Jumat 10 Juli 2020, 12:20 WIB

Redam Konflik Pilkada dengan Isu Covid-19

Redam Konflik Pilkada dengan Isu Covid-19

Antara
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian 

 

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan dengan menaikkan isu penanganan covid-19 pada kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 maka dapat mengantisipasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik, seperti kesukuan, agama, ras dan lainnya.
  
"Kita tahu kadang-kadang terjadi konflik. Sekarang saya cuma sarankan satu, kita naikkan isu. Isu sentralnya adalah peran kepala daerah dalam penanganan covid-19 dan dampak sosial ekonominya," kata Tito Karnavian saat Rapat Persiapan Pilkada serentak 2020 dan pengarahan kepada Gugus Tugas Covid-19 di Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis (8/7).
  
Tito Karnavian juga menyampaikan gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah mempunyai tugas meredam potensi konflik bersama dengan jajarannya, termasuk TNI-Polri dan kepala daerah yang akan menggelar pilkada.
  
"Naikkan itu menjadi isu sentral. Naikkan oleh ,(pemerintah) provinsi, naikkan oleh jajaran TNI-Polri, jajaran BIN, jajaran tokoh-tokoh masyarakat, jajaran media semua naikkan civil society isinya adalah penanganan covid-19. Ini akan menjadi kontestasi yang sehat adu gagasan," ungkap Tito Karnavian.
  
Selain itu, menurut Tito Karnavian, dengan adanya isu penanganan covid-19 saat Pilkada serentak juga dapat mengefektifkan penangan pandemi tersebut, khususnya di daerah yang menyelenggarakan pilkada.
  
"Makanya (isu penanganan covid-19) ini menjadi senjata bagi gubernur juga kesempatan bagi pak gubernur untuk supaya mengefektifkan teman-teman yang bertanding (kontestasi Pilkada) ini serius menangani covid-19 dan dampak sosial ekonominya," ungkapnya.
  

Baca juga : NasDem Ajak Parlemen Asia Kolektif Perangi Covid-19

Selain itu, menurut dia, isu penanganan covid-19 sangat tepat digunakan bagi para calon kepala daerah untuk menarik perhatian masyarakat. Tidak hanya membagikan kaos, para calon bisa juga diberikan masker berlogo, bertuliskan nomor urut, atau nama calon.
  
"Jadi 7 daerah ini kami harapkan bisa berkontestasi isu utamanya adalah masalah penanganan covid-19. Jadi silakan adu cerdas berbuat maksimal. Kontestan (Cakada) silakan adu gagasan, yang petahana silakan berbuat karena masyarakat yang menilai," ungkapnya.
  
Dia berharap dengan dinaikkannya isu penanganan covid-19 pada kontestasi pilkada, dapat merangsang daerah-daerah lainnya yang tidak menggelar pilkada untuk bergerak meniru para kepala daerah yang berkontestasi. (P-5)

Baca Juga

MI/Rudi Kurniawansyah

Kapolri Maksimalkan Penerapan Inpres No 6/2020

👤Sri Utami 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:51 WIB
Seluruh jajaran kepolisian diperintahkan membantu upaya penegakan disiplin masyarakat terkait kepatuhan terhadap protokol kesehatan demi...
MI/M Irfan

Tingkat Kepercayaan Masyarakat Terhadap Jokowi Masih Tinggi

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:35 WIB
Hal tersebut terlihat dari sekitar 79% masyarakat yang percaya terhadap kebijakan Presiden Jokowi dan Hanya sekitar 20% yang menyatakan...
Antara

Mahfud: Moral dan Agama Halau Hasrat Korupsi

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 15:06 WIB
"Pun karena demokrasi orang bebas membuat kesepakatan atas nama demokrasi prosedural untuk korupsi sehingga korupsi semakin...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya