Sabtu 11 Juli 2020, 01:15 WIB

Flu Babi G4 belum Ditemukan di Indonesia

MI | Humaniora
Flu Babi G4 belum Ditemukan di Indonesia

ANTARA
Flu Babi G4 belum Ditemukan di Indonesia

 

PEMERINTAH Indonesia menyatakan flu babi G4 EA H1N1 yang memicu wabah baru di Tiongkok belum ditemukan di Indonesia. Hasil itu didapatkan dari data surveilans dan analisis genetik yang dilakukan oleh Balai Veteriner Medan, Sumatra Utara, dan Balai Besar Veteriner Wates, Yogyakarta.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita, mengatakan hal itu dalam diskusi virtual tentang flu babi G4 di Jakarta, kemarin. “Virus flu babi galur yang baru ini belum pernah ditemukan di Indonesia,” ujarnya.

Diketahui virus G4 ini dapat melekat pada reseptor yang mirip dengan manusia pada lapisan saluran pernapasan dan menyerang bagian atas saluran napas yang kemudian dapat menuju paru-paru.

Ketut menjelaskan flu babi G4 dapat menginfeksi babi dan manusia dengan beberapa gejala di antaranya demam dan mengeluarkan cairan di hidung dan mata. “Babi merupakan hewan yang sensitif terhadap reseptor mamalia dan unggas dan dapat berperan sebagai mixing vessel yang dapat meningkatkan potensi mutasi virus,” cetusnya.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, menegaskan kolaborasi antara lembaga dan masyarakat harus dikuatkan untuk mencegah agar virus flu babi G4 EA H1N1 tidak menimbulkan pandemi, seperti covid-19.

Pencegahan, kata Yuri, penting dilakukan karena 75% penyakit infeksi emerging ialah jenis zoonosis dengan salah satu penyebabnya adalah peningkatan interaksi manusia dengan hewan.

“Zoonosis cenderung menimbulkan mortalitas tinggi pada hewan dan manusia sehingga berakibat pada kehidupan, keselamatan, kesejahteraan manusia,” kata dia.

Pentingnya pencegahan juga diingatkan oleh Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, yang secara khusus menyoroti pasar-pasar yang menjual hewan liar, termasuk babi di Tomohon, Sulawesi Utara.

“Hindari kontak langsung dengan babi yang sakit dan menggunakan alat pelindung diri ketika bekerja dengan babi, jaga kebersihan kandang, lakukan desinfeksi, cuci tangan dan vaksinasi hewan,” seru Nadia.

Kemenkes berharap Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dapat mengetatkan surveilans di tempat-tempat semacam pasar hewan liar Tomohon itu. (Ant/Medcom.id/Ata/H-2)

 

Baca Juga

Ist

PTI Beri Pelatihan Wirausaha Kulirer kepada Sahabat Disabilitas

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 05:58 WIB
Berkolaborasi dengan  sekolah Highscope Bintaro, pelatihan ini diadakan antara lain untuk menjadi bagian dalam mengatasi kondisi...
Dok Kemendikbud

Bersama Hadapi Korona, Bersama Bangkitkan Bangsa

👤S2-25 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 05:21 WIB
Meski dalam kondisi situasi pandemi, visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan...
Instagram/NIKIZEFANYA

Niki Rekaman Single tanpa Metronom

👤MI 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 04:40 WIB
PENYANYI Niki 21, melakukan sekali rekaman untuk single Lose yang dirilis pada Kamis...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya