Sabtu 11 Juli 2020, 03:10 WIB

Berbusana Ramah Lingkungan

MI | Teknologi
Berbusana Ramah Lingkungan

Dok. Istimewa

INDUSTRI pakaian adalah salah satu industri paling berpolusi di dunia. Bagaimana pakaian kita diproduksi berdampak besar terhadap lingkungan, terkait dengan bahan, sumber daya, proses pembuatan, hingga limbah yang dihasilkan.

Sejumlah aplikasi kini muncul untuk membantu konsumen menemukan produk fesyen yang menunjang gaya hidup berkelanjutan dan berbelanja secara sadar. 

1. Good on You

Aplikasi ini mengurasi sejumlah merek fesyen yang diyakini berproduksi dan beroperasi dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

Merek-merek akan diberikan peringkat berdasar seberapa ‘hijau’ operasi bisnis mereka. Indikator yang dirincikan dalam aplikasi antara lain penggunaan bahan ramah lingkungan, komitmen tiap perusahaan menurunkan emisi gas rumah kaca, pengelolaan pekerja, dan sirkulasi hemat air yang diterapkan perusahaan.

Anda dapat memeriksa langsung peringkat merek produk saat berbelanja, menemukan label mode yang etis dan berkelanjutan dari seluruh dunia. Basis data mereka mencakup lebih dari 2.000 merek fesyen.

Mereka memberikan skor per kategori dan skor total untuk setiap merek. Merek diberi peringkat ‘Kami Menghindari’, ’Tidak Cukup Baik’, ’Ini Awal’, ’Baik’, dan ‘Hebat.’ Nantinya bila Anda mengeklik pada merek yang mereka tampilkan, akan tertaut pada situs resmi dari setiap jenama terkait.

Aplikasi yang mendaulat aktris Emma Watson sebagai representasi itu menyertakan artikel, kiat, wawancara, dan panduan tentang fashion yang etis dan berkelanjutan terkini.


2. Renoon

Aplikasi yang hadir di 19 negara di Eropa ini mengajak konsumen untuk berperilaku etis dalam memperlakukan material pakaian. Mode busana yang berkelanjutan diusung dalam ribuan produk dan ratusan merek di aplikasi Renoon sesuai dengan nilai-nilai yang dianut konsumen dalam menjaga kesejahteraan Bumi.

Material barang-barang yang mereka tawarkan telah disaring hanya yang dibuat dengan daur ulang atau proses inovatif, seperti dari kapas organik, rami, kulit vegan, kasmir regenasi, nilon daur ulang, kapas daur ulang, dan poliester daur ulang.

Anda dapat memulai pencarian dan petualangan pada fesyen berkelanjutan. Koleksi pakaian misalnya dihargai mulai dari 15 euro (Rp246 ribu) untuk kaus, hingga 2.500 euro (Rp41 juta) untuk jaket. Namun, untuk saat ini produk dan merek yang mereka sajikan hanya tersedia bagi perempuan dan gender netral.


3. Style Theory

Dilansir dari blog mereka, infi nite.styletheory.co, mereka menekankan keberlanjutan selalu menjadi nama bisnis Style Theory dan merupakan inti dari model langganan yang mereka usung.

‘Sama seperti kita suka berdandan, itu tidak boleh membosankan, tidak boleh semahal itu dan menjadi sia-sia’, demikian tertulis dalam website.

Style Theory merupakan perusahaan sewa-menyewa pakaian dan tas bermerk yang berpusat di Singapura. Untuk menyelamatkan pakaian dari mencapai tempat pembuangan sampah sebelum waktunya, Style Theory juga bermitra dengan mitra gaya hidup berkelanjutan demi membuat perbedaan dan mengurangi jejak karbon.

Mereka menyebut usaha mereka sebagai lemari pakaian tanpa batas (The Infi nite Wardrobe) yang memberi kebebasan kepada konsumen untuk menyewa busana lebih dari 200 merek desainer dari Paris, New York, London, dan lainnya.

Konsumen dapat menyewa tiga pakaian sekaligus. Semua pakaian akan tiba dalam kondisi terbungkus dry-cleaning press dan siap pakai. Konsumen juga diberi keleluasaan
untuk berlangganan bulanan.


4. Lyfcycle

Perusahaan Lyfcycle tidak semata-mata didorong oleh misi untuk memberikan produk bernilai tinggi dengan harga terjangkau, melainkan memberikan busana yang berkelanjutan, yang tidak membebani Bumi.

Aplikasi pelacak Lyfcycle hadir untuk memungkinkan dampak positif dan mendorong perubahan yang sangat dibutuhkan dalam perilaku belanja dan manufaktur.

Mereka bekerja sama dengan peritel dan merek online untuk membantu menciptakan dan mencari pakaian yang berkelanjutan, sementara juga menyediakan alat untuk proses tersebut agar dapat dilacak sepenuhnya.

Begitu membuka aplikasi ini, Anda akan diminta untuk memindai kode QR yang ada pada baju. Harapannya, agar Anda bisa menelusuri komponen apa saja yang ada di pakaian Anda serta mengetahui dari mana semua elemen itu berasal.

Hal ini juga untuk mendorong para peritel melakukan perubahan positif dan menjadikan masa depan mode yang transparan. Selain menampung dan mendaur ulang pakaian, mereka juga menyarankan beberapa opsi bagaimana Anda bisa melakukan aksi serupa, antara lain menyumbangkan ke toko amal, menyumbangkannya kepada komunitas tertentu, atau mengubahnya menjadi bentuk lain, misalnya potongan-potongan kain dipilin untuk menjadi keset ataupun barang berguna lain di rumah. (Try/M-2)



 

Baca Juga

Josh Edelson / AFP

29.800 Aplikasi App Store di Tiongkok Dihapus Apple

👤Antara 🕔Minggu 02 Agustus 2020, 20:23 WIB
Apple tidak berkomentar atas masalah...
AFP/NASA TV

Dua astronot NASA Mendarat di Bumi setelah 45 Tahun

👤Indrastuti 🕔Minggu 02 Agustus 2020, 16:35 WIB
Sebelumnya, astronot selalu mendarat di terra firma, menggunakan pesawat ulang-alik NASA atau kapsul Soyuz dari badan antariksa...
Dok. Pribadi

30 Gim Asli Indonesia akan Beraksi di Baparekraf Game Prime 2020

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 31 Juli 2020, 23:08 WIB
"Game developer tersebut berkesempatan untuk meningkatkan publisitas gim nya melalui event...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya