Kamis 09 Juli 2020, 21:24 WIB

Alih Fungsi Hagia Sophia jadi Masjid Diputuskan Besok

Faustinus Nua | Internasional
Alih Fungsi Hagia Sophia jadi Masjid Diputuskan Besok

Ozan KOSE / AFP
Gambar bunda Maria diapit oleh kaligrafi bertuliskan 'Allah" dan Muhammad di kubah Museum Hagia Sophia, Instanbul, Turki.

 

PENGADILAN Turki kemungkinan akan memutuskan legalitas alih fungsi Hagia Sophia besok, Jumat (10/7). Sejak 1934 Hagia Sophia di Istanbul telah menjadi museum dan vonis nantinya akan membuka jalan untuk restorasi sebagai masjid meskipun ada kekhawatiran internasional.

Presiden Recep Tayyip Erdogan telah mengusulkan untuk memulihkan status masjid dari Situs Warisan Dunia UNESCO abad ke-6 itu. Hagia Sophia merupakan pusat kerajaan Bizantium Kristen dan kekaisaran Ottoman Muslim dan sekarang menjadi salah satu monumen yang paling banyak dikunjungi di Turki.

Prospek langkah seperti itu telah meningkatkan kekhawatiran di antara para pejabat AS, Rusia dan Yunani dan para pemimpin gereja Kristen menjelang putusan pengadilan administratif Turki, Dewan Negara, yang mengadakan sidang Kamis lalu.

Hal yang menjadi permasalahan adalah legalitas keputusan yang diambil pada tahun 1934, satu dekade setelah pembentukan republik Turki modern sekuler di bawah Mustafa Kemal Ataturk, untuk mengubah bangunan kuno menjadi museum.

"Kami berharap keputusan itu akan dibatalkan (dan) vonis akan keluar pada hari Jumat," kata seorang pejabat senior Turki seperti dilansir CNA.

Seorang pejabat dari Partai AK Erdogan yang berkuasa, yang memiliki akar Islam, juga mengatakan keputusan mendukung pembatalan dan diharapkan diumumkan pada hari Jumat besok.

Kolumnis pro-pemerintah Abdulkadir Selvi menulis di surat kabar Hurriyet bahwa pengadilan telah membuat putusan pembatalan dan akan mempublikasikannya pada hari Jumat.

"Bangsa ini telah menunggu selama 86 tahun. Pengadilan mencabut larangan terhadap Hagia Sophia," tulisnya.

Asosiasi yang membawa kasus itu mengatakan Hagia Sophia adalah milik Ottoman Sultan Mehmed II. Pada tahun 1453 Ottoman merebut kota itu, yang saat itu dikenal sebagai Konstantinopel, dan mengubah gereja Bizantium yang sudah berusia 900 tahun menjadi masjid.

Patriark Ekumenis Bartholomew, pemimpin agama 300 juta orang Kristen Ortodoks di seluruh dunia yang berbasis di Istanbul, mengatakan alih fungsi itu akan mengecewakan umat Kristen dan memecah belah Timur dan Barat. Kepala Gereja Ortodoks Rusia mengatakan hal itu akan mengancam agama Kristen.

Sementara Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Yunani juga mendesak Turki untuk mempertahankan status museum. Tetapi kelompok-kelompok Turki telah lama berkampanye untuk mengalihfungsikan Hagia Sophia, untuk mencerminkan status Turki sebagai negara Muslim.(CNA/OL-4)

Baca Juga

AFP/JACK GUEZ

Turki Pertimbangkan Tangguhkan Hubungan Diplomatik dengan UEA

👤Haufan Hasyim 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 15:00 WIB
Erdogan juga menyebut Arab Saudi juga telah mengambil langkah yang salah di kawasan, dan Erdogan juga mengkritik Mesir karena bekerja sama...
AFP

FBI akan Bantu Penyelidikan Ledakan di Pelabuhan Beirut

👤Antara 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 10:04 WIB
Seorang pejabat penegak hukum mengatakan FBI tidak dapat memberi penjelasan secara spesifik tentang bantuan yang mereka...
AFP/Juan Mabromata

Covid-19, Argentina Berlakukan Lockdown di Ibu Kota Buenos Aires

👤Antara 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 08:55 WIB
"Obat satu-satunya yang kami temukan sejauh ini adalah membatasi mobilitas warga dan pertemuan tatap muka sebanyak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya