Rabu 08 Juli 2020, 16:40 WIB

Empat Film Indonesia Tayang di Bucheon Film Festival

Fathurrozak | Weekend
Empat Film Indonesia Tayang di Bucheon Film Festival

Dok instagram @fourcoloursfilms
Film Abracadabra produksi Four Colours Film menjadi satu dari empat film Indonesia yang akan tampil di festival film di Bucheon, Korsel.

BUCHEON International Fantastic Film Festival (BIFAN) yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-24, jatuh pada 9-16 Juli. Akan ada empat film Indonesia yang tayang di festival yang berbasis di Bucheon, Korea Selatan itu.

Keempat film tersebut ialah Ratu Ilmu Hitam (Kimo Stamboel), Abracadabra (Faozan Rizal), dan dua film Joko Anwar, Gundala dan Perempuan Tanah Jahanam. Ratu Ilmu Hitam akan berada di program Bucheon Choice, bersama kesembilan film lain yang ada di program tersebut. Film yang dibintangi Hannah Al-Rashid itu akan diputar pada 12 dan 15 Juli.

Sementara itu, dua film Joko Anwar, Gundala dan Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) akan sama-sama diputar di program World Fantastic Red. Gundala diputar pada tanggal 10 dan 14 Juli, sementara Impetigore mendapat jatah pemutaran pada tanggal 11 dan 14 Juli. Abracadabra, produksi Fourcolours Films akan diputar lewat program World Fantastic Blue, pada tanggal 13 dan hari terakhir festival.

Selain pada program tersebut, dua film juga akan tersedia dalam program pemutaran secara daring, yaitu Ratu Ilmu Hitam dan Gundala. BIFAN merupakan festival film internasional non kompetitif. Meski juga memasukkan beberapa seksi program kompetisi. Setidaknya ada 173 film dari 42 negara. 88 merupakan film fitur, dan 85 adalah film pendek. 

Penyelenggara menilai jika film-film Asia tahun ini menunjukkan variasi yang berbeda dalam hal tema dan gaya. Dalam film-film Jepang seperti Taro the Fool and Life: Untitled, ditonjolkan masalah yang berkaitan dengan pemuda dan realitas warga yang kurang beruntung. Film itu dinilai menampilkan energi yang menggelegak di bawah permukaan yang tenang. 

Sementara, dalam film-film seperti Mrs. Noisy dan A Girl Missing, penyelenggara menilai ada ambiguitas kebenaran sosial, seperti kebenaran yang ditutupi oleh pengadilan opini publik. 

“Film-film lain yang dijamin memberikan hiburan segar adalah film-film Indonesia seperti Gundala, yang terus bereksperimen dengan aksi pahlawan super asli dan kisah-kisah horor, serta Cargo, RK/RKAY, dan film India lainnya yang telah mendominasi sci-fi dan genre komedi yang dibuat dengan baik,” tambah bunyi pernyataan dalam laman resmi BIFAN. (M-1)

Baca Juga

Dok Nona

Brand Lokal Nona Berkonsep Loose Wear, Lahir dari Engineer

👤Retno Hemawati 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 23:55 WIB
Untuk setiap detail cutting design koleksi pakaiannya sangat diperhatikan karena berasal dari tangan wanita seorang mantan...
AFP

Netflix Buka Lebar Produksi Konten Lokal

👤Antara 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 21:27 WIB
Netflix selalu menerima segala masukan mengenai tayangan yang ingin dilihat masyarakat Indonesia, termasuk tayangan original bermuatan...
Dok Netflix

Bioskop Diyakini Tetap Tak Tergantikan

👤Fathurrozak 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 19:55 WIB
Setelah pandemi, keberadaan bioskop akan berdampingan dengan VoD...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya