Jumat 10 Juli 2020, 16:46 WIB

Covid-19 Kota Semarang Turun Tapi Jawa Tengah Masih Tinggi

Akhmad Safuan | Nusantara
 Covid-19 Kota Semarang Turun Tapi Jawa Tengah Masih Tinggi

ANTARA/Harviyan Perdana Putra
Sejumlah santri yang mengenakan masker memasuki ruangan kelas di SMP Islam Takhassus Tahfidzul Quran Simbang Kulon, Pekalongan, Jawa Tengah.

 

KASUS covid-19 di Kota Semarang menurun dengan kesembuhan meningkat. Namun di Jawa Tengah secara keseluruhan kasus covid-19 masih tinggi capai 5.605 kasus dan masih diperingkat empat besar nasional.

Pemantauan Media Indonesia Jumat (10/7), kasus covid-19 secara keseluruhan di Jawa Tengah masih tinggi capai 5.605 kasus. Hingga pukul 12.30 WIB atau naik dari sebelumnya sebanyak 52 orang dengan 2.359 orang (42,09%) dirawat, 2.773 orang (49,47%) sembuh dan 473 orang (8,44%) meninggal.

Namun cukup menggembirakan ialah terjadinya penurunan dratis kasus covid-19 di Kota Semarang, yakni dari sebelumnya capai masih capai 977 orang masih dirawat dan 1.006 orang sembuh menjadi 830 orang masih dirawat dan 1.249 orang sembuh.

Kondisi ini berbeda dengan daerah zona merah lainnya, di Jepara angka covid-19 justru keningkat lagi hingga kini dari sehari sebelumnya masih 568 orang yakni 453 orang masih dirawat, naik menjadi 601 orang dengan 479 orang masih dalam perawatan.

"Bersyukur karena tingkat kesembuhan pasien covid-19 tinggi, sehingga kasus korona terus menurun dalam dua hari ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam.

Baca juga: Presiden Ingatkan Daerah Kendalikan Wabah

Meskipun total kasus covid-19 terus menurun, kata Hakam, rapid test massal terus dilakukan untuk pencegahan, deteksi dini dan penanganan cepat. Bahkan dari setiap pasien positif yang ada dilakujan pelacakan terutama pada klaster yang ada.

"Kita juga gencarksn patroli di 9 kawasan industeri untuk pencegahan," imbuhnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara terpisah meminta para kepala daerah terutama di zona merah untuk terus lakukan berbagai langkah agar dapat mengatasi penyebaran covid-19 yang semakin besar.

Salah satu langkah, lanjut Ganjar, ialah pada daerah zona merah, para kepala daerah untuk menetapkan dan melakukan langkah pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) seperyi dilakukan Kota Semarang. 

"Tapi untuk zone kuning dan hijau tetap harus waspada dan mengontrol diri tidak cepat-cepat lakukan new normal," katanya.

Khusus untuk klaster perusahaan di Semarang, demikian Ganjar Pranowo, telah lakukan koordinasi dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi untuk dapat lebih fokus penanganan kasus di perusahaan tersebut dan dilakukan tracking kasys agar dapat mencegah penyebaran lebih lanjut. (A-2)

 

Baca Juga

Ist

Pariwisata Mandalika NTB Diharapkan Topang Perekonomian Nasional

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 17:05 WIB
Event MotoGP, diyakini Abdulbar, akan membawa manfaat ekonomi yang besar bagi The Mandalika dan Indonesia antara lain penciptaan...
Antara/Wahdi Septiawan

Harga Sawit Naik, Petani Aceh Gembira

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:50 WIB
Petani kelapa sawit di kawasan Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh sejak sepekan terakhir bergembira. Pasalnya harga tandan buah sawit...
Ilustrasi

PKS Siap Menangkan Pasangan Balon Gubernur Sulteng dari NasDem  

👤M Taufan SP Bustan 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:36 WIB
Ketua DPD PKS Donggala Takwin mengatakan, secara terpusat PKS sudah memberikan dukungan kepada pasangan Rusdi Mastura - Ma'mun...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya