Sabtu 11 Juli 2020, 05:41 WIB

Ketegangan yang semakin Memuncak

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Sepak Bola
Ketegangan yang semakin Memuncak

Seno
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group

 

KAPTEN kesebelasan Tottenham Hotspur Hugo Lloris berlari cepat begitu peluit tanda istirahat ditiupkan wasit. Kiper asal Prancis itu ternyata ingin mengejar rekannya, Son Heung-min, sebelum keluar lapangan. Begitu mendekat, Lloris langsung mendorong badan rekannya dari Korea Selatan itu.

Son, yang tidak menerima didorong, langsung bereaksi. Lloris pun semakin kesal ketika Son melawan. Nyaris keduanya baku hantam, tetapi cepat dilerai rekan-rekan lainnya dengan membawa Son segera ke lorong Stadion Tottenham Hotspur dan langsung masuk ruang ganti pakaian.

“Tidak ada permusuhan di antara mereka, hanya saling mengingatkan untuk memberikan yang terbaik kepada klub. Begitu di ruang ganti mereka bermaafan dan berpelukan kembali,” ujar pelatih Jose Mourinho mencoba menjelaskan persoalan yang dihadapi timnya.

Insiden yang terjadi Selasa (7/7) lalu saat Spurs menjamu Everton itu mencerminkan adanya ketegangan tinggi menjelang berakhirnya musim kompetisi 2019/2020 ini. Liverpool memang sudah mengukuhkan diri menjadi juara, tetapi pertarungan di Liga Primer belum berakhir. Setidaknya delapan tim masih berjuang untuk mendapatkan tiga tiket guna mendampingi the Reds tampil di Liga Champions musim mendatang.

Spurs merupakan salah satu tim yang masih mengharapkan itu. Di empat pertandingan yang tersisa tidak boleh ada kesalahan sedikit pun yang dibuat karena akan membuyarkan mimpi mereka untuk bisa tampil di Liga Champions.

Pertandingan melawan Everton merupakan salah satu pertandingan yang menentukan bagi the Lilywhite. Mereka akhirnya bisa meraih kemenangan 1-0 melalui gol bunuh diri yang dilakukan center-back Everton, Michael Keane.

Melawan Arsenal

Besok malam merupakan pertandingan yang tidak kalah menentukan bagi Spurs. Mereka akan menjamu musuh bebuyutannya, Arsenal, dalam derbi dua klub asal London Utara. Ini merupakan pertarungan penuh gengsi sekaligus menentukan siapa di antara mereka yang harus melupakan mimpi tampil di ajang Liga Champions.

Mourinho harus berpikir keras untuk menetapkan strategi yang akan dipakai karena tidak banyak pilihan pemain yang dimiliki. Ketergantungan yang tinggi pada beberapa pemain utama membuat mereka kelelahan karena jadwal yang sangat padat.

Ujung tombak Harry Kane masih terus berupaya menemukan permainan terbaiknya setelah absen sepanjang lima bulan pertama 2020 karena cedera. Saat menghadapi Everton, dia benar-benar kehabisan tenaga pada 15 menit terakhir.

Hal yang sama juga dihadapi Dele Alli dan Lucas Moura yang terpaksa diistirahatkan karena kelelahan. Kini, Mourinho juga harus kehilangan Eric Dier yang dihukum empat pertandingan dan didenda uang 40 ribu pound sterling karena tin-dakannya menyerang suporter pada Maret lalu.

Dengan kondisi seperti itu, pelatih asal Portugal tersebut kembali mengandalkan penyerang muda Steven Bergwijn untuk mendampingi Kane. Bersama Son, penyerang asal Belanda itu akan bermain sebagai penyerang gantung yang bisa beraksi melalui sayap.

Di lapangan tengah, de-ngan absennya Dier, pilihan Mourinho tinggal terletak kepada gelandang asal Argen-tina, Giovani Lo Celso. Ia akan didampingi Harry Winks dan Moussa Sissoko.

Tugas berat harus dipikul barisan belakang Spurs. Arse-nal dengan para pemain mudanya memiliki kecepatan dalam bermain. Duet center-back asal Belgia, Jan Vertonghen dan Toby Alderweireld, diharapkan memanfaatkan peng alaman panjang mereka untuk bisa mengendalikan permutasi yang dilakukan penyerangthe Gunners.

Dua bek sayap Ben Davies dan Serge Aurier tidak boleh lengah dalam menghadang gerakan penyerang sayap Arsenal. Kekukuhan pertahanan sayap akan membantu kiper Lloris dalam mengamankan gawangnya.

Konsistensi permainan menjadi tantangan tersendiri bagi Mourinho. Kegagalan meraih angka penuh dari Bournemouth pada Kamis lalu membuat Spurs tidak punya pilihan lain, kecuali menang besok malam.

Mourinho tidak bisa menutupi kekecewaan terhadap permainan monoton yang diperlihatkan tim asuhannya atas hasil imbang 0-0 melawan Bournemouth. Ia menolak menjawab pertanyaan wartawan sesudah pertandingan dengan alasan gangguan ko-munikasi saat melakukan konferensi video

Menguntungkan Arsenal

Kondisi yang dihadapi Spurs merupakan keuntungan bagi Arsenal. Inilah kesempatan mereka mengakhiri ‘kutukan White Hart Line’. Sejak Maret 2014, the Gunners tidak pernah menang saat bertandang ke Spurs. Kali ini kandang the Lilywhite pun sudah berganti ke Stadion Tottenham Hotspur.

Gelandang muda Arsenal Kieran Tierney pantas lebih optimistis saat bertandang ke kandang Spurs. Bukan karena tim tuan rumah sedang menghadapi persoalan besar, melainkan modal penampilan saat bertemu Leicester membuat pemain asal Skotlandia ini memiliki keyakinan untuk bisa menang.

“Kami kecewa dengan hasilnya karena seharusnya kami bisa merebut tiga angka penuh, bukan hasil imbang 1-1. Namun, kami merasa yakin bisa meningkatkan permainan agar target utama tampil di Liga Eropa musim mendatang bisa kami raih,” kata Tierney.

Kalau saja gelandang Eddie Nketiah tidak diganjar kartu merah pada 15 menit menjelang bubaran, Arsenal yang sudah unggul dari gol Pierre Emerick Aubameyang seharusnya bisa memetik kemenangan. Karena Arsenal hanya diperkuat 10 pemain, Leicester kemudian bisa mencuri gol balasan melalui Jamie Vardy pada enam menit menjelang pertandingan berakhir.

Pelatih Mikel Arteta menemukan formasi terbaik untuk menghadapi Spurs. Aubameyang akan berpasangan dengan Bukayo Saka untuk menjadi penyerang sayap, sementara Alexandre Lacazette bermain di posisi ujung tombak

Di lapangan tengah, Granit Xhaka dan Dani Ceballos yang tampil apik saat menghadapi Leicester menjadi andalan Arteta untuk menjadi pilar. Sementara itu, Tierney dan Hector Bellerin akan berperan sebagai gelandang sayap.

Belum bisa tampilnya Calum Chambers dan Pablo Mari membuat Arsenal menggantungkan harapan kepada center-back kawakan David Luiz untuk mengawal barisan belakang. Bek asal Brasil ini akan didampingi pemain asal Jerman, Skhodran Musafi, dan pemain asal Bosnia, Sead Kolašinac.

Di bawah mistar, Arteta kembali mengandalkan kiper asal Argentina Emiliano Martinez. Kiper berusia 27 tahun ini tidak mengecewakan untuk menggantikan posisi Bernd Leno yang masih terbalut cedera.

“Saya sudah mereview penampilan saat menghadapi Leicester dan siap untuk menghadapi Spurs. Kami akan merebut tiga poin karena kami ingin tampil di Liga Eropa musim mendatang,” kata Arteta

Baca Juga

MI/Agus Utantoro

CEO PT PSS Mengaku Belum Terima Gaji Sejak Maret

👤Agus Utantoro 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 07:30 WIB
CEO PT PSS Fatih Chabanto mengaku tidak pernah digaji sejak Maret hingga sekarang. Padahal namanya masuk dalam penerima...
 David Ramos / POOL / AFP

Neymar Samai Rekor Lionel Messi di Liga Champions

👤Antara 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 07:23 WIB
Neymar tercatat melakukan 16 dribble sukses, sebuah rekor yang hanya mampu dilakukan Lionel Messi dan Javier Zanetti dalam satu...
 Tim REHBEIN and Handout / FC SCHALKE 04 / AFP

Bek Barcelona Jean-Clair Todibo Positif Covid-19

👤Antara 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 06:29 WIB
Bek Barcelona  Jean-Clair Todibo mengungkapkan dirinya positif covid-19 melalui akun Twitternya. Klub Barcelona menegaskan timnya kini...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya