Jumat 10 Juli 2020, 06:10 WIB

Eksploitasi Seks Anak semakin Mengkhawatirkan

Tri Subarkah | Megapolitan
 

ANGGOTA Subdit Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap warga negara Prancis, Francois Abello Camille, 65, atas kasus eksploitasi anak secara seksual maupun ekonomi.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, kemarin, mengatakan sebanyak 305 anak telah menjadi korban perbuatan Camille. Angka tersebut didapat setelah pihak kepolisian menyelidiki laptop milik pelaku.

Menurut Nana, kasus kejahatan yang dilakukan Camille tergolong child sex groomer. Artinya, pelaku akan mendandani korbannya yang kebanyakan adalah anak jalanan perempuan.

“Para korban dibujuk dengan imbalan uang, kemudian mereka didandani, di-make up terlebih dahulu sehingga terlihat menarik,” kata Nana.

Pelaku, lanjut Nana, mengiming-imingi para korbannya sebagai foto model. Setelah difoto, para korban lantas disetubuhi pelaku. *Nana menjelaskan, Camille memberikan imbalan kepada para korban Rp250 ribu sampai Rp1 juta. Camille telah melakukan aksinya sejak Desember 2019 di tiga hotel berbeda.

Pada Desember 2019-Februari 2020, Camille melancarkan aksinya di Hotel Olympic, Jakarta Barat. Februari-April 2020, ia beraksi di Hotel Luminor, Jakarta Barat, sedangkan April-Juni 2020, aksinya dilakukan di Hotel Prinsen Park, Jakarta Barat.

Dari ratusan anak yang telah menjadi korban Camille, polisi berhasil mengidentifikasi 17 orang. Polisi juga menyita barang bukti 21 kostum yang digunakan para korban dalam sesi pemotretan, sebuah laptop, 6 kartu memori, 20 kondom, dua alat bantu seks, serta paspor milik Camille.

Atas perbuatannya, Camille dituduh melanggar UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau paling singkat 10 tahun, dan dapat dikenai tindakan kebiri kimia.

Sebelumnya, polisi menangkap buron FBI Russ Albert Medlin, atas dugaan eksploitasi seks terhadap anak-anak. Kementerian Sosial Republik Indonesia pun menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi korban ekspolitasi seks tersebut.

“Kami siap untuk menampung korban untuk direhabilitasi di beberapa balai yang ada di sekitar Jakarta,” kata Menteri Sosial Juliari Batubara.

Menurut Juliari, kasus kekerasan seksual dengan korban anak harus menjadi penanganan yang serius. Selain itu, sinergi antara kepolisian, Kemensos, Kementerian PPPA, dan masyarakat dibutuhkan dalam upaya pencegahan. “Kami berharap proses hukum berjalan dan mudah-mudahan bisa mendapatkan hukuman yang setimpal,” tandasnya. (Tri/J-1)

Baca Juga

ANTARA

Pemakaain Masker secara Tidak Benar akan Ditindak

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 03:20 WIB
Pada perpanjangan keempat PSBB Transisi Fase 1 kali ini Satpol PP DKI Jakarta memang akan memfokuskan pengawasan pada penggunaan...
Antara

Cegah Klaster Baru, DKI Tunda Buka Sekolah

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 22:56 WIB
"Karena memang kita tak ingin sekolah jadi klaster baru sebagaimana di negara-negara lain yang dirasa aman," ungkap...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Pemkot Jakpus Bakal Pajang Peti Mati Pengingat Bahaya Covid-19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 21:25 WIB
Para perangkat daerah seperti Ketua RW atau pihak Camat diminta membantu pemasangan tanda pengingat bahaya covid-19...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya