Rabu 08 Juli 2020, 21:03 WIB

Presiden: Kuartal Ketiga Kunci Pemulihan Ekonomi

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Presiden: Kuartal Ketiga Kunci Pemulihan Ekonomi

Antara/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo

 

PRESIDEN Joko Widodo menyebut kuartal ketiga tahun ini akan menjadi kunci bagi upaya pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi.

Oleh karena itu, ia kembali meminta jajaran menterinya untuk mempercepat belanja pemerintah demi menggerakkan perekonomian.

"Saya sekarang melihat belanja kementerian setiap hari. Naik berapa persen. Harian. Saya lihat betul sekarang. Karena memang kuncinya di kuartal ketiga ini. Begitu kuartal ketiga bisa mengangkat, kuartal keempat akan lebih mudah. Tahun depan insya allah juga akan lebih mudah," ujar Jokowi melalui keterangan resmi, Rabu (8/7).

Menurutnya, untuk periode ini, negara hanya bisa berharap pada belanja pemerintah untuk menjadi penggerak utama perekonomian. Maka itu, presiden meminta agar berbagai regulasi yang berkaitan dengan belanja pemerintah dapat lebih disederhanakan sesuai dengan kebutuhan sekarang.

"Saya minta semua dipercepat, terutama yang anggarannya besar-besar. Ini Kemendikbud ada Rp70,7 triliun, Kemensos Rp104,4 triliun, Kemenhan Rp117,9 triliun, Polri Rp92,6 triliun, Kementerian Perhubungan Rp32,7 triliun," kata Presiden.

Lebih jauh, kepala negara meminta belanja pemerintah harus mengutamakan produk-produk asli dalam negeri sehingga perputaran uang akan terasa lebih kencang.

Baca juga : Pasar Apresiasi Kebijakan Pemerintah, IHSG Ditutup Menguat

Misalnya, ia mencontohkan, Kementerian Pertahanan bisa membeli keperluan alutsista di perusahaan-perusahaan nasional seperti PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad dan PT PAL.

"Semua APBN untuk beli produk dalam negeri. Belanja-belanja ke luar direm dulu. Beli, belanja, ya produk-produk kita. Agar apa? Ekonomi kena trigger, bisa memacu pertumbuhan ekonomi kita. Saya kira Pak Menhan juga lebih tahu mengenai ini," imbuh mantan wali kota Solo itu.

Terkait dengan kebutuhan medis, Jokowi mengungkap bahwa saat ini sejumlah alat kesehatan untuk penanganan pandemi covid-19 telah mampu diproduksi di dalam negeri.

Di antaranya ialah stok obat, alat uji PCR, hingga alat uji cepat covid-19.

"Jangan ada lagi beli yang dari luar apa lagi hanya masker, banyak kita produksinya. APD juga kita produksi 17 juta unit per bulan. Padahal kita pakai hanya kurang lebih 4 sampai 5 juta. Hal-hal seperti ini saya mohon Bapak/Ibu Menteri, Pak Sekjen, Pak Dirjen, tahu semuanya masalah dan problem yang kita hadapi," ucapnya. (OL-7)

Baca Juga

Istimewa

Kemudahan Investasi Asing Genjot Industrialisasi

👤RO/Micom 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 21:16 WIB
Regulasi yang memudahkan masuknya investasi harus didorong, seperti RUU...
ANTARA/Audy Alwi

Perusahaan Swasta Besar Harus Jadi Bapak Angkat UMKM

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 19:34 WIB
Menurut Aviliani, perusahaan besar itu menjadi bagian dan wajib mengangkat kehidupan...
Ist/Maybank

Maybank Indonesia & Maybank Foundation Teruskan Program RISE 2.0

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 16:03 WIB
Pelatihan RISE 2.0 level Basic ini berlangsung secara daring dengan total peserta 25 penyandang disabilitas dengan berbagai latar...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya