Jumat 10 Juli 2020, 16:31 WIB

Presiden Ingatkan Daerah Kendalikan Wabah

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Presiden Ingatkan Daerah Kendalikan Wabah

ANTARA/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo meninjau lahan yang akan dijadikan "Food Estate" atau lumbung pangan baru di Pulang Pisau, Kalteng, Kamis (9/7).

 

PRESIDEN Joko Widodo mengingatkan pemerintah daerah agar tetap berhati-hati dalam mengendalikan pandemi covid-19 di wilayah masing-masing. Pasalnya, penyebaran di satu daerah juga bisa memengaruhi kondisi daerah lainnya maunpun sebaran secara nasional.

"Sebaran covid-19 di seluruh Tanah Air ini sangat tergantung sekali kepada bagaimana daerah mengendalikannya," kata Jokowi saat memberikan arahan di Posko Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (9/7).

Presiden juga meminta agar pemerintah daerah tidak terlena jika angka positif covid-19 di wilayah tersebut rendah. Jokowi mewanti-wanti agar daerah tidak menganggap enteng pandemi. Pasalnya, penambahan kasus positif harian belakangan ini kian tinggi dan sempat mencapai 2.657 orang kasus per hari.

Berdasarkan laporan yang diterima Presiden, untuk Kalimantan Tengah kasus positif mencapai 1.093 orang, dalam perawatan sebanyak 393 orang, sembuh sebanyak 634 orang, dan meninggal 66 orang.

"Kalau angka yang masih kecil ini tidak dikendalikan dengan baik, manajemen krisis tidak dilakukan dengan tegas, rakyat tidak diajak semuanya untuk bekerja bersama menyelesaikan ini, hati-hati angka yang tadi saya sampaikan bisa bertambah banyak. Ini jangan dianggap enteng. Bisa menyebar ke mana-mana," tegas Jokowi.

Baca juga: Penelitian Transmisi Melalui Udara Virus SARS-CoV-2 Terus Dikaji

Jokowi juga mengingatkan daerah harus bisa mengendalikan dua sisi secara berimbang antara kesehatan dan ekonomi. Presiden berpandangan kesehatan tetap harus menjadi prioritas, tetapi perekonomian juga harus tetap bisa berjalan.

"Gas dan remnya itu betul-betul dikendalikan. Jangan sampai yang digas hanya ekonominya saja tetapi nanti covid-nya meningkat. Hati-hati dua-duanya harus dikendalikan dengan baik," ungkapnya.

Jokowi juga meminta agar pemerintah daerah berhati-hati dalam membuat kebijakan penerapan adaptasi kebiasaan baru. Sejumlah tahapan harus dilewati, mulai dari prakondisi, menentukan waktunya, hingga menentukan sektor prioritas yang akan dibuka terlebih dahulu.

Setiap kepala daerah juga perlu memerhatikan data serta sains dan saran dari para pakar/ilmuwan dalam merumuskan kebijakan. Tes masif, pelacakan agresif, dan isolasi yang ketat juga harus terus dilakukan.

"Jangan sampai memutuskan sesuatu tanpa tanya kanan kiri, tidak memakai data sains, ini berbahaya sekali. Sekali lagi, ini bukan sesuatu yang mudah. Oleh sebab itu, semuanya harus di-back up oleh data sains dan saran-saran masukan para scientist," ujarnya. (A-2)

Baca Juga

MI/Rudi Kurniawansyah

Kapolri Maksimalkan Penerapan Inpres No 6/2020

👤Sri Utami 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:51 WIB
Seluruh jajaran kepolisian diperintahkan membantu upaya penegakan disiplin masyarakat terkait kepatuhan terhadap protokol kesehatan demi...
MI/M Irfan

Tingkat Kepercayaan Masyarakat Terhadap Jokowi Masih Tinggi

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:35 WIB
Hal tersebut terlihat dari sekitar 79% masyarakat yang percaya terhadap kebijakan Presiden Jokowi dan Hanya sekitar 20% yang menyatakan...
Antara

Mahfud: Moral dan Agama Halau Hasrat Korupsi

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 15:06 WIB
"Pun karena demokrasi orang bebas membuat kesepakatan atas nama demokrasi prosedural untuk korupsi sehingga korupsi semakin...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya