Sabtu 11 Juli 2020, 04:41 WIB

Pemda Intensifkan Pelacakan

Bayu Anggoro | Politik dan Hukum
Pemda Intensifkan Pelacakan

ANTARA/ARIF FIRMANSYAH
Warga mengikuti swab test yang dilakukan di Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, kemarin.

 

GUGUS Tugas Percepatan Pe-nanggulangan Covid-19 Jawa Barat akan menyasar seluruh institusi negara yang dikelola pemerintah pusat dalam menangani pandemi virus korona. Ini dilakukan seiring penambahan signifikan pasien positif di klaster tersebut.

“Pengetesan di lingkungan sekitar itu wajib, akan dilakukan secepatnya,” tegas Gubernur Jawa Barat, yang juga Ketua Gugus Tugas, Ridwan Kamil, kemarin.

Ini terkait adanya klaster baru di Kom-pleks Secapa TNI Angkatan Darat di Kota Bandung dan Pusdikpom di Kota Cimahi. Emil akan memberlakukan pembatasan sosial berskala mikro di kawasan sekitar klaster baru tersebut. “Pengelolaan pandemi akan dikelola mandiri oleh TNI-AD. Kita hanya akan tes di kompleks sekitarnya,” kata dia.

Selain itu, Emil menyebut pihaknya akan melakukan tes masif di seluruh institusi yang dikelola pemerintah pusat. “Puluhan sekolah vertikal akan dites massal. Seperti di pasar yang diinten-sifkan, sekarang sekolah asrama akan dites,” katanya.

Peningkatan kasus positif juga terus terjadi di Sulawesi Selatan. Kemarin, kasus bertambah 132 orang sehingga total menjadi 6.620 kasus. Pemprov Sulsel kemudian memprogramkan rapid testgratis secara massal.

“Selain untuk mengetahui penyebaran virus, ini juga membantu warga yang akan bepergian keluar Makassar,” ujar Gubernur Nurdin Abdullah.

Sementara itu, Pemerintah Kota Surabaya melibatkan tim gabungan untuk melacak pasien yang dinyatakan positif covid-19. Ini mengingat jumlah pasien positif di Surabaya masih cukup tinggi, yakni 6.781 orang.

Pandemi covid-19 di daerah telah menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Ia mengingatkan pemerintah daerah agar tetap berhati-hati. Pasalnya, penyebaran di satu daerah bisa memengaruhi kondisi daerah lain ataupun sebaran secara nasional.

“Sebaran covid-19 di Tanah Air sangat tergantung sekali pada bagaimana daerah mengendalikannya,” kata Jokowi saat memberi arahan di Posko Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (9/7).

Senada, Guru Besar Madya Departemen Agribisnis IPB, Bayu Krisna-murthi, menekankan pentingnya fokus penanganan di tingkat daerah. “Metode seperti ini dulu berhasil menekan angka penyebaran flu burung,” ungkap Bayu yang menjabat Ketua Harian Komnas Pengendalian Flu Burung-Pandemi Influenza di tahun 2005.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong pemerintah melakukan pen-cegahan dan pengendalian pandemi de-ngan menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar transisi.

Kasus bertambah

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan covid-19, Achmad Yurianto, menjelaskan total kasus positif menjadi 72.347 setelah bertambah 1.611 orang. “Pasien sembuh 33.529 setelah ada penambahan 878 orang. Untuk kasus meninggal menjadi 3.469 dengan penambahan 52,” ungkapnya, kemarin.

Menurut Yuri, angka itu tidak tersebar merata. Ada beberapa wilayah yang memiliki kasus penambahan dengan jumlah tinggi. Namun, ada beberapa yang tidak sama sekali melaporkan adanya penambahan kasus positif. (Dhk/Ata/Fer/LN/AD/FL/Ant/X-11)

Baca Juga

Antara/SIgid Kurniawan

Demo Buruh di DPR Tuntut Pembahasan Omnibus Law Dihentikan

👤Putra Ananda 🕔Senin 03 Agustus 2020, 18:19 WIB
Presiden KSPI Said Iqbal menegaskan akan terus melakukan aksi hingga tuntutannya...
Antara/Moch Asim

Sebelum Joko Tjandra, Ini Kasus yang Ditangani Otto Hasibuan

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Senin 03 Agustus 2020, 18:14 WIB
Otto Hasibuan sempat menangani kasus korupsi KTP-e yang melibatkan Setya Novanto. Publik juga tidak lupa bagaimana kegigihannya membela...
ANTARA

Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan Dituntut 8 Tahun Penjara

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Senin 03 Agustus 2020, 17:05 WIB
JPU menilai Wahyu terbukti bersalah menerima suap Rp600 juta dari kader PDI Perjuangan Saeful...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya