Jumat 10 Juli 2020, 20:50 WIB

Varian Terbaru Virus Korona Dominasi Infeksi Global

Abdillah Marzuqi | Weekend
Varian Terbaru Virus Korona Dominasi Infeksi Global

CDC
Tampilan SARS-CoV-2 penyebab covid-19.

VIRUS SARS-CoV-2 penyebab covid-19 diketahui mempunyai varian baru yakni D614G. Penelitian terbaru menunjukkan ada perubahan spesifik pada genom SARS-CoV-2. Varian tersebut diduga tidak membuat pasien lebih sakit dibanding virus induk. 

Dalam riset yang dipublikasikan di jurnal Cell, perubahan spesifik pada genom SARS-CoV-2 lebih menular dalam kultur sel. Varian D614G membuat perubahan kecil tapi efektif pada spike protein atau protein lonjakan. Protein itu digunakan virus untuk menempel ke sel manusia.

Ahli biologi Los Alamos National Laboratory Bette Korber mengungkapkan pengamatan pada varian tersebut dimulai sejak April. "Varian D614G pertama kali menjadi perhatian kami pada awal April, karena kami telah mengamati pola berulang yang sangat mencolok. Di seluruh dunia, bahkan ketika epidemi lokal menyebabkan banyak kasus dari bentuk asli. Segera setelah varian D614G diperkenalkan ke suatu daerah, ia menjadi bentuk yang lazim," catat Korber dilansir Sciencedaily.com.

Informasi geografis dari sampel covid-19 memungkinkan pelacakan pola berulang, yakni perubahan populasi virus dari bentuk asli ke varian D614G. Pola itu terjadi di setiap tingkat geografis, dari negara, subkawasan, kabupaten, dan kota.

Studi bertajuk Tracking changes in SARS-CoV-2 Spike: evidence that D614G increases infectivity of the COVID-19 virus tercatat didukung oleh banyak lemabag, termasuk Bill and Melinda Gates Foundation.

Selain itu, ada juga pembuktian tambahan yang disertakan dalam publikasi tersebut. Eksperimen yang dilakukan La Jolla Institute dan Duke University itu menunjukkan bahwa perubahan D614G meningkatkan infektivitas virus ketika diuji di laboratorium. 
Diketahui virus SARS-CoV-2 memiliki tingkat mutasi yang rendah jika dibandingkan dengan virus penyebab influenza dan HIV-AIDS.

Erica Ollmann Saphire dari La Jolla Institute mengungkapkan bahwa data klinis menunjukkan tidak ada peningkatan keparahan penyakit meski banyak pasien terjangkit virus varian baru itu. (M-1)
 

Baca Juga

Unsplash/ Abigail Keenan

Dua Gaya Selebrasi Bola Ini Bakal Dihapus

👤Galih Agus Saputra 🕔Senin 10 Agustus 2020, 18:45 WIB
Selebrasi yang bergaya menyuruh diam dan gaya jari "OK: bakal tidak ada lagi di gim Fifa...
AFP/Noel Celis

A Thousand Cuts, Potret Buram Kebebasan Pers di Filipina

👤Fathurrozak 🕔Senin 10 Agustus 2020, 17:05 WIB
Dokumenter ini menyoroti kehidupan jurnalis Maria Ressa yang acap mengkritisi kebijakan Presiden Rodrigo...
AFP/KENA BETANCUR

Mengapa Karaoke tak Dipatenkan Penciptanya?

👤Abdillah Marzuqi 🕔Senin 10 Agustus 2020, 15:26 WIB
Karena tak dipatenkan, sang penemu kehilangan potensi royalti kurang lebih US$100 juta hanya pada tahun...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya