Kamis 09 Juli 2020, 21:55 WIB

APBD Menipis, Pemprov DKI Didesak Tarik Dana Formula E

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
APBD Menipis, Pemprov DKI Didesak Tarik Dana Formula E

Antara/Saskia Anindya Putri
Momen peluncuran Jakarta E-Priix di Monas, September 2019 silam

 

ANGGARAN Pendapatan dan Belanja Daerah DKI tahun ini hanya tersisa Rp26 triliun. Menurut anggota DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana, per 9 Juli pendapatan DKI mencapai Rp23 triliun dengan total anggaran yang terserap untuk belanja sebesar Rp21 triliun.

APBD DKI tahun ini diketahui terkoreksi karena covid-19. Semula APBD 2020 senilai Rp87,95 triliun dikoreksi menjadi Rp47 triliun.

"Praktis kita hanya punya Rp26 triliun sampai akhir tahun ini. Pertanyaannya apakah kita bisa 'survive' sampai akhir tahun hanya dengan anggaran segitu," kata William dalam diskusi daring bertajuk 'Mengukur Efektivitas Penanganan Pandemi Covid-19 di DKI Jakarta Menuju Normal Baru' yang berlangsung Kamis sore (9/7).

Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk menambah anggaran adalah dengan terus mengetatkan ikat pinggang dan mencoret anggaran yang tidak perlu. Anggaran yang tidak perlu antara lain commitment fee balap mobil Formula E senilai Rp560 miliar.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diketahui sudah menyetor commitment fee sebesar Rp360 miliar untuk penyelenggaraan Formula E tahun ini dan Rp200 miliar untuk penyelenggaraan tahun depan.

Baca juga : Bertambah 293 Kasus, Kasus Positif Covid-19 Jakarta 13.362

William menyebut untuk commitment fee pertama disetor pada Desember 2019. Sementara yang kedua disetor pada Januari lalu pada saat sebetulnya Anies sudah mengetahui bahwa virus korona yang pada waktu itu masih bernama pneumonia Wuhan berpotensi turut mewabah di Indonesia.

"Jadi dia sudah tahu Januari itu ada wabah walaupun belum diberi nama. Tapi dia sudah tahu ada potensi wabah tapi tetap lebih memilih menyetor buat Formula E," ujar politikus PartaiSolidaritas Indonesia itu.

Fraksi PSI kata William, sudah lama mendorong Pemprov DKI membatalkan Formula E bahkan sebelum pandemi covid-19. PSI berargumen bahwa Formula E tidak akan mendatangkan keuntungan yang sebesar diharapkan.

Selain itu, warga Jakarta lebih membutuhkan dana untuk pembangunan infrastruktur dan pendidikan dibandingkan untuk ajang balap internasional.

"Jadi warga masih lebih membutuhkan anggaran untuk kegiatan yang produktif dibandingkan acara yang seremonial. Kami terus mendorong supaya dana Formula E ditarik," tukasnya.(OL-7)

Baca Juga

Antara

10 Jam Berlalu, Kebakaran Pabrik Mebel di Cakung Belum Padam

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 22:57 WIB
Sejauh ini belum ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, sebanyak 250 karyawan di pabrik tersebut sudah...
Ist

Tes Ulang di Dua Lab, 10 Karyawan RS Azra Negatif Covid-19

👤Dede Susianti 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 21:09 WIB
Manajemen Rumah Sakit Azra, salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Kota Bogor, melakukan pemeriksaan intensif terhadap 10...
Antara

Rekor Kesembuhan, Sehari 558 Warga DKI Sembuh Covid-19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 20:10 WIB
Hingga 9 Agustus 2020, total pasien sembuh nasional sudah menembus 80.952...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya