Jumat 10 Juli 2020, 04:22 WIB

Pentingnya Edukasi demi Menekan Fenomena Lone Wolf

Ind/P-1 | Politik dan Hukum
Pentingnya Edukasi demi Menekan Fenomena Lone Wolf

Metrotvnews.com
Ilustrasi

 

EDUKASI yang masif di dalam keluarga, khususnya terkait dengan pendidikan karakter hingga pendidikan keagamaan, dapat menekan fenomena lone wolf atau model teroris yang bergerak sendiri.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Riset Kajian Terorisme Benny Mamoto dalam bincang daring kajian terorisme yang diselenggarakan Universitas Indonesia, kemarin.

Menurutnya, keluarga me- rupakan lingkungan paling awal yang dapat memberikan edukasi sehingga jika pendidikan di dalam keluarga sudah kuat, kemungkinan seseorang terkena paham radikal akan lebih kecil. “Karena jika itu sudah dibangun dengan kuat di dalam keluarga, ketika dia keluar dari lingkungan keluarga, dia sudah akan bisa memilih-memilah dan menyeleksi mana yang baik dan buruk,” jelasnya.

Benny menyebutkan selain edukasi di dalam keluarga, edukasi di lingkungan sekolah dan lingkungan sipil juga tak kalah penting dalam menekan fenomena lone wolf.

“Kita yakin ketika edukasi itu dapat dilakukan dengan masif, akan lebih mudah aparat untuk bertindak atau mendeteksi atau mengidentifikasi tanda-tanda seseorang teradikalisasi. Karena orang yang bisa mengidentifi kasi awal tanda-tanda seseorang teradikalisasi adalah keluarga sendiri,” tuturnya.

Benny menyebutkan meskipun sesorang sudah terpengaruh paham radikal model lone wolf, tidak menutup kemungkinan seseorang tersebut dapat melakukan deradikalisasi. Ia menyebut deradikalisasi pada lone wolf lebih mudah jika dibandingkan dengan seseorang yang sudah menjadi anggota jaringan puluhan tahun yang sudah amat militan.

Pengajar Kajian Stratejik dan Global UI Puspitasari menyebutkan kehadiran lone wolf dalam lingkungan masyarakat sejatinya dapat dideteksi, terutama pada mereka yang selalu memiliki kecenderungan mengungkapkan atau mengekspresikan cara berpikir mereka, mengekspresikan gagasan mereka, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Dari sisi tidak langsung itu keliatan dari seperti apa afiliasi mereka kepada orang-orang tertentu atau pada buzzer tertentu atau pada infl uencer tertentu. Kecenderungan kita berafi liasi kepada infl uencer atau opinion leader tertentu itu sebetulnya merupakan indikasi memiliki
kecenderungan teradikalisasi. Terlebih jika seseorang terafiliasi, terutama pada infl uencer yang memiliki suara paling lantang terkait dengan radikal.” (Ind/P-1)

Baca Juga

ANTARA

KPK Siap Hadiri Gelar Perkara Joko Tjandra

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 10 Agustus 2020, 19:25 WIB
Komisi antirasuah masih menunggu surat resmi dari pihak kepolisian mengenai agenda...
INSTAGRAM @DINIPURWONO

PP Pegawai KPK Jadi ASN tidak Kurangi Independensi KPK

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 10 Agustus 2020, 19:15 WIB
Peraturan pemerintah tersebut dimunculkan semata-mata untuk tujuan tertib administrasi...
Dok kejagung

Jangan Lagi Ada Rakyat Ambil Kayu Sebatang Dipidanakan

👤RO/Micom 🕔Senin 10 Agustus 2020, 19:00 WIB
Tidak ada lagi yang mengambil batang kayu sebatang, kalian pidanakan. Kalau kalian melakukan itu, kalian yang saya...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya