Jumat 10 Juli 2020, 14:15 WIB

Palestina Diminta Bercermin dari Sejarah Indonesia

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Palestina Diminta Bercermin dari Sejarah Indonesia

MI/Susanto
Ketua GKSB DPR RI untuk Palestina Syahrul Aidi Ma'azat (kiri) di dampingi Duta Besar Palestina untuk Indonesia Dr Zuhair Al-Shun (tengah)

 

Israel terhadap Palestina tidak pernah surut. Indonesia akan terus membantu Palestina merebut kemerdekaan, serta meminta Palestina  belajar dari penjajahan Belanda selama 350 tahun yang dapat berakhir berkat bersatunya seluruh suku di Indonesia.

"Kami mengajak Palestina untuk melihat sejarah Indonesia yang selama 350 tahun dijajah Belanda, namun itu semua bisa berakhir berkat persatuan dan kesatuan seluruh suku yang ada di Indonesia. Kami semua optimis Palestina dapat segera merasakan kemerdekaan yang seutuhnya sebagai satu negara," kata Anggota Grup Kerja Sama Bilateral (BKSB) DPR RI-Parlemen Palestina Syahrul Aidi Maazat usai menerima kunjungan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (10/7).

Menurut dia, kerja sama Indonesia-Palestina sudah berlangsung lama dan akan terus dirajut kebaikan kedua belah pihak. Bahkan landasan bilateral ini termaktub dalam regulasi yang mendorong Indonesia memperjuangkan bangsa lain yang masih terjajah.

Baca juga : Usut Tuntas Jasad ABK dalam Freezer Kapal Asing

Sebagai bangsa yang pernah menelan pahitnya penjajahan, kata dia, Indonesia selalu optimis kemerdekaan dapat dirasakan semua bangsa di dunia termasuk Palestina. Oleh sebab itu, Indonesia akan berjuang membantu Palestina menghentikan aneksasi diberbagai forum, khususnya PBB.

Ia juga mengatakan akan mengumpulkan organisasi masyarakat yang selama ini konsen terhadap isu kemerdekaan Palestina. Hal ini bagian dari pengumpulan kekuatan moril serta energi untuk lebih lantang lagi membantu Palestina.

Syahrul menjelaskan, Kementerian Luar Negeri Indonesia terus membantu Palestina dengan kewenangannya. Seluruh upaya ini membuat Palestina mengapresiasi Indonesia karena selalu menjadi negara sahabat yang terdepan memberikan bantuan.

Terakhir, ia sangat senang mendengar bahwa masyarakat Palestina mulai membangun persatuan lewat Fatah dan Hamas yang semakin harmonis. "Kami sangat senang mendengar kabar dari Pak Dubes, Fatah dan Hamas sudah mulai membangun kesepakatan untuk bersama memperjuangkan kemerdekaan Palestina," pungkasnya. (P-5)

 

Baca Juga

MI/SUSANTO

Mahfud: Pemerintah Tak Wajibkan Nonton G30S

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 27 September 2020, 15:20 WIB
Keputusan untuk menayangkan film G30S/PKI di televisi dikembalikan kepada stasiun-stasiun...
ANTARA

Wapres: Ego Sektoral Hambat Penanganan Stunting

👤Emir Chairullah 🕔Minggu 27 September 2020, 14:50 WIB
Saat ini anggaran penanganan stunting tersebar di berbagai lembaga, Wapres meminta agar dilakukan konvergensi...
Antara

KPK Miskin Prestasi, ICW : Alasan Utama Pegawai Mundur

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 27 September 2020, 13:50 WIB
INDONESIAa Corruption Watch (ICW) menilai banyak pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggalkan jabatan akibat era Firli Bahuri...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya