujah, Tasikmalaya

👤Adi Kristiadi 🕔Senin 03 Agustus 2020, 17:22 WIB
Seekor ikan paus tutul sepanjang 6 meter terdampar di Pantai Cipatujah tepatnya berada di Kampung Alur, Desa Ciheras, Kecamatan Cipatujah,...
ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Gubernur DIY: Pembelajaran Tatap Akan Muka Dimulai dari Mahasiswa

👤Antara 🕔Senin 03 Agustus 2020, 17:05 WIB
Pembukaan kegiatan pendidikan tatap muka akan dilakukan secara bertahap dimulai dari perguruan tinggi kemudian diikuti jenjang di...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya