Jumat 10 Juli 2020, 19:30 WIB

New Normal di Bisnis Penyewaan Busana

Fetry Wuryasti | Weekend
New Normal di Bisnis Penyewaan Busana

Unsplash/ Lauren Fleischman
Bisnis penyewaan busana menjalani new normal dengan disinfeksi busana.

DALAM beberapa tahun terakhir, layanan penyewaan pakaian telah meningkat popularitasnya. Mereka menawarkan pelanggan akses ke berbagai macam gaya, merek pakaian dan aksesoris dengan biaya lebih murah daripada membeli.

Namun dengan sebagian besar orang tinggal di rumah dalam beberapa bulan terakhir, banyak dari perusahaan ini harus menutup sementara toko fisik mereka dan beralih ke operasi sepenuhnya online. Penyewaan koleksi pakaian dan aksesoris pakaian pun menjadi lebih rumit dan berisiko sangat berbahaya pada penularan virus.

Ming Bridges, CEO dan Pendiri Rentadella, menjelaskan ketika karantina mandiri diumumkan, perusahaan segera menghentikan semua janji temu dan pindah ke fungsi online sepenuhnya.

"Kami masih melakukan pengiriman tetapi memberi perhatian ekstra untuk memastikan bahwa pakaian telah didisinfeksi dengan benar setelah setiap pemakaian dan juga memiliki 'periode bernafas' sebelum kami menanganinya setelah disewa pelanggan,"  kata Bridges dilansir Channel News Asia.

Untuk melindungi koleksi Rentadella, Bridges memindahkan sebagian besar pakaian ke rumahnya sendiri. Selain dari dry cleaning biasa, perusahaan juga berinvestasi dalam produk desinfeksi khusus untuk pakaian, sepatu dan ruang tampilan mereka.

"Kami menempatkan dehumidifier di setiap kamar pakaian itu untuk memastikan tidak ada kesempatan hadirnya jamur dan menjaga sirkulasi udara yang baik. Semuanya didesinfeksi setelah dipakai atau disentuh. Kami juga berinvestasi dalam produk desinfeksi untuk menjaga pakaian dalam kondisi prima," kata Bridges.

Style Theory juga akhirnya harus menutup toko dan pindah sepenuhnya ke pengiriman dan pengumpulan baran di depan pintu, dan tanpa kontak. Mereka terus menerima langganan untuk layanan selama minggu-minggu karantina mandiri.

Untuk memastikan bahwa standar kebersihan ditegakkan, gudang yang terpisah dialokasikan selama periode ini untuk memproses pakaian yang dikembalikan dan untuk memisahkan dari pakaian yang baru dan bersih.

Raena Lim, salah satu pendiri Style Theory, mengatakan pakaian bersih ditangani oleh staf yang terlatih layak untuk membersihkan semua kotak sebelum mengemas pesanan untuk pelanggan.

Selain langkah-langkah kesehatan dan kebersihan yang dipraktikkan staf Style Theory, seperti suhu harian, mengenakan masker, dan sanitasi tangan, bersama dengan pengenalan pengiriman tanpa kontak untuk menjaga kesehatan pengemudi dan pelanggan mereka.

“Kotak-kotak yang digunakan untuk mengantarkan pakaian dan tas desainer dibersihkan setelah setiap kali digunakan dengan semprotan anti-bakteri dan desinfektan. Setelah itu, semua kotak akan melalui pembersihan menyeluruh sebelum pengemasan, untuk mencapai kebersihan terbaik. Pakaian kami melewati tujuh proses langkah menyeluruh dengan mitra dry-cleaning untuk mensterilkan, membersihkan dan menekan pakaian kami, dan tas desainer kami dibersihkan setelah setiap selesai disewa," kata Lim. (M-1)


 

Baca Juga

AFP/Noel Celis

A Thousand Cuts, Potret Buram Kebebasan Pers di Filipina

👤Fathurrozak 🕔Senin 10 Agustus 2020, 17:05 WIB
Dokumenter ini menyoroti kehidupan jurnalis Maria Ressa yang acap mengkritisi kebijakan Presiden Rodrigo...
AFP/KENA BETANCUR

Mengapa Karaoke tak Dipatenkan Penciptanya?

👤Abdillah Marzuqi 🕔Senin 10 Agustus 2020, 15:26 WIB
Karena tak dipatenkan, sang penemu kehilangan potensi royalti kurang lebih US$100 juta hanya pada tahun...
Dok. JFW 2021

Busana Adaptasi New Normal di JFW 2021

👤Galih Agus Saputra 🕔Senin 10 Agustus 2020, 14:00 WIB
Label Raegita Zoro mengadaptasikan new normal dengan baju yang lebih panjang dan lengkap dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya