Sabtu 11 Juli 2020, 06:16 WIB

Palestina Belajar dari Indonesia

Cah/P-3 | Internasional
Palestina Belajar dari Indonesia

MI/SUSANTO
Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun (kanan) di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

 

INDONESIA akan terus membantu Palestina dalam upaya merebut kemerdekaan. Palestina perlu belajar dari Indonesia yang selama 350 tahun dijajah, tetapi kemudian dapat meraih kemerdekaan berkat adanya semangat persatuan dan kesatuan.

“Kami mengajak Palestina untuk melihat sejarah Indonesia yang selama 350 tahun dijajah Belanda, tetapi itu semua bisa berakhir berkat persatuan dan kesatuan seluruh suku yang ada di Indonesia. Kami optimistis Palestina dapat segera merasakan kemerdekaan seutuhnya sebagai satu negara,” kata anggota Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Parlemen Palestina, Syahrul Aidi Maazat, seusai menerima kunjungan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun di kompleks parlemen, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, kerja sama Indonesia-Palestina sudah berlangsung lama dan akan terus dirajut. Bahkan, landasan kerja sama bilateral itu termaktub dalam regulasi yang mendorong Indonesia memperjuangkan kemerdekaan bangsa lain yang masih terjajah.

Sebagai bangsa yang pernah menelan pahitnya penjajahan, imbuhnya, Indonesia selalu optimistis bahwa kemerdekaan dapat dirasakan semua bangsa di dunia, termasuk Palestina. Oleh sebab itu, Indonesia akan berjuang membantu Palestina di berba-gai forum, khususnya PBB.

Pemerintah Palestina pun mengapresiasi segala upaya dan dukungan Indonesia selama ini. “Kami mengapresiasi Indonesia yang telah memainkan peran penting dalam isu kemerdekaan Palestina. Kementerian Luar Negeri Indonesia telah melakukan sejumlah cara untuk membantu memerdekakan Palestina,” papar Zuhair Al Shun seusai pertemuan.

Menurut dia, kerja sama Indonesia-Palestina akan terus berjalin erat seperti yang telah terjadi selama ini. Bahkan, hubungan antarparlemen kedua pihak akan semakin erat.

Ia mengatakan Indonesia sebagai negara sahabat tidak pernah lelah menghadang segala bentuk aneksasi Israel. Hal itu menambah semangat rakyat Palestina yang setiap hari terancam Israel.

Ia pun menegaskan bahwa kondisi masyarakat Palestina satu suara dalam menghadapi Israel. Kelompok Fatah ataupun Hamas bersatu. “Yang perlu menjadi titik tekan bukan pertentangan Hamas dengan Fatah karena keduanya satu suara saat menghadapi Israel,” pungkasnya. (Cah/P-3)

Baca Juga

AFP/Yuri Cortez

Menteri Perminyakan Venezuela El Aissami Sembuh dari Covid-19

👤Antara 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 08:15 WIB
Setelah dinyatakan positif covid-19, El Aissami mengaku sudah pulih dengan hasil tes...
ISAAC LAWRENCE / AFP

Perjanjian Ekstradisi Hong Kong dengan Prancis dan Jerman Ditunda

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 05:25 WIB
Kedua negara telah mempolitisasi kerja sama yuridis, sehingga merusak dasar kerja sama yuridis antara (Hong Kong) dengan Jerman dan...
AFP

Sikap Beijing Melunak di Laut China Selatan

👤(AFP/Van/X-11) 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 05:00 WIB
TIONGKOK telah memerintahkan personel militer mereka untuk tidak melakukan tembakan pertama bila terjadi insiden tak terkendali di Laut...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya