Rabu 08 Juli 2020, 20:39 WIB

Kasus Covid-19 di DKI Bertambah

Sri Utami | Megapolitan
Kasus Covid-19 di DKI Bertambah

ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Warga melintas di dekat mural bergambar tenaga medis dan virus korona

 

KEPALA Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti mengatakan jumlah kasus positif covid-19 di DKI Jakarta, hingga Rabu (8/7), bertambah sebanyak 344 kasus. Dari jumlah tersebut, 51 warga diduga terpapar dari aktivitasnya yang baru kembali dari luar negeri dan beralamat di berbagai provinsi.

"Warga negara Indonesia yang baru kembali dari luar negeri beralamat tinggal dari berbagai provinsi, namun untuk sementara transit dan menjalani isolasi  di Jakarta sebanyak 51 orang," ujarnya.

Laporan kasus akumulasi dalam satu bulan terakhir yang baru dilaporkan dari salah satu laboratorium RS sebanyak 36 orang. Penemuan kasus baru dari rumah sakit dan puskesmas, baik dari pasien, hasil contact tracing maupun active case finding, sebanyak 257 orang.

Baca juga: Rumah Sakit Ogah-ogahan Turunkan Biaya Rapid Test

Sehingga, jumlah kumulatif kasus positif di wilayah DKI Jakarta sebanyak 13.069 kasus. Dari jumlah tersebut, 8.424 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 667 orang meninggal dunia.

"Sampai dengan hari ini kami laporkan, 417 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 3.561 orang melakukan self isolation di rumah. Sedangkan, untuk orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 481 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 761 orang."

Dia menjelaskan Pemprov DKI juga telah meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode RT-PCR, dengan membangun laboratorium satelit covid-19, berlokasi di sebagian lahan RSUD Pasar Minggu dan RSKD Duren Sawit sejak 9 April 2020, termasuk membangun jejaring dengan 45 laboratorium pemeriksa covid-19.

Secara kumulatif, pemeriksaan PCR sampai dengan 7 Juli 2020 sebanyak 356.529 sampel. Pada 7 Juli 2020, dilakukan tes PCR terhadap 3.768 orang, 3.202 diantaranya dilakukan untuk penegakan diagnosis baru dengan hasil 308 positif dan 2.894 negatif.

"Untuk pemetaan kelompok rawan, dilakukan pemeriksaan rapid test, dimana 256.603 orang telah menjalani rapid test, dengan hasil 8.947 orang atau setara dengan 3,5% dinyatakan reaktif covid-19 dan 247.656 orang dinyatakan non-reaktif. Untuk kasus positif ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab secara PCR dan apabila hasilnya positif dilakukan rujukan ke Wisma Atlet atau RS atau dilakukan isolasi secara mandiri di rumah," tukas Widyastuti.

Baca juga: Tarif Rapid Test di Palembang masih Tinggi

Pemprov DKI juga tetap melakukan pengawasan ketaatan di berbagai tatanan, seperti mal, objek wisata, pasar, dan check point SIKM bersama tim terpadu SKPD. Dalam pengetatan protokol kesehatan di pasar, pemprov menurunkan 5.000 ASN untuk mengawasi kedisiplinan penerapan protokol kesehatan dan mengendalikan jumlah pengunjung yang masuk ke pasar agar tidak melebihi 50% dari kapasitas.

Dia menekankan penggunaan SIKM sebagai syarat masuk atau keluar Jakarta masih berlaku di masa perpanjangan PSBB transisi fase 1. Untuk itu, bagi masyarakat yang bekerja pada 11 sektor yang diizinkan selama PSBB dan hendak bepergian ke atau dari Jakarta, diharapkan tetap mengurus SIKM melalui situs https://corona.jakarta.go.id/id/izin-keluar-masuk-jakarta.

"Selama masa PSBB transisi ini, kami imbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak antarorang minimal 1,5-2 meter dan batasi aktivitas ke luar rumah jika tidak terlalu penting," pungkasnya. (J-3)

Baca Juga

ilustrasi

Pelaku Rudapaksa di Bintaro Berniat Curi Ponsel

👤Tri Subarkah 🕔Senin 10 Agustus 2020, 12:34 WIB
Polisi menyebut lamanya proses penyelidikan disebabkan AF tidak mengenal korban saat membuat...
Antara/Rivan Awal Lingga

Kantor DPRD DKI Mungkin Bakal Ditutup Dua Minggu Lagi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 10 Agustus 2020, 12:25 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani mengungkapkan pihaknya berencana menutup lagi perkantoran DPRD. Hal ini untuk mencegah penularan...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Anies: Sanksi Progresif dan Penutupan Usaha Menanti Pelanggar PSB

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 10 Agustus 2020, 12:20 WIB
Menurut Anies Baswedan, pemerintah menerapkan sanksi denda bukan untuk meraup untung di tengah pandemi covid-19 melainkan untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya