Kamis 09 Juli 2020, 07:05 WIB

Jadi Geopark Dunia, Ini 5 Fakta Kaldera Toba

Zubaedah Hanum | Humaniora
Jadi Geopark Dunia, Ini 5 Fakta Kaldera Toba

AFP
Pemandangan Danau Toba

 

ORGANISASI Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (UNESCO) di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan Kaldera Toba di Sumatra Utara sebagai UNESCO Global Geopark. Hal itu menjadi keputusan Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis, dalam Sidang ke-209 yang digelar Selasa (2/7), waktu setempat.

Kaldera Toba berhasil masuk daftar UNESCO setelah dinilai dan diputuskan oleh UNESCO Global Geoparks Council pada Konferensi Internasional UNESCO Global Geoparks ke-IV di Lombok, Indonesia, pada 31 Agustus-2 September 2019.

Pemerintah Indonesia, berhasil meyakinkan UNESCO bahwa Kaldera Toba yang berjarak 176 kilometer arah barat Kota Medan itu memiliki kaitan geologis dan warisan tradisi budaya dan keanekaragaman hayati yang tinggi.
 
Status baru ini sejatinya membuat pemerintah Indonesia, khususnya masyarakat sekitar Kaldera Toba semakin bertanggung jawab atas kawasan geopark yang sudah menjadi milik dunia itu.

Selain Kaldera Toba, Indonesia telah memiliki empat situs UNESCO Global Geopark lainnya, yakni, Batur, Bali; Cileteuh, Sukabumi; Gunung Sewu, DI Yogyakarta; dan Rinjani, Nusa Tenggara Barat.

Berikut ini beberapa fakta mengenai Kaldera Toba yang diperoleh Media Indonesia dari berbagai sumber, termasuk proposal yang diajukan pemerintah Indonesia ke UNESCO pada 2019 lalu.

1. Terbentuk dari ledakan super vulkanik
 
Berada di sesar aktif Sumatra, Kaldera Toba di Provinsi Sumatra Utara terbentuk dari ledakan super vulkanik 74.000 tahun lalu. Hasil letusannya memengaruhi iklim dunia dan memusnahkan peradaban Asia Selatan. Kini, dasar kaldera tersebut dipenuhi dengan air sedalam 550 meter seluas 1.130 km persegi dan menjadi danau terbesar di Indonesia.
 
2. Diusulkan ke UNESCO sejak 2014

Pemerintah Indonesia sudah mengajukan Kaldera Toba sebagai geopark dunia sejak 2014 lalu dan disetujui pada 2019. UNESCO mengesahkannya dalam sidang di Paris, pada 2 Juli 2020.

3. Masuk daftar 10 Bali baru

Keindahan Kaldera Toba dan kekayaan budaya yang dimiliki menjadikan Danau Toba sebagai salah satu tujuan wisata andalan Indonesia yang masuk dalam daftar 10 Bali Baru. Danau Toba mempunyai ukuran panjang 87 km dan lebar 27 km, dengan ketinggian 904 meter di atas permukaan laut.

4. Dikelilingi 7 kabupaten

Kawasan geopark Kaldera Toba ditinggali oleh penduduk dari tujuh kabupaten, yakni Simalungun, Toba Samosir, Karo, Tapanuli Utara, Samosir, Dairi dan Humbang Hasundutan. Total populasi berisi 263.978 penduduk. Tiga kabupaten berpenduduk terbanyak adalah Samosir, Toba Samosir, dan Simalungun.

5. Miliki 16 situs geologi

Ledakan super vulkanik itu meninggalkan 16 situs geologi dengan keunikannya masing-masing. Sepuluh di antaranya, yakni air terjun Sipisopiso-Tongging di utara kaldera, Silalahi-Sabungan di barat kaldera, Haranggaol di utara kaldera, Hutan lindung monyet-monyet liar Sibaganding, Taman Eden di timur kaldera, Balige-Liang Sipege di selatan kaldera, air terjun Situmurun Uluan, panorama Hutaginjang plateau, Muara-Sibandang Volkanik, panorama dan taman Sipinsur. (H-2)

Baca Juga

 MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Unair Klaim Obat Covid-19 Sembuhkan Pasien Hingga 90%

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 21:40 WIB
Hasil uji klinis temuan obat covid-19 mampu menyembuhkan pasien hingga 90...
MI/Andry Widyanto

Vaksin Covid-19 di Indonesia Terlambat 4 Bulan dari Tiongkok

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 20:50 WIB
Terkait vaksin merah putih, Prof Amin menekankan yang terpenting ialah kemampuan anak bangsa yang dalam membuat...
Ist

KKP Dukung Riset Ikan Gabus untuk Kesehatan dan Budidaya

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 20:30 WIB
Para pembudidaya Ikan Gabus (Channa Striata) yang bertujuan membantu pemerintah melalui KKP dalam pengembangan usaha budidaya ikan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya