Kamis 09 Juli 2020, 06:34 WIB

Kementan-IDI Kolaborasi Penelitian Eucalyptus

S3-25 | Humaniora
Kementan-IDI Kolaborasi Penelitian Eucalyptus

DOK KEMENTAN
Kementan-IDI Kolaborasi Penelitian Eucalyptus

 

BADAN Penelitian Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian (Balitbangtan Kementan) menjalin kerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengenai kolaborasi penelitian lanjutan tanaman obat sebagai kandidat antivirus dan obat. Kerja sama yang dituangkan dalam penandatanganan memorandum of understanding (MoU) itu merupakan upaya Kementan mencari solusi untuk menangani penyebaran virus korona baru (covid-19).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyatakan kerja sama ini menandakan hasil penelitian Litbang Kementan akan dilanjutkan IDI untuk dilakukan uji klinis dan riset-riset lainnya sesuai dengan prosedur yang ada.

Melalui Balitbangtan, Kementan melakukan penelitian dan pengembangan awal untuk melahirkan varian dari produk eucalyptus sebagai jawaban terhadap kondisi bergelutnya masyarakat dengan wabah covid-19. “Sudah lima bulan negara kita diliputi tekanan akibat keberadaan virus. Karena itu, kami tidak diam, apa pun akan kami lakukan demi bangsa dan negara,” ujar Syahrul saat menyaksikan penanda-
tanganan kerja sama tersebut di Kantor Kementan, Jakarta, Rabu (8/7).

Syahrul menegaskan pihaknya memiliki balai penelitian yang menangani komoditas tanaman obat. Kementan juga memiliki Balai Besar Pascapanen. Selain itu, Kementan juga memiliki Balai Besar Veteriner yang memiliki fasilitas laboratorium memedai untuk meneliti virus. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan IDI untuk mengembangkan riset dan uji klinis. “Kami memiliki 300-an profesor dan peneliti berkompeten, bahkan kami pernah berkontribusi dalam penanganan wabah flu burung. Tidak ada alasan untuk kami tidak membantu negara,” katanya.

Untuk itu, Syahrul berharap kerja sama ini dapat mempercepat penelitian tanaman eucalyptus agar bisa dimanfaatkan masyarakat dan membantu negara dalam menanggulangi pandemi covid-19. Sekretaris Badan Litbang Pertanian Haris Sihabudin menambahkan ada empat varian produk eucalyptus yang dikembangkan Balitbangtan. “Ada empat varian produk yang telah didaftarkan sebagai paten di Kemenkum dan HAM. Keempatnya ialah formula aromatik antivirus, inhaler, serbuk, dan minyak atsiri eucalyptus,” papar Haris.

Dia memerinci formula aromatik antivirus berbasis minyak eucalyptus dengan nomor pendaftaran paten P00202003578, ramuan inhaler antivirus berbasis eucalyptus dan proses pembuatannya dengan nomor pendaftaran paten P00202003574, ramuan serbuk nanoenkapsulat antivirus berbasis eucalyptus dengan nomor pendaftaran paten P00202003580, dan minyak atsiri eucalyptus citridora sebagai antivirus terhadap virus avian influenza subtipe H5N1, gammacorona virus, dan betacoronavirus.

Kurangi impor

Ketua Umum Pengurus Besar IDI Daeng M Faqih mendukung penelitian dan pengembangan tanaman eucalyptus yang dilakukan para peneliti Kementan. “Kawan-kawan peneliti dari Kementan sudah melakukan penelitian awal dan hasilnya menunjukkan baik. Kalau mau dipakai untuk pengobatan untuk manusia dari hasil penelitiannya harus dilanjutkan. Ini yang dikerjasamakan, kami akan support” ujar Daeng di sela penandatangan nota kesepahaman tersebut.

Daeng juga menilai penelitian Balitbang Kementan pada tanaman eucalyptus dapat mengurangi ketergantungan impor pada bahan obat. Karena itu, ia menilai kerja sama ini akan menciptakan terobosan yang memberikan harapan dan dorongan terhadap Indonesia dalam memerangi wabah virus. “Temuan kandungan pada tanaman eucalyptus oleh Balitbangtan Kementan menyadarkan kita bahwa kita kurang
memanfaatkan produk dalam negeri yang kita olah sendiri,” katanya.

Daeng berharap tanaman obat yang ada di Indonesia bisa dibudidayakan untuk penelitian dan riset lebih mendalam serta memastikan kesehatan masyarakat agar tidak melulu bergantung pada bahan impor. (S3-25)

Baca Juga

 MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Unair Klaim Obat Covid-19 Sembuhkan Pasien Hingga 90%

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 21:40 WIB
Hasil uji klinis temuan obat covid-19 mampu menyembuhkan pasien hingga 90...
MI/Andry Widyanto

Vaksin Covid-19 di Indonesia Terlambat 4 Bulan dari Tiongkok

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 20:50 WIB
Terkait vaksin merah putih, Prof Amin menekankan yang terpenting ialah kemampuan anak bangsa yang dalam membuat...
Ist

KKP Dukung Riset Ikan Gabus untuk Kesehatan dan Budidaya

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 20:30 WIB
Para pembudidaya Ikan Gabus (Channa Striata) yang bertujuan membantu pemerintah melalui KKP dalam pengembangan usaha budidaya ikan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya