Kamis 09 Juli 2020, 12:15 WIB

RI Kirim 15 Whole Genom Sequencing Covid-19 ke Bank Data Dunia

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
RI Kirim 15 Whole Genom Sequencing Covid-19 ke Bank Data Dunia

Supardji Rasban
Upaya menangkal sebaran covid-19 di Kota Tegal-Brebes dan sekitarnya. Petugas masih memanfaatkan vaksin antiflu untuk cegah korona

 

LEMBAGA Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dan Institute Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga terus melakukan pengurutan keseluruhan genom atau Whole Genome Sequencing (WGS) virus korona. WGS bermanfaat sebagai dasar bagi para peneliti dalam menciptakan vaksin covid-19 yang tepat.


Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan saat ini LBM Eijkman dan Unair telah mengirimkan total 15 WGS ke bank data Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID).

"The Whole Genome Sequencing sangat penting untuk mengetahui klasifikasi jenis virus, dalam kaitannya dengan pengembangan vaksin di Indonesia. Sejauh ini LBM Eijkman sudah mengirim 10 dan Universitas Airlangga mengirimkan 5 The Whole Genome Sequencing ke bank data GISAID,” kata Bambang, Kamis (9/7).

Saat ini lebih dari 60 ribu WGS, telah diterima GISAID dari berbagai negara di dunia. GISAID sendiri sudah mengklasifikasi virus korona dalam beberapa kelompok yaitu S, G, GR, GH, V, L dan O (Others).

“Hasilnya dari 15 WGS yang telah dikirimkan, diketahui sebagian besar tipe virus yang berkembang di Indonesia, termasuk kelompok L yang mempunyai kesamaan dengan Wuhan, Tiongkok, satu termasuk kelompok S yang sama dengan covid-19 di Eropa, dan satu termasuk kelompok O atau jenis virus covid-19 lainnya yang belum dikenali,” jelasnya.

Berdasarkan hasil tersebut, Bambang menuturkan, Kemenristek/BRIN akan melakukan langkah ganda dalam pengembangan vaksin covid-19 di Indonesia. Pertama, melakukan kegiatan penelitian dan produksi vaksin covid-19 original, secara mandiri yang berbasis strain virus di Indonesia. Pengembangan vaksin jenis ini akan menggunakan metode protein rekombinan yang penelitiannya dipimpin oleh LBM Eijkman.

Kemudian melakukan kolaborasi kerja sama luar negeri khususnya dengan perusahaan farmasi antara lain saat ini dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), karena virus yang menyebar di Indonesia memiliki kesamaan dengan yang berkembang di RRT.

Sementara itu, Kepala LBM Eijkman Amin Soebandrio menjelaskan virus korona yang diisolasi di Indonesia memang masih keturunan dari Wuhan. Namun, virus-virus tersebut sempat terbawa dulu ke benua lain seperti ke Amerika dan Eropa sebelum sampai ke Indonesia.

“Distribusi Asia saja sudah banyak perbedaannya, jadi ini memperkuat bahwa virus di Indonesia memang tidak 100 persen sama dengan virus di negara lain sehingga kita harus membuat vaksin yang spesifik untuk Indonesia,” tandasnya.(H-1)

Baca Juga

Dok. MI

Kebijakan Baru KBM Untungkan Daerah 3T

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 10 Agustus 2020, 00:10 WIB
KEBIJAKAN baru pemerintah sebagai revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, yang membolehkan sekolah di zona...
Ist

UP Respon Kebijakan Mendikbud tentang Kampus Merdeka

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 22:11 WIB
Merespon kebijakan yang digulirkan Kemendikbud erkait dengan kampus merdeka dan merdeka belajar, Universitas Pancasila (UP) bekerjasama...
Antara

Nadiem Izinkan Sekolah Daerah Terpencil Belajar Tatap Muka

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 21:33 WIB
Namun, dia menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan komite sekolah. Kunci dimulainya pembelajaran...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya