Kamis 09 Juli 2020, 12:07 WIB

Wapres: Jumlah BUMN akan Dirampingkan Menjadi 100

Indriyani Astuti | Ekonomi
Wapres: Jumlah BUMN akan Dirampingkan Menjadi 100

ANTARA/Aditya Pradana Putra
Wakil Presiden Ma'ruf Amin

 

WAKIL Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa pemerintah tengah melakukan revitalisasi terhadap perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Disampaikannya, saat ini, terdapat 142 BUMN yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari migas, pangan, farmasi, infrastruktur, telekomunikasi, sampai dengan perfilman dan penerbitan buku. Supaya lebih efisien pemerintah berencana mengurangi jumlah BUMN tersebut.

"Menurut penilaian kementerian BUMN selaku pemegang kendali semua BUMN, jumlah dan cakupan bidang tadi terlalu yang besar dan luas sehingga perlu dikurangi dan dirampingkan kebutuhan pembangunan agar lebih efisien, kompetitif, dan memberikan hasil yang lebih baik," papar Wapres ketika membuka Kuliah Umum pada peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) ke-60 dan 61 Lembaga Ketahanan Nasional di Jakarta, Kamis (9/7).

Baca juga: BUMN Ramai-Ramai Meminta Dana Talangan

Dijelaskan Wapres, kriteria yang dijadikan pegangan untuk penilaian adalah kemampuan melaksanakan layanan publik yang baik.

Saat ini, imbuhnya, masih terus dilakukan asesmen (penilaian) atas portfolio dari semua BUMN untuk memilah dan memastikan terpenuhinya kriteria dasar tersebut.

Adapun hasil akhirnya akan berupa penggabungan atau merger bagi yang dinilai mampu meningkatkan nilai tambah serta layanan publiknya, likuidasi atau penghapusan bagi yang tidak memenuhi kriteria tersebut.

"Kementerian BUMN memperkirakan nantinya jumlah BUMN akan menjadi sekitar 100 buah," imbuhnya.

Wapres menjelaskan langkah tersebut harus dilakukan sebagai salah satu respons pemerintah dalam menghadapi persaingan global, sekaligus untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas nasional.

Berdasarkan tujuan pembentukannya, tutur Wapres, diharapkan BUMN akan lebih mampu memberikan sumbangan bagi perekonomian nasional, termasuk dalam turut serta membesarkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"BUMN dibentuk dengan tujuan utama memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional dan penerimaan negara, serta memberikan kemanfaatan melalui layanan barang dan jasa bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak," tukas Wapres. (OL-1)

Baca Juga

Antara/Fakhri Hermansyah

Menhub: Transportasi Unsur Penting dalam Adaptasi Kebiasaan Baru

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:56 WIB
Sebab, kegiatan manusia dan ekonomi harus tetap berjalan di tengah pandemi covid-19. Oleh karena itu, peran transportais harus diperbaiki...
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Wapres: Birokrasi Lamban Jadi Penghambat Serapan Anggaran PEN

👤Emir Chairullah 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:15 WIB
Persoalan yang dialami di birokrasi antara lain lambannya proses perencanaan dan penganggaran, data yang tidak akurat, hingga keterlambatan...
DOK KEMENTAN

Kepala BPPSDMP Minta Seluruh Insan Pertanian Dukung Kostratani

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:15 WIB
Dedi menegaskan jika saat ini pertanian pun sudah masuk dalam industri 4.0, tidak kenal waktu, dan tidak kenal...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya