Sabtu 11 Juli 2020, 10:30 WIB

Kampung Tangkal Covid-19 di Musi Banyuasin Diperbanyak

Dwi Apriani | Nusantara
Kampung Tangkal Covid-19 di Musi Banyuasin Diperbanyak

MI/Dwi Apriani
KampungTangkal Cocid-19i di Desa Gajah Mati Kecamatan Babat Supat Musi Banyuasin yang diresmikan

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) memperbanyak Kampung Tangkal Covid-19. Keberadaan kampung tangkal covid-19 dinilai menjadi langkah yang tepat dalam memutus mata rantai covid-19 dan membantu ketahanan pangan masyarakat.

Sebelumnya sudah ada sejumlah desa di Kecamatan Sanga Desa, Kecamatan Bayung Lencir yang membuat Kampung Tangkal Covid-19. Kini Polres Musi Banyuasin bekerja sama dengan Pemkab Muba untuk membuat Kampung Tangkal Covid-19 di Desa Gajah Mati Kecamatan Babat Supat.

Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Pinem mengatakan pihaknya terus berupaya untuk menyediakan Kampung Tangkal Covid-19 di semua kecamatan di Muba. Dan hal tersebut dilakukan secara perlahan dan rutin digulirkan peresmiannya.

Baca juga: Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman, Resmi Gugat UU Minerba

"Ini adalah hal penting untuk memastikan bahwa masyarakat membantu kita semua dalam memutus mata rantai covid-19. Kita tidak tahu kapan covid-19 ini akan berakhir. Oleh karena itu Kampung Tangkal Covid-19 ini menjadi cara yang tepat untuk memastikan ketahanan pangan masyarakat," kata Yudh, Jumat (10/7).

Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk mencegah penularan covid-19 dan memutus mata rantainya adalah hal yang paling utama saat ini. "Oleh karena itu, dengan adanya kampung ini bisa menyadarkan dan mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan," lanjutnya.

Yudhi menambahkan bahwa untuk menjaga imunitas masyarakat diperlukan kesadaran dari individu. "Maka dari itu Kapolda Sumsel menginisiasi terbentuknya Kampung Tangkal Covid-19," tukasnya.

Plt Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Muba, Yudi Herzandi mengatakan Pemkab Muba bersama Polres Muba telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 dan kerawanan pangan.

Oleh sebab itu, kata Yudi, Pemkab Muba dan Polres bersama masyarakat bekerja sama dalam memanfaatkan lahan tidur agar kembali produktif.

"Salah satu upaya yang telah dilakukan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan seperti yang dilakukan masyarakat di Kecamatan Babat Supat ini, yakni menggiatkan budi daya perikanan baik udang dan ikan nila. Juga bertanam jagung," sambungnya.

Menurut Yudi, perwujudan program ketahanan pangan sebagai upaya mencegah krisis pangan sebagai dampak dari pandemi covid-19 adalah perhatian utama saat ini. Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, imbuhnya, juga mengapresiasi inisiatif masyarakat di kecamatan tersebut.

"Saya berharap masyarakat juga sudah siap beradaptasi dengan kebiasaan baru di era new normal life di tengah pandemi covid-19. Dalam tatanan baru ini akan banyak mengubah pola-pola kebiasaan yang lama menjadi kebiasaan baru yang sesuai dengan protokol kesehatan," kata Yudi.

Sesuatu yang baru, tambahnya dapat menjadi sebuah tantangan. "Tapi beradaptasi di era new normal ini harus dapat dipahami dan dilakukan bersama agar covid-19 dapat terkendali dengan baik," pungkasnya. (OL-14)

 

Baca Juga

Antara/Mohammad Ayudha

Penutupan Pasar Pasar Harjodaksino Diperpanjang

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 05:00 WIB
Pemkot Surakarta berencana mengadakan tes usap massal yang diikuti oleh para...
Dwi Apriani

Masyarakat Diimbau Liburan di Rumah Saja

👤Dwi Apriani 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 04:05 WIB
MESKI pemerintah menetapkan libur cuti bersama pada 28-30 Oktober, masyarakat diimbau sebaiknya menikmati waktu libur di rumah...
Medcom.id

Brigade Banjir Jaga Persawahan dari Terjangan Bah

👤Iam/Fer/X-3 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 03:41 WIB
Badai La Nina dengan curah hujan tinggi bisa berdampak terhadap sektor pertanian, perikanan, perhubungan, dan lingkungan hidup. Sebagai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya