Kamis 09 Juli 2020, 04:37 WIB

Tes Spesimen Lampaui 22 Ribu Sampel per Hari

Ifa/Ant/X-7 | Humaniora
Tes Spesimen Lampaui 22 Ribu Sampel per Hari

Dok. BNPB/Medcom.id
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto

 

PEMERIKSAAN spesimen virus korona (covid-19) hingga kemarin secara total sudah mencapai 968.237 sampel. Pemeriksaan itu menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM). Pengetesan dilakukan di 291 laboratorium di Indonesia.

“Per Rabu (8/7) kita telah melakukan pemeriksaan 22.183 spesimen. Rinciannya, 177 laboratorium PCR dan 114 laboratorium TCM,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur.

Untuk perkembangan kasus covid-19 di Tanah Air, lanjutnya, total pasien sembuh mencapai 31.585 orang atau meningkat sebanyak 800 orang dari hari sebelumnya. Sementara itu, pasien terkonfirmasi positif covid-19 bertambah 1.853 orang sehingga menjadi 68.079 orang, sedangkan pasien meninggal bertambah 50 orang sehingga total menjadi 3.359 orang.

“Orang dalam pemantauan (ODP) saat ini berjumlah 38.498 dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 13.636,” tambah Yurianto.

Menurutnya, Jawa Timur dan DKI Jakarta masih tertinggi penambahan kasus positif covid-19.

Sementara itu, secara terpisah, tim peneliti dari Centre for Innovation of Medical Equipments and Devices (CIMEDs) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengembangkan alat tambahan pada gagang pintu yang bisa dibuka dan ditutup dengan lengan, siku, dan telapak kaki.

“Sangat bermanfaat untuk pintu-pintu fasilitas umum yang kemungkinan dibuka dan ditutup oleh banyak orang. Misalnya, pintu kantor, pintu restoran, pintu terminal, pintu stasiun, pintu ATM,dan pintu toilet umum,” kata Ketua Tim Peneliti CIMEDs Fakultas Teknik UGM Dr Suyitno, di Yogyakarta.

Kelebihan dari alat itu, tambah Suyitno, bisa dipasang pada berbagai macam gagang pintu tanpa memodifikasi pintu dan gagang pintu.

“Kemungkinan lengan, siku lengan, dan telapak kaki menyentuh organ tubuh lain dari pemiliknya atau menyentuh organ tubuh orang lain sangat kecil. Dengan demikian, alat tambahan itu akan menghindari terjadinya penyebaran bakteri, virus, dan racun,” jelasnya. (Ifa/Ant/X-7)

Baca Juga

AFP/Sam Panthaky

Layanan Telemedisin Didorong Jadi Pilihan di Tengah Pandemi

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 23:43 WIB
Di tengah pandemi, fasilitas kesehatan harus terus memberikan layanan kepada seluruh...
Kemendikbud

DPR Desak Anggaran POP Dialihkan untuk Biaya Internet Siswa

👤Antara 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 21:15 WIB
Kontroversi program organisasi penggerak (POP) yang digagas Mendikbud Nadiem Makariem telah membuat gaduh di...
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Temui Mendikbud, Katib Aam Nyatakan PBNU Ikut POP Kemendikbud

👤Antara 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 20:50 WIB
Gus Yahya menemui Mendikbud Nadiem Makariem, Kamis, untuk menyampaikan sikap PBNU terkait keikutsertaan dalam program...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya