Kamis 09 Juli 2020, 15:09 WIB

Kasus Rektor UNJ Disetop, KPK: Kami Hargai Penyelidikan Polisi

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Kasus Rektor UNJ Disetop, KPK: Kami Hargai Penyelidikan Polisi

Ilustrasi
KPK

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) hargai penyelidikan yang dilakukan Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan gratifikasi THR yang diduga melibatkan Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Komarudin. Polda Metro Jaya memutuskan menyetop penyelidikan lantaran tidak terpenuhi unsur pidana.

"KPK mengapresiasi dan mengharagai penyelidikan yang ada. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan saksi dan ahli, tidak ditemukan pidana sehingga dilimpahkan ke Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP)," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (9/7).

Kasus itu kini dilimpahkan kepada APIP yakni Inspektorat Jenderal Kemendikbud untuk pendalaman. Ali Fikri mengatakan selama proses penyelidikan oleh Polda Metro Jaya, personel KPK juga turut terlibat dalam fungsi supervisi. Ali mengatakan meski saat ini disimpulkan kepolisian tidak terdapat unsur pidana, terbuka kemungkinan penyelidikan dibuka kembali.

Baca juga : Polri Siap Bersinergi untuk Cari Joko Tjandra

"Di KPK ada fungsi supervisi. KPK juga ikut dalam gelar perkara berdiskusi mengenai hasil penyelidikan Polda Metro Jaya. Kalau ada temuan baru nanti kasus itu akan dibuka kembali," ucap Ali.

Kasus dugaan gratifikasi THR tersebut bermula saat Inspektorat Jenderal Kemndikbud bersama KPK melakukan OTT pada 20 Mei lalu.

Tim KPK bersama Itjen Kemendikbud menangkap Kepala Bagian Kepegawaian UNJ Dwi Achmad Noor saat membawa uang ke kantor Kemendikbud yang hendak diserahkan kepada Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemendikbud dan beberapa staf SDM di Kemendikbud. Barang bukti yang disita sebesar US$1.200 dan Rp27.500.000.

KPK sempat menyebut dugaan keterlibatan Rektor UNJ dalam pengumpulan uang tersebut. Namun, KPK menyatakan tidak menemukan unsur penyelenggara negara dalam kasus itu sehingga melimpahkannya ke kepolisian. (OL-2)

 

Baca Juga

ANTARA/SIGID KURNIAWAN

Pidato Sidang Tahunan Presiden Diharapkan Beri Harapan ke Publik

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 17:06 WIB
Pidato Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan, lanjut Fadel, juga harus membuat penegasan, terutama soal bagaimana mendongkrak secara riil...
MI/ Seno

Materi Sosialisasi Ideologi Pancasila Harus Mudah Dipahami

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 17:01 WIB
"Selama ini penyampaian materi dalam proses pembinaan ideologi Pancasila hanya bersifat satu arah, akibatnya peserta hanya menghafal...
MI/AGUS M

Mahfud sebut Demokrasi Makin Bebas, Korupsi Makin Ganas

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:35 WIB
Saat orde baru korupsi dibangun melalui sistem otoriterisme yang membuat korupsi hanya akan dilakukan oleh orang yang paling berkuasa di...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya